Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Operasi


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗


Yuk tinggalkan jejak!


Akhirnya ada waktu untuk update lagi, yeay!!!


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗


...💜💜💜...


Zayn menaikkan sebelah alisnya bingung, tadi ia baik-baik saja kenapa sekarang kesakitan seperti ini?


"Sakit bagaimana?" tanya Zayn.


Zayn langsung duduk di pinggir ranjang lalu mengecek denyut nadi Nara.


"Bagian mana yang sakit?" tanya Zayn.


Nara langsung mengarahkan tangannya ke perut bagian kanan bawah dengan wajah yang sedikit meringis.


"Disini, rasanya sakit." jawabnya.


Wajah Nara semakin terlihat pucat begitu pula dengan bibirnya sendiri yang terlihat putih tak berwarna.


Zayn langsung mengecek dengan menekan bagian perut kanan yang Nara tunjuk tadi dan benar saja istrinya itu langsung meringis kesakitan dan perutnya juga terasa memberat saat Zayn tekan.


"Akkhh.. dokter, sakit." ringisnya.


"Apa kau mengalami gangguan pencernaan akhir-akhir ini?" tanyanya.


Jika benar Zayn tidak akan tinggal diam.


"Ya, sudah beberapa hari ini aku mengalami gangguan pencernaan tapi sepertinya ini karena aku salah makan saja." jawabnya.


Zayn berdecak dan menjitak kepala Nara dengan cepat, bisa-bisanya ia mendiagnosa dirinya sendiri dan mendahului dirinya yang seorang dokter.


"Kenapa tidak mengatakannya padaku? kau tahukan aku dokter, seharusnya katakan apapun yang kau alami dan kau rasakan, kau tidak bisa mendiagnosa sendiri apa penyakit yang menyerangmu." omelnya.


Nara menahan nafasnya sendiri, "Ayolah Zayn nanti saja mengomelnya.. aku juga tidak tau jika akan separah ini." batinnya.


"Semuanya jadi seperti ini karena kau yang menganggapnya sepele, jangab sepelekan lagi penyakitmu!" omelnya lagi.


Hah, kesalnya Zayn dengan istrinya ini.


Baiklah, tahan Zayn tahan..


"Kita harus kerumah sakit sekarang." ucapnya dengan segera.


Nara langsung melirik ke arahnya, "Rumah sakit? kenapa?" tanyanya.


Zayn berjalan masuk ke dalam walk in closet tak mengindahkan pertanyaan Nara, ia memilih buru-buru untuk mengambil coat miliknya dan juga Nara, lalu sarung tangan, sepatu dan jug syal.

__ADS_1


Begitu mendapatkan semuanya ia langsung keluar dan meletakkannya di atas ranjang membuat Nara semakin bingung.


Ada apa sih dengan suaminya? kenapa buru-buru seperti ini?


Aku sedang kesakitan kenapa kau malah buru-buru mengajak kerumah sakit, jelaskan dulu kenapa! aku sedang sakit apa! begitulah yang ingin Nara teriakkan.


"Kau sedang sakit, menurut diagnosaku kau terkena usus buntu dan kita harus kerumah sakit untuk itu." jelasnya seakan ia tau apa yang Nara teriakkan dalam hatinya.


Ah, Zayn...


Tidak berubah, ia selalu tau apa yang ingin Nara dengar dari mulutnya.


"Ayo bangun, pakai coatmu dan juga syalnya. Suhu diluar masih terlalu dingin." kata Zayn.


Namun Nara tak kunjung bangun, bagaimana lagi perutnya terasa sakit dan nyeri sekali bahkan bergerak sajapun rasanya susah sekali.


"Kenapa diam saja? ayo, kau harus segera diperiksa." tanyanya.


"Bantu aku untuk bangun." kata Nara.


Zayn berdecak sejenak kemudian langsung membantu Nara untuk duduk dipinggiran ranjang dengan perlahan dan membantunya memakai coat, memakaikan syal, memakaikannya sarung tangan dan juga memakaikannya sepatu.


Nara hanya diam saja menunggu Zayn melakukan semuanya dengan wajah pucatnya dan sakit di perutnya yang tak kunjung membaik.


"Kau bisa jalan?" tanya Zayn begitu selesai.


Nara mengangguk walaupun ia tidak yakin bisa berjalan seperti biasanya. Ia hanya tidak ingin membuat Zayn semakin kesal dengannya.


Zayn langsung mengulurkan tangannya pada Nara dan dengan perlahan Nara menggenggamnya. Baiklah Zayn harus tetap tenang agar Nara juga tidak panik.


Perlahan Nara berdiri, ia berjalan namun susah sekali karena sakit diperutnya yang tak tertahankan.


Akhirnya Zayn pun langsung menggendong Nara ala bridal style, ia tidak ingin membuang lebih banyak waktu hanya untuk menunggu Nara berjalan langkah demi langkah kerumah sakit.


Jika seperti itu sakit Nara hanya akan bertambah parah.


"Kita harus cepat, kau harus diperiksa secepat mungkin." ucapnya.


Zayn langsung membawa Nara keluar dari kamarnya setelah membawa ponsel keduanya, ia membopong Nara sepanjang jalan hingga masuk ke dalam mobil.


Dan diperjalananpun Zayn tetap berhati-hati mengendarai mobil miliknya yang lain, audi berwarna hitam elegan miliknya.


Sayang sekali mobil bmwnya harus rusak kemarin malam karena kecelakaan itu, tapi ya sudahlah tidak apa-apa.


Karena salju yang turun cukup lebat kemarin malam dan jalanan sepertinya licin Zayn akhirnya memilih untuk berhati-hati dan tidak mengebut.


30 menit mereka baru sampai di parkiran rumah sakit karenanya dengan wajah Nara yang semakin pucat dan keringat dingin yang mengucur di pelipisnya.


Hah, bahkan natal kali ini pun ia harus kerumah sakit. Padahal Zayn berniat untuk menikmati waktu romantis berdua dengan istrinya.


"Dokter, ada apa?" tanya salah satu perawat saat Zayn masuk ke dalam rumah sakit dengan Nara di gendongannya.

__ADS_1


"Istriku sedang sakit, aku merasa ini usus buntu jadi aku ingin segera memeriksanya."


"Baik dokter, akan saya panggilkan dokter lain untuk membantu." kata perawat.


Karena Zaynlah, semuanya menjadi lebih cekatan, bahkan Aeri yang bertugas di bangsalpun ikut bersamanya untuk mengetahui kondisi terkini dari Nara.


Dan satu dokter wanita membantu Zayn untuk ini, dokter Melisa yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam.


Hanya ada beberapa dokter spesialis yang bertugas dihari natal ini, selebihnya dokter umum dan dokter residen.


Setelah di periksa, benar ternyata Nara mengalami usus buntu dan sudah lumayan parah. Ia harus segera mendapatkan operasi hari ini juga.


"Kau harus dioperasi." kata Zayn.


Nara langsung membelalakkan matanya, ia menggeleng dengan cepat.


Tidak, jangan sampai!


"Tidak dokter, tidak.. aku tidak ingin dioperasi." jeritnya ketakutan walaupun perutnya terasa nyeri.


"Tidak apa, kau tidak akan merasakan sakitnya. Kau hanya tertidur, lagipula aku dan dokter Melisa yang akan melakukan operasinya." jelas Zayn.


"Kau yang akan melakukannya? tidak dokter, aku mohon tidak... aku tidak ingin dioperasi." lirihnya sambil menangis.


Zayn langsung berdecak mendengarnya, seperti anak kecil saja takut sekali untuk dioperasi pikirnya.


"Kalau kau tidak mau dioperasi kau akan terus merasa kesakitan, kau ingin perutmu terus terasa nyeri seperti ini dan ususmu membusuk di dalam?" tanya Zayn sambil menekan perut Nara.


"AAAAAAAAAAAA!!!!!! Tidak dokter aku tidak, jangan sakit-AAAAAA!!!!" Teriaknya.


Zayn langsung melepaskan tangannya, "Kalau begitu menurut saja padaku, serahkan semuanya pada suamimu ini yang penuh bakat dan dijamin handal. Kau tidak akan merasakan sakit nantinya." jelasnya.


Menenangkan Nara sembari memuji dirinya sendiri? seperti itulah.


"Siapkan ruangan operasinya." kata Zayn pada Aeri.


"Kau berjanji tidak akan sakit kan?" tanya Nara sekali lagi, tolong ia takut sekali.


"Tidak sakit, mungkin kau hanya merasa seperti disayat saja setelah biusnya hilang."


Wajah Nara semakin pucat mendengarnya.


...💜💜💜...


Nunggu lama di prank author... wkwkwk..


Sabar ya, kayanya banyak yang nungguin Zayn junior disini😣 Nikmatin dulu masa gesrek dari keduanya haha..


Dan Author minta maaf banget baru bisa update, kendala karena masa orientasi perkuliahan yang cukup bikin stres dan menyita waktu jadi tidak bisa menulis beberapa hari ini.


Tetap tungguin yaa, salam cintaa❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2