
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca🤗🤗🤗🤗
...💜💜💜...
Nara berguling-guling di atas ranjangnya sendiri. Dirinya semakin terbiasa menjadi pengangguran banyak uang yang tidak perlu melakukan apapun.
Ia hanya duduk diam dirumah dan uang mengalir dengan deras ke dalam rekeningnya.
Dan kalian tau itu semua terjadi karena siapa?
Tentu saja karena Zayn, suami tercinta Nara yang sedang sibuk-sibuknya bekerja.
"Ah.. bosan sekali. Apa aku tidak bisa melakukan pekerjaan apapun sekarang?" gumamnya.
Ia menatap langit-langit kamarnya sendiri lalu teringat dengan mommy Fey yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
Mommy Fey juga tidak pernah menghubunginya.
"Kenapa mommy tidak pernah menghubungiku ya?" gumamnya.
Tak
Nara memukul dahinya sendiri.
"Bodoh Nara, bodoh sekali." gumamnya.
"Kau kan menantunya seharusnya kau yang menghubunginya lebih dulu bukan mommy."
Nara meringis, "Ah.. kenapa aku tidak berpikir sejauh ini. Pasti mommy kecewa sekali padaku sebagai menantunya karena tidak pernah menghubunginya sama sekali." ucapnya.
Nara pun langsung mengambil ponselnya sendiri dan menghubungi mommy.
"Halo Nara... ada apa menelpon mom?" tanyanya.
Nara menggigit bibirnya sendiri, lihatkan.. bahkan mommy bertanya ketika ia menghubunginya.
"Tidak ada apa-apa mom, aku hanya merindukanmu saja." jawab Nara.
"Ah.. benarkah? senang sekali rasanya ketika ada yang menghubungiku dan mengatakan merindukan mom. Kau jauh lebih baik daripada Zayn anak mommy."
"Bagaimana kabarmu mom? kau baik-baik saja kan?" tanya Nara.
Terdengar tawa kecil dari Fey.
"Ya tentu saja, mommy sangat baik setelah Zayn menikah. Bagaimana denganmu Nara? kau baik-baik saja kan?" tanyanya.
"Ya mom, aku sangat baik " jawab Nara.
"Ah iya, apa Zayn bersikap baik padamu Nara? mengingat dia memiliki kebiasaan aneh." tanya mommy.
"Ya mom, Zayn baik sekali padaku. Ia baik padaku selama ini dan membuatku nyaman berada di dekatnya."
"Benarkah? kalau begitu kapan mommy akan mendapatkan cucu dari kalian berdua?" tanyanya.
Cucu!
Ah, apa itu.. kenapa malah membuat Nara jadi malu..
__ADS_1
"Cu-cucu mom?" tanya Nara.
"*Ya tentu saja! kalian berdua kan sudah menikah jadi sudah seharusnya kalian memiliki anak apalagi jika kalian berdua sering berhubungan." kata Fey.
'Sering berhubungan*'
Kyaa... Nara semakin malu.
Ternyata menghubungi mommy malah membuat dirinya memerah malu seperti ini. Bagaimana jika ia datang menemui mommynya? pikirnya.
Habislah dirinya.
"Halo Nara.." panggil Fey.
"Ya mom?" tanya Nara.
"Tunggu, kau diam saja. Apa kalian berdua tidak pernah berhubungan sebagai pasangan?" tanyanya.
Nara menarik nafasnya dalam.
Pernah mom! pernah! bahkan Zayn tidak bisa berhenti melakukannya setelah malam itu.
"Per-pernah mom." cicit Nara.
Haish, mau ditaruh dimana wajahnya sekarang ini. Nara sudah kepalang malu sekali dengan mommy karna pembicaraan ini.
Niat hati ia ingin menjadi menantu yang baik karena menghubungi mama mertuanya dan setelah itu berkunjung ke mansion, namun ia malah mendapatkan pertanyaan yang membuatnya menjadi berpikir ulang.
"*BENARKAH? AAAAA!!!" Pekik Fey.
"Ah.. kau tau Nara? mommy senang dan lega sekali mendengarnya."
"Mommy pikir kalian akan sulit berhubungan mengingat Zayn seperti itu dan ia juga sibuk*."
Zayn selalu punya cara untuk melakukannya.
"Jadi itu artinya mommy akan mendapatkan cucu sebentar lagI?" tanyanya.
Nara tersipu malu mendengarnya lalu memegang perutnya sendiri.
Sepertinya lucu jika ia hamil dan ada anak Zayn disana.
"Mungkin mom.. aku juga tidak tau." jawab Nara.
Terdengar diujung sana mommy Fey meletakkan ponselnya dengan grusak grusuk lalu berteriak senang. Ia juga mengobrol dengan para maid.
Mengatakan bahwa dirinya akan menjadi nenek dan Zayn akan segera memiliki anak.
*Kalian tau? aku akan jadi seorang grandma sebentar lagi!
Aku akan menjadi granda!
Zayn, akan segera memiliki anak!
Kalian percaya itu kan?
Aaaaa!!! aku sangat menantikan saat saat ini.
Akhirnya saat-saat ini tiba juga*.
Nara tersenyum simpul mendengarnya, begitukah? pikirnya.
__ADS_1
Apakah jika dirinya hamil akan membuat semua orang senang?
Haha.. Nara jadi tersanjung.
Tak lama kemudian mommy berhenti membuat heboh, ia mengambil ponselnya lagi.
"Halo Nara.."
"Iya mom?" tanyanya.
"Mulai sekarang makan makanan yang sehat dan bernutrisi. Mommy akan mengirimkan seorang chef perempuan ke rumah kalian. Dia disana akan mengatur makananmu dan juga Zayn agar tetap sehat." ucapnya.
Nara langsung membelalakkan matanya.
Gawat, jangan sampai mommy tau jika mereka masih tinggal secara terpisah seperti ini.
Jika mommy tau ia pasti akan kecewa dan sangat sedih nantinya.
Nara tidak ingin itu terjadi.
Jangan sampai.
"Ah tidak perlu mom, aku dan Zayn baik-baik saja. Kami juga menjaga pola makan kami dengan baik disini. Mommy tidak perlu repot-repot melakukannya." kata Nara.
"Benarkah? ah.. mommy hanya ingin memantau apa yang kalian makan dengan baik." ucapnya.
"Terima masih mom, aku sangat senang mendengarnya bahwa kau memperdulikan kami berdua seperti ini."
"Tapi aku masih sanggup untuk memasak untuk diriku dan juga Zyan mom, jadi maaf aku tidak bisa menerimanya mom." kata Nara.
Terdengar helaan nafas dari mommy Fey. Mungkin ia kecewa karena Nara tidak setuju dengan usulannya.
Tapi bagaimana pun dengan keadaan rumah tangganya tidak sebaik yang dibayangkan.
Ia dan Zayn masih perlu mrmperbaiki banyak hal lainnya.
"Baiklah jika itu keinginanmu mommy tidak masalah. Tapi mommy ingin kau tetap menjaga pola makanmu dengan baik, oke Nara?" kau mengertikan?" tanya Fey.
Nara mengangguk, "Ya mom, aku mengerti." jawabnya.
"Baiklah, mommy akan minta kepada chef di mansion untuk membuat list makanan yang baik untukmu dan juga Zayn agar cepat hamil dan cemilan apa saja yang sebaiknya kau konsumsi dan yang harus kau hindari untuk sementara waktu."
"Nanti mommy akan mengirimnya lewat pesan kepadamu. Dibaca ya Nara."
"Ya mom, aku akan membaca dan memakan makanan yang sehat seperti yang chef berikan."
"*Ah, aku senang sekali memiliki menantu yang menurut seperti dirimu. Pantas saja Zayn sangat senang padamu Nara."
"Jaga dirimu dan juga Zyan baik-baik ya? hubungi mommy jika terjadi sesuatu. Mommy akan selalu ada untum dirimu dan juga Zayn." ucapnya*.
Nara tersenyum mendengarnya, mommy menyayanginya. Ia bahkan mengatakan itu.
Nara jadi ingin mendengarnya langsung dari ayah dan juga ibunya sendiri. Walaupun rasanya mustahil sekali.
"Baik mom, aku akan sering-sering menghubungimu dan bertanya bagaimana keadaanmu nantinya."
"Terima kasih Nara. Aku akan sangat menyayangimu. Baiklah, mommy ada perkumpulan dengan ibu-ibu sosialita di daerah ini. Kita akhiri sampai disini ya menantuku!" ucapnya.
"Baik mom, jaga dirimu dengan baik."
"Yaa, kau juga sayang." jawab Fey.
__ADS_1
Setelah itu telepon langsung terputus.