Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Mulut pedas Zayn


__ADS_3

Zayn menatap restoran di depannya, terhitung ini yang ke 16 kalinya ia datang kesini untuk menemui seorang wanita.


Jujur, para pegawai disana pun menertawakan dirinya karena selalu saja ada hal-hal lucu yang terjadi selama kencan butanya dengan para gadis pilihan mamanya.


Ting


Zayn mengambil ponselnya yang ada di saku celananya, ternyata sang mommy lah yang mengiriminya pesan.


"Lakukan dengan benar kencanmu kali ini Zayn, mommy sudah berusaha keras untuk membuatnya setuju dan jangan lagi libatkan OCD mu itu, tolong!"


Ting


"Cepat temui dia didalam! operasi selesai pukul 7 malam dan kau baru datang di jam segini! hah."


Zayn tertawa melihat pesan yang dikirimkan mamanya, ia melirik ke arah parkiran mobil dan ada mobilnya disana dengan sang mommy yang duduk di dalam memantau.


"Lihat saja mom, aku akan membuat gadis orang menangis lagi hari ini." gumam Zayn.


Dengan langkah santai Zayn masuk ke dalam restoran dan langsung di sambut oleh salah satu pegawai restoran.


"Tuan Zayn? mari saya antar ke ruangan anda, nona Jessica sudah menunggu." ucapnya sambil mengulum senyuman.


"Ah aku bisa berkhayal kencan kali ini akan berhasil, mana ada yang bisa menolak pesona seorang aktris cantik papan atas seperti Jessica." batin pegawai tersebut.


"Jangan banyak berpikir." ucap Zayn.


Pegawai tersebut langsung tersentak dan tertawa, ia berjalan diikuti oleh Zayn yang tetap menjaga jarak dengannya.


"Silahkan tuan."


Zayn masuk ke dalam ruangam tersebut, disana seorang perempuan cantik dengan tubuh aduhai tengah duduk menunggunya sembari meminum wine.


"Kau datang." ucapnya sembari membalikkan badan dengan elegan.


Duduk dengan kaki yang bertumpu, minum dengan perlahan menampakkan kaki jenjang dan juga tubuhnya yang proporsional.


Siapapun yang meliriknya pasti langsung jatuh cinta kepadanya, apalagi ia memiliki wajah cantik dengan daya tarik tersendiri.


"Ya, aku datang."


Zayn mengambil cairan disinfektan yang biasa ia bawa dan menyemprotkannya di kursi serta meja dan mengelapnya dengan tisu yang ia bawa.


Sontak hal itu membuat Jessica kaget bukan main, walaupun nyonya Fei sudah memberitahunya bahwa Zayn mengidap OCD namun Jessica tidak berpikir akan separah itu.

__ADS_1


Zayn duduk setelah merasa yakin kursi dan juga mejanya sudah bebas dari kuman dan juga bakteri, duduk berhadapan dengan Jessica dengan wajah datar.


Zayn menatap Jessica dari ujung rambut hingga ke batas dadanya yang terbatas karena meja.


"*Dia baru saja mencuci rambutnya sore ini."


"Dia pergi ke klinik kecantikan pagi tadi."


"Matanya bersih, telinganya juha bersih serta hidungnya juga tidak terlihat bulu halus dari luar dan kulitnya cukup sehat terawat*."


"Tidak mau berkenalan lebih dulu?" tanya Jessica.


"Tidak perlu, aku sudah tahu namamu dan aku yakin mommy sudah memberitahumu banyak hal tentangku, untuk apa lagi berpura-pura untuk berkenalan?" tanya Zayn menohok.


Jessica mengerjapkan matanya berulang kali, "Benar-benar tajam sekali." gumam Jessica kesal.


Jessica tersenyum manis kepada Zayn dan hanya di balas dengan senyuman tipis yang membuat Jessica semakin malas berhadapan dengannya.


"Mau makan sekarang?" tanya Jessica.


"Ya."


Jessica memanggil pegawai tadi untuk kembali masuk ke dalam sembari membawakan satu buku menu.


"Maaf mbak, dokter Zayn tidak pernah makan dan minum jika ke tempat ini." jawab pegawai itu hati-hati.


Jessica langsung gelagapan mendengarnya berbeda dengan Zayn yang terlihat santai melihat pemandangan luar dari jendela.


"Ahh begitu ya.. tapi tetap saja Zayn, kau pasti lelah setelah bekerja seharian. Bukankah lebih baik jika memesan sesuatu disini?" tanya Jessica lembut.


"Boleh, aku pesan steak juga tapi masak dengan steril dan bersih, aku tidak mau ada satu bakteripun di makananku. Bagaimana?" ucap Zayn.


Jessica tertawa mendengarnya, tawa yang sedikit dipaksakan sebenarnya karena dirinya sendiripun tidak tahu harus bagaimana.


"Ya, kau tahu pasti kalau restoran ini sangat terkenal dan terjamin kebersihannya jadi jangan takut." ucap Jessica.


Zayn hanya diam mendengarkannya, ia lebih memilih memperhatikan jam rolex kesayangannya.


"Tolong buatkan segera ya." ucap Jessica dengan senyum manis kepada pegawai tersebut.


"Baik tunggu sebentar ya." ucap pegawai tersebut dan keluar dari ruangan.


Jessica terus tersenyum sampai pintu di tutup dan kini hanya ada dirinya dan juga dokter penggila kebersihan, Zayn.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tersenyum begitu, lipstickmu bisa rusak." ucap Zayn.


Jessica mengerjapkan matanya mendengarnya, "Tunggu, kenapa kau santai sekali berbicara denganku?"


"Lalu aku harus bagaimana? memanggilmu nyonya aktris papan atas di negeri ini?" ucap Zayn.


"Tidak, maksudku apa kau tidak tersanjung bisa kencan berdua denganku? kau pasti tahu jadwalku sangat padat."


Zayn menyunggingkan senyumannya, "Jadwalku juga padat sama sepertimu, aku menjalani banyak operasi dan juga pemeriksaan di rumah sakit."


"Ah tapi kenapa kau harus susah payah duduk disini jika jadwalmu padat? aku tidak memintamu kesini." ucap Zayn.


Jessica menghela nafasnya kasar mendengar perkataan Zayn, ia meminum semua wine yang tersisa digelas miliknya.


"Lalu kau akan bilang apa mengenai mommymu yang terus merengek kepadaku agar mau berkencan denganmu?" tanya Jessica.


"Mommyku memang seperti itu tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk berkencan dengan gadis manapun termasuk dirimu."


Jessica langsung kehabisan kata-kata mendengarnya, "Kau.. sungguh.. ah menyebalkan. Aku tidak yakin akan ada gadis yang mau menikah denganmu di masa depan."


"Terima kasih atas pujianmu, aku sangat tersanjung tapi maaf aku tidak membutuhkannya sama sekali."


"Kau tahu? seleraku juga bukan gadis yang berbicara sepertimu dan memiliki wajah palsu seperti dirimu." ucap Zayn menohok.


Jessica langsung membelalakkan matanya dan memegangi wajahnya sendiri.


"Kau pikir tidak akan ada yang tahu bahwa kau menjalani operasi plastik di bagian mata dan juga hidungmu?" tanya Zayn membuat Jessica kalah telak dengannya.


"Ti-tidak! siapa yang mengatakan bahwa aku menjalani operasi plastik? hah, kau salah menilaiku." ucapnya masih membela diri.


Zayn menyunggingkan senyumannya, "Hei, aku sudah menjadi dokter sejak umur 25 tahun, kau pikir bisa menipuku dengan operasi yang terlihat tidak alami itu? hahaha.. dimana kau melakukannya? sungguh luar biasa."


Zayn tertawa dengan sangat keras membuat Jessica kehilangan kesabarannya dan juga rasa malunya yang terasa di injak-injak.


Brak


"Sudahlah, aku tidak ingin lagi berhubungan denganmu! tolong bicara dengan mommymu bahwa aku tidak akan pernah mau menjalani apapun lagi dengan dirimu yang menyebalkan!"


"Dengan senang hati, kau bisa kembali bekerja dan menghibur penggemarmu." jawab Zayn.


Jessica langsung mengambil tasnya dan pergi dari ruangan tersebut, menutup pintu dengan keras.


"Hah, sama saja seperti yang lainnya." ucap Zayn menghela nafasnya.

__ADS_1


__ADS_2