
Miguel sangat marah mendengar semua ucapan tiga orang itu.
"Siapa kalian?!" Tanya Miguel dengan keras.
Miguel merasa sangat terhina karena ucapan mereka bertiga.
Dia tidak tahu siapa mereka tapi yang jelas, dia akan membunuh mereka bertiga.
Dia sangat siap untuk bertarung !
Meskipun awalnya Miguel merasa terkejut dengan hawa kehadiran mereka yang tidak terdeteksi oleh Miguel.
Tapi dari cara mereka datang, seolah olah mereka sudah menunggu Miguel.
"Kami adalah orang orang yang menginginkan mu mati!" Ujar Ferdian dengan keras.
Tiba tiba Beny bergerak dan tidak lagi repot repot untuk banyak berbicara.
Jika dia terlambat satu langkah mungkin Ferdian dan Rodry akan membunuh orang ini terlebih dahulu.
"SERANG!!" Teriak Ferdian dengan keras.
Rodrya yang mendengar itu pun segera bergerak dengan cepat.
Ini adalah kali pertama mereka dapat bertarung setelah mereka melalui pelatihan yang panjang.
Semua energi yang telah di tekan dan di tahan selama ini akhirnya meledak dalam sekejap !
Tidak ada lagi perasaan untuk menahan apalagi berbelas kasihan kepada Miguel.
Mereka bertiga langsung dengan cepat menerkam Miguel !
Mereka bertiga terlihat seperti Singa yang telah lama menanti mangsanya !
Mereka terlihat ganas ! Jahat dan kejam !
"Kalian benar benar meminta mati!" Teriak Miguel dengan keras.
Dia sangat marah !
Beraninya orang orang ini mengatakan bahwa mereka ingin membunuhnya ?
Mereka bisa melakukan itu dalam mimpi mereka !
Miguel segera mengayunkan tinjunya dengan bunyi yang sangat nyaring.
Tetapi mereka bertiga bukannya menghindar, tapi malah terlihat bersemangat.
Mereka bertiga bahkan terlihat ingin menangkap tinju Miguel.
Miguel yang melihat itu menjadi terkejut !
Dia segera menarik kembali tinjunya dan segera mundur dengan cepat.
Jika sampai tinjunya tertangkap mungkin dia akan menjadi bulan bulanan mereka bertiga dan mati konyol disini.
Dia tidak boleh mempermalukan gurunya, apalagi dia adalah salah satu pejuang terpandang di Selatan.
Namun kenyataannya saat ini adalah Miguel hanya bisa bergerak mundur dan menganggap jika mereka bertiga sangat gila !
Namun mereka bertiga segera bergerak mengejar Miguel.
Ini pasti sekelompok orang gila, mereka sama sekali tidak takut mati.
__ADS_1
Ferdian, Beny dan Rodry benar benar terlihat seperti monster yang sangat ganas.
Mereka seperti berlomba lomba untuk membunuh Miguel.
Hingga Miguel merasa jika mereka bertiga seperti monster yang mengamuk.
Tempat menakutkan macam apa ini?
Hanya ada satu di dalam pikiran Miguel, yaitu?
LARI !!
Miguel baru membuat satu gerakan, namun dia memutuskan untuk lari menjauh dari tempat ini.
"Apa kau ingin kabur?!" Tanya Ferdian dengan keras.
"Sudah terlambat!" Teriak Beny dan Rodry bersamaan.
Mereka bertiga segera meraung dengan keras dan menguatkan kaki mereka.
Gerakan mereka tiba tiba menjadi sangat cepat dan segera menyusul Miguel.
Ferdian dan Beny sudah ada di depan Miguel, sementara Rodry ada di belakangnya.
Itu benar benar pemandangan yang sangat menakutkan !
Mereka bertiga di beri tempat pelatihan disini oleh Rizki memang untuk sekaligus menjaga pabrik ini.
Lalu Siapa pun yang membuat masalah disini maka pantas mati.
Apalagi Miguel datang kemari dengan berniat untuk membunuh seseorang ditempat pelatihan mereka?
Pertempuran langsung meledak !
Miguel segera bersiap meskipun ada sedikit kengerian di hatinya.
Mereka benar benar berniat membunuh Miguel !
"SIALAN!!" Teriak Miguel yang langsung bergerak menyerang kearah tiga orang itu.
"Wah ternyata dia berani juga!" Ujar Ferdian yang bergerak maju kearah Miguel.
Tinju Miguel bergerak dengan cepat kearah kepala dari Ferdian.
Namun tiba tiba sebuah tendangan mendarat di bagian tubuh Migul dan membuatnya terbang beberapa meter.
"Beny, dia milik ku!" Ujar Ferdian yang terlihat kesal.
"Ayolah bukan kah kita sedang berlomba!" Ujar Beny dengan tersenyum mengejek.
Sedang berdebat tentang Miguel, tiba tiba Rodry bergerak menyerang kearah Miguel yang mulai berdiri.
Tendangan Rodry menuju tepat ke arah jantung dari Miguel.
Namun tendangan itu dapat di tahan oleh Miguel dengan tangannya.
Tapi dia merasakan tangannya sedikit mati rasa karena menahan tendangan itu.
"Bagaimana bisa kota seperti ini dapat menyudutkan ku!" Gumam Miguel dengan gelisah.
Meskipun matanya terlihat waspada, tapi sebenarnya Miguel sedang mencari celah untuknya dapat melarikan diri.
Rodry kembali menyerang dengan tinjunya kearah wajah Miguel.
__ADS_1
Tapi Miguel dapat menghindar dan mencoba membalas dengan tinju kearah tubuh Rodry.
Tiba tiba tinju Miguel berhasil di tahan oleh Beny.
"Sialan kau Rodry!" Ujar Beny yang akan memberikan tinjunya kearah Miguel.
Namun lagi lagi Miguel berhasil menghindari itu dengan sangat baik.
Tapi tiba tiba sebuah pukulan berhasil mendarat di perut Miguel !
"Aaarrggghhhhh!!" Teriak Miguel dengan keras.
Miguel memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Sebelum dia dapat berdiri tiba tiba sebuah tendangan mengenai rahangnya dan membuat Miguel tergeletak.
"SIALAN!!" Teriak Miguel dengan keras.
Meskipun Miguel punya dua tangan, tapi bukan berarti menjadi tandingan dari enam tangan yang datang terus menerus menyerangnya.
Ekspresi wajah dari Miguel di penuhi dengan teror yang sangat kuat.
Dia tidak percaya bahwa tempat ini memiliki pejuang yang terampil.
Jangan kan mereka bertiga, jika hanya ada satu orang diantara mereka saja maka akan sulit untuk membunuh Sarah Keihl.
"Kalian..!" Miguel mengerang karena merasakan sakit yang luar biasa.
"Ayo bawa dia pergi!" Ujar Ferdian mengajak Beny dan Rodry.
"Itu benar, jangan biarkan dia menganggu orang orang beristirahat!" Ujar Beny yang langsung mengangkat Miguel.
Mereka dengan cepat membawa Miguel ke ruangan di dekat lapangan tempat mereka berlatih.
Mereka tidak mengikat Miguel sama sekali !
"Ceritakan semuanya sekarang?!" Ujar Ferdian dengan meninju perut Miguel.
"Siapa kamu dan apa yang kau lakukan disini!" Ujar Beny yang menendang Miguel hingga terpental.
"Kau juga begitu terampil, jika aku berhadapan dengan mu seorang diri, mungkin aku akan kesulitan!" Ujar Rodry menampar Miguel.
Miguel sudah memuntahkan darah karena pukulan dan tendangan itu.
"Jika kalian berani membunuhku, maka Kota Nozel akan hancur!" Ujar Miguel dengan sombong.
Ferdian yang mendengar itu langsung meninju lengan Miguel dengan keras.
"KRRAAAKKK!" Terdengar suara patahan lengan Miguel.
"Aaarrggghhh!!" Teriak Miguel dengan keras.
"Apa kau masih berani mengancam kami?!" Tanya Ferdian yang terlihat sangat marah.
"Ferdian, kau sepertinya lelah, biarkan aku mengambil alih!" Ujar Rodry yang langsung menginjak tangan Miguel yang patah.
"Apa.. apa yang ingin kau lakukan?!" Tanya Miguel yang terlihat ketakutan.
Miguel hanya bisa berteriak karena siksaan yang Ferdian, Rodry dan Beny lakukan.
Mereka bahkan membuat tangan dan kaki Miguel patah !
"Tolong lepaskan aku.. lepaskan aku!" Teriak Miguel dengan keras.
__ADS_1
Namun tidak ada yang perduli dengan semua kesedihan dan tangisan itu.
Mereka hanya membalasnya dengan lebih banyak pukulan.