
"Bagaimana ini mom?" tanya Nara khawatir.
Mereka baru saja sampai di rumah sakit dan keluar dari mobil setelah hampir dua jam perjalanan dengan mencari jalan pintas.
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore saat mereka sampai, tidak sesuai ekspetasi Fey yang mengatakan semuanya akan selesai dalam dua jam.
Nyatanya mereka menghabiskan waktu tiga jam lebih, hampir empat jam lamanya hanya untuk ini.
"Tenang saja, mom yang akan bertanggung jawab jika Zayn marah kepadamu." ucapnya.
Nara mengangguk mengerti, mereka masuk ke dalam rumah sakit bersama. Semua pekerja yang ada disana langsung berhenti dan membungkuk saat Fey dan Nara lewat.
Mereka sangat menghormati Fey dan wanita paruh baya itu juga akan kesal jika ada yang tidak patuh kepadanya.
Karena sudah jam segini, dan Nara pikir Zayn pasti sudah selesai maka mereka langsung menaiki lift menuju ke ruangan Zayn.
Ruangan pria itu yang sampai hari ini hanya ada tiga orang yang bisa menginjakkan kakinya disana yaitu Aeri, Fey dan tentu saja Nara.
Begitu keluar dari lift Nara langsung memakai hand sanitizer dan juga menyemprotkan disinfektan ke seluruh tubuhnya.
Ia tidak aman membuat Zayn lebih marah lagi karena kuman, kuman dan kuman.
"Mom tidak memakainya?" tanya Nara saat dirinya selesai.
Fey menggelengkan kepalanya, "Tidak-tidak.. Mom tidak mau, tidak sehat terus-terusan menyemprotkan disinfektan ke tubuh apalagi mom sudah tua."
"Lagipula hanya Zayn saja yang berlebihan." cibir Fey.
"Aku hanya menjaga agar diriku tetap sehat mom."
Nara dan Fey langsung menatap ke samping kanan, disana Zayn tengah berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada. Sertakan juga wajah datarnya dan tatapan penuh amarahnya itu.
Wah Zayn sedang marah sekarang.
"Darimana saja? aku sudah menunggu selama hampir dua jam." tanyanya pada Nara.
"Nara ikut dengan mom untuk fitting gaun pernikahannya. Mom mengajaknya karena harus buru-buru." ucap Fey.
"Kau seharusnya memberitahuku dulu mom bukan asal mengajaknya saja saat aku tengah bekerja. Kau tau aku tidak suka hal seperti ini kan?"
"Kau juga, aku memintamu untuk tetap duduk diam manis sebagai seorang tunangan saja tidak bisa, aku baru memintamu menungguku selama lima jam."
"Bagaimana jika aku memintamu menunggu seumur hidup?" cercahnya lagi.
"Aku minta maaf Zayn tapi aku juga tidak tau bagaimana harus mengabarimu, kau sedang bekerja kan, aku tidak bisa mengganggu jalannya operasi."
Zayn langsung menatap ke arah mommynya, mommy yang mengajak Nara pergi artinya 80 persen kesalahan ada di mommynya.
__ADS_1
"Hah, kalian berdua pandai membuatku emosi. Karena ini aku tidak ingin menikah mom, wanita hanya membuat kepalaku pusing dengan kelakuannya." ucapnya.
Nara langsung terdiam mendengarnya, jadi dia membenci wanita?
"Karena itu mom mau kau menikah Zayn, kau belum merasakan bagaimana indahnya pernikahan. Mom menjodohkanmu dengan banyak gadis agar kau jatuh cinta."
Fey terdiam sejenak lalu menatap Zayn dan juga Nara.
"Tunggu! Kalian berdua saling mencintai kan? benarkan? jangan bilang kau tidak mencintai Nara Zayn!!!"
Zayn menelan ludahnya sendiri, memang benar itu kenyataannya. Dia dan juga Nara tidak memiliki perasaan satu sama lain.
Mereka memutuskan menikah juga untuk menguntungkan kedua belah pihak. Zayn ingin terbebas dari tuntutan menikah dan sebagai imbalannya ia akan memberikan nafkah kepada Nara.
"Kau salah mom.. mana mungkin aku mau menikah jika tidak mencintainya." ucap Zayn enteng.
"Benarkah?"
"Ya mom, kau tau sendiri aku benci berhubungan dengan wanita lalu untuk apa aku bersusah payah menjalin tali pernikahan dengan dirinya?" tanyanya.
Nara diam mendengarkan, berada di posisinya berarti dirinya harus diam dan jangan ikut campur dengan kebohongan yang Zayn katakan.
"Sudahlah, mom pulang saja.. aku mau berbicara hal penting dengan calon istriku." ucapnya.
'Calon istri'
Pipi Nara langsung bersemu merah mendengarnya, namun sedetik kemudian wajahnya kembali datar mengingat ini hanyalah sekedar ucapan manis Zayn saja.
"Jangan bersikap ingin tau mom, sudah kembali saja ke mansionmu." usir Zayn.
Fey menghela nafasnya pelan, "Baiklah mom pergi sekarang. Sampai jumpa calon menantuku." ucapnya pada Nara.
Nara mengangguk kaku, "Hati-hati dijalan mom."
Fey masuk ke dalam lift lagi, kini tinggal dirinya dan juga Nara disana..Aeri tengah sibuk memgecek pasien Zayn.
"Masuk." ucapnya.
Zayn berjalan lebih dulu, Nara mengikutinya dari belakang. Mereka masuk ke dalam ruangan Zayn, pria itu langsung menutup pintunya.
"Maafkan aku dokter.. aku hanya mengikuti permintaan mommy." cicitnya.
Zayn menghela nafasnya, "Ya aku mengerti, berhenfi membicarakan itu sebelum aku marah lagi."
Nara mengangguk mengerti, "Lalu hal penting apa yang ingin kau bicarakan denganku dokter?" tanyanya.
Zayn diam, ia duduk diatas mejanya tepat disebelah kursi kerjanya. Zayn menatap Nara lalu melambaikan tangannya agar Nara mendekat.
__ADS_1
"Kemari." ucapnya.
Nara langsung mendekat dan berdiri di depan Zayn, wow tinggi mereka jadi setara jika seperti ini. Ah, kaliam belum tau ya.
Zayn memiliki tinggi badan seperti model, 186 cm. Sangat jangkung berbeda dengan Nara yang hanya memiliki tinggi badan 163 cm.
Jauh dibawahnya.
"Kau sudah mensterilkan tubuhmu kan? aku was-was masih ada kuman disini." ucapnya sambil menunjuk pakaian Nara.
"Tidak, aku sudah bersin dokter."
Enak saja Zayn masih menyinggung perihal kuman, padahal ia sendiri tau Nara sudah memakai disinfektan.
"Bagus, ini perihal penting karena kau tau bagaimana kondisiku."
"Ya, apa itu dokter?" tanyanya.
Saat acara pernikahan nanti akan banyak tamu yang datang, aku pasti akan merasa sangat sesak disana. Bisa kau membantuku? maksudku buat aku tenang, kita tidak bisa meninggalkan acara begitu saja."
Nara mengangguk perlahan, "Tapi bagaimana caraku membuatmu tenang?" tanyanya.
Zayn menggenggan tangan Nara membuat gadis itu tersentak kaget, "Seperti ini, bibi dulu sering menggenggam tanganku saat aku ketakutan. Tangannya yang hangat membuatku tenang, dan aku minta kau lakukan ini juga nanti untuk membuatku tenang." jelasnya.
"Baiklah akan aku lakukan."
Zayn langsung melepaskan tangannya setelah mendapat persetujuan dari Nara.
"Ada satu lagi." ucapnya.
Nara mengkerutkan dahinya, "Apa itu?" tanyanya.
"Skinship."
Nara langsung membelalakkan matanya, dia tidak salah dengarkan? Zayn mengatakan skinship tadi.
"Kau tau kan kita harus banyak melakukan skhinship nantinya terumata ciuman, ahh... aku tidak bisa melakukannya tiba-tiba.. aku takut pingsan dan syok jika kita melakukannya."
"Lalu kau ingin aku melakukan apa dokter?" tanyanya.
"Cium aku."
"Hah? apa maksudmu dokter?"
"Cium aku sekarang, kau pandai melakukannya seperti malam itu. Jadi cium aku agar tidak terlalu kaget nantinya."
"Tapi-maksudku apa kita perlu melakukannya?" tanya Nara gugup.
__ADS_1
Hei, siapa yang tidak gugup jika diminta untuk mencium tiba-tiba seperti ini.
Ahh, Nara ingin menghilang saja.