Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Kau musim panasku


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗


...💜💜💜...


Zayn dan Nara pun langsung berjalan menuju ke halte. Zayn berjalan dengan langkah malas sedangkan Nara di depannya berjalan sembari bersenandung senang.


"Kenapa kau tidak membawa mobilmu sendiri? menyusahkan saja harus menaiki bus seperti ini." tanyanya.


Nara berbalik lalu menghampiri Zayn, "Aku pikir tadi untuk apa membawa mobil karena aku bisa pulang ke apartement bersama denganmu jadi aku meninggalkan mobilku di basement." jelasnya.


"Lagipula bukan salahku jika aku tidak membawa mobil dan kau mengalami kecelakaan seperti ini juga kan tidak disengaja dokter."


Nara diam lalu menatap Zayn dengan tatapan penuh tanya membuat suaminya itu berbalik menatapnya dengan tajam.


"Ada apa kau menatapku seperti itu?"


"Apa kau sengaja kecelakaan dan bermaksud untuk membiarkan aku menunggumu di taman sendirian?" tanya Nara.


Tak


Satu jitakan keras langsung didapatkan oleh Nara hingga membuatnya meringis.


"Bodoh sekali, kau pikir aku mau membuat tubuhku sendiri luka seperti ini dan kehilangan satu mobil Bmw milikku?" tanyanya.


Ah benar, mobilnya bmw.. pasti mahal sekali dan Zayn tidak akan mungkin mengorbankannya.


Nara menghedikkan bahunya lalu kembali berjalan di depan Zayn. Kembali bersenandung senang.


Nara berbalik menatap Zayn yang wajahnya datar tanpa ekspresi, "Ayo dokter kenapa jalanmu lama sekali?" tanya Nara.


Zayn berdecak mendengarnya, "Berisik sekali." jawabnya pelan.


"Ayo cepat!" kata Nara.


Nara kembali berjalan menuju ke halte begitu sampai disana, ia langsung duduk di kursi sendirian. Tidak ada lagi penumpang yang menunggu disana.


Hanya dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Zayn pun tiba di depannya, ia menatap kursi panjang yang diduduki oleh Nara dengan ragu.


"Ada apa?" tanya Nara dengan sebelah alis terangkat.


"Tidak ada." jawabnya.


Namun Zayn hanya berdiri saja disana, tidak berniat duduk sama sekali ataupun berpindah posisi.

__ADS_1


"Duduklah, nanti kau lelah menunggu dokter. Masih ada 30 menit lagi sampai busnya datang." ucapnya.


"Tidak mungkinkan, kau berdiri saja disana selama 30 menit." lanjutnya lagi.


Nara juga punya hati, siapa yang tahan berdiri diluar dicuaca dingin.


Zayn pun mengeluarkan disinfektannya lalu menyemprot kursi yang ada disamping Nara.


Kebiasaan lama suka sulit untuk dihilangkan.


"Apakah harus disemprot dulu dokter? aku baik-baik saja duduk disini." tanyanya.


Zayn duduk di sebelahnya setelah memastikan bahwa ia sudah membunuh kuman disana.


"Kita tidak tau apa yang penumpang lain lakukan sembari menunggu disini atau dia darimana dan kuman apa yang dibawanya. Jadi aku hanya berusaha untuk melindungi diriku saja." jawabnya.


Nara menghela nafasnya pelan, ya sudahlah namanya juga Zayn. Suaminya ini juga baru sekali pergi terapi dengan Jesslyn jadi sabar-sabar saja menunggunya hingga kembali normal.


Nara dan Zayn sama-sama diam menatap butiran salju yang turun dihadapan mereka berdua. Seumur hidup keduanya, baru kali ini mereka merayakan salju pertama dengan orang lain.


Biasanya Nara akan sibuk bekerja di cafe saat salju turun seperti ini, sibuk mencuci piring di dapur dan mengantarkan pesanan kepada pembeli yang ramai berkunjung.


Tapi hari ini tidak, Nara pergi ke taman menikmati kencan singkat dengan suaminya sendiri.


Dan Zayn juga begitu, biasanya ia akan sibuk bekerja mati-matian di rumah sakit. Sibuk dengan dirinya sendiri dan baginya apapun harinya semuanya sama saja.


Tidak ada hari istrimewa untuk dirayakan sekalipun itu hari ulang tahunnya sendiri.


Dulu dalam bayangan Zayn, ia berpikir bahwa dirinya akan hidup sendirian hingga ajal menjemputnya. Ia akan menikmati hidupnya sendiri dengan caranya yang tidak biasa.


Namun nyatanya semuanya berubah setelah ia bertemu dengan Nara di penghujung musim panas lali menikah dengannya dan menjalani musin gugur bersamaan


Hingga akhirnya musim dingin pun tiba.


"Dokter.." panggil Nara.


Zayn bergumam menanggapinya. Keduanya kemudian sama-sama diam.


Zayn menatap lurus kedepan sedangkan Nara menatap kedua sepatunya yang ia ayunkan bergerak ke depan dan ke belakang bergantian.


"Ada apa?" tanya Zayn karena Nara tak kunjung berbicara.


"Kau tau kapan kita berdua pertama kali bertemu?" tanyanya sambil menatap salju didepan.


"Saat bulan juni, di musim panas." jawab Zayn dengan cepat.


Wah.. bolehkan Nara speechless karena suaminya ini mengingatnya dengan baik?


"Lalu kenapa dengan itu?" tanya Zayn.

__ADS_1


Nara mengulum senyumnya sendiri.


"Aku pikir kau musim panasku dokter." ucapnya kemudian menatap Zayn.


Zayn pun langsung menatapnya. Keduanya terdiam saling bertukar tatap di halte yang sepi di tengah hujan salju.


Musin panas yang diselimuti oleh musim dingin.


"Maksudku, kau selalu bisa menjadi penghangat hariku, kau bisa melindungiku dari dinginnya dan kejamnya dunia luar. Bukankah itu hal yang luar biasa?" tanyanya.


Deg


Zayn langsung berdebar mendengarnya. Hal yang luar biasa? apa dia sudah melakukan suatu kebaikan untuk orang lain?


"Terima kasih dokter sudah hadir sebagai musim panasku. Kau orang terbaik yang pernah aku temui setelah aku dibuang oleh saudaraku dan tinggal di panti."


"Aku baru bisa mengatakannya sekarang padamu disini, saat kita tengah duduk di halte berdua. Mungkin tidak berkesan tapi aku bersyukur untuk segalanya yang telah kau lakukan untukku dokter. Aku bersyukur."


"Hidupku jauh lebih baik."


Nara tersenyum setelah mengatakannya, mudah-mudahan saja ini yang terbaik baginya dan juga Zayn. Setelah mengatakan hal ini padanya.


Namun Zayn hanya diam, ia tak mampu berkata apapun kepada Nara sebagai balasan ucapan terima kasihnya karena dirinya sudah hadir.


Sebagai gantinya Zayn merasakan jantungnya berdebar dengan kencang dan telinganya memerah.


Zayn berdehem sejenak, mengerjapkan kedua matanya sendiri.


"Kau memang pandai sekali membuat orang lain merasa tidak nyaman denganmu." ucapnya.


Nara hanya bisa tersenyum mendengarnya dan tak lama kemudian bus dengan tujuan ke arah apartement mereka berdua tiba.


"Ayo dokter." ajak Nara.


Nara langsung naik ke bus lebib dulu dan duduk di salah satu kursinya. Zayn pun masuk kemudian, berjalan hendak menghampiri Nara namun supir bus langsung menahan langkah kakinya.


"Ada apa?" tanya Zayn pada supir tersebut.


"Kau harus membayar dulu sebelum naik." ucap supir tersebut.


Zayn mengerutkan keningnya, "Berapa?" tanyanya.


"Bayar pakai kartumu tapi jika tidak ada bayar 15000 rupiah."


Zayn mengambil dompetnya sendiri, lalu mengambil black card miliknya dan memberikannya pada supirnya membuat sang supir frustasi.


"Kau tidak pernah naik bus sebelumnya?" tanyanya.


"Tidak, ini pertama kalinya dan aku hanya punya kartu ini dan tidak punya uang cash lagi. Apa kartu yang kau maksud?" tanyanya.

__ADS_1


Nara yang ada dikursi langsung menghampiri keduanya dan menempelkan kartunya di scanner.


"Aku saja yang bayar, maaf sudah membuat anda repot." kata Nara sambil membungkuk pada sopir bus.


__ADS_2