
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentarπ€
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membacaπ€π€π€π€
Crazy up mulai hari ini sampai akhir hari sabtu!
...πππ...
Zayn langsung melepaskan pelukannya dengan Nara, berdehem pelan.
"Dingin, ayo kita pulang." ajaknya.
Nara mengangguk, mereka berdua berjalan bersama kembali ke rumah yang mereka tumpangi.
"Besok jam berapa peletakannya?" tanya Nara.
"Jam 8 pagi, jangan berdandan terlalu cantik."
Nara mengernyitkan dahinya sembari berbalik, berjalan mundur menatap Zayn.
"Kenapa?" tanyanya.
"Jangan berjalan mundur, nanti tersandung." kata Zayn memberitahu.
Nara menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak akan."
"Jadi kenapa aku tidak boleh berdandan cantik?" tanyanya.
Zayn bergumam, "Karena ada banyak laki-laki disana, para pekerja jadi kau tampil sederhana saja agar tidak dilirik." jawabnya.
Nara mengulum senyumnya mendengarnya, lihatkan suaminya ini sepertinya cemburu jika dirinya cantik dimata orang lain.
"Kau cemburu jika pria lain melirikku?" tanya Nara.
"Tidak!" elak Zayn.
Nara tertawa, "Benarkah dokter?" tanyanya.
Zayn mendengus, ia memalingkan wajahnya tak ingin menatap Nara.
"Aaakk!"
Kaki Nara tersandung, untungnya saja Zayn dengan cepat menarik tangan Nara agar tidak jatuh.
"Kau benar-benar ingin membuatku sakit jantung ya?!" tanya Zayn.
Nara hanya bisa tertawa pelan saja mendengarnya.
"Perhatikanlah jalanmu, jangan jalan mundur seperti tadi." kata Nara.
"Baiklah, aku mengerti." jawab Nara.
Nara langsung berjalan seperti biasanya, bersampingan dengan Zayn.
Pemandangan yang cantik jika dilihat dari belakang, dua pasangan suami istri sedang berjalan bersama di desa yang terlihat cantik di penghujung musim gugur yang mulai terasa dingin.
"Kau cemburukan?" tanya Nara lagi.
"Tidak! kau terlalu pede!" elak Zayn.
"Iya kan? mengaku saja." tanya Nara lagi.
__ADS_1
Zayn berhenti membuat Nara pun ikut berhenti, "Kau mau aku hukum ya." tanyanya.
Zayn langsung menggendong Nara layaknya karung beras untuk pulang.
"Dokter!!" pekik Nara.
"Siapa suruh kau berisik sekali."
"Turunkan aku dokter, kau tidak malu dilihat oleh penduduk disini? aku sangat malu, ayo cepat turunkan aku." kata Nara.
"Tidak, simpan saja rasa malumu." jawab Zayn enteng.
...πππ...
Keesokan paginya jam 7 lewat, hampir jam 8 pagi semua orang sudah berkumpul di lokasi yang akan dibangunkan rumah sakit oleh Zayn.
Bukan hanya Zayn saja yang ada disana, dokter-dokter lainnya dan juga para petinggi rumah sakit juga hadir disana untuk menyaksikan secara langsung acara peletakan batu pertama.
"Kau yang akan melakukannya?" tanya Nara.
Zayn mengangguk, "Ya, aku yang akan meletakkan batu pertamanya karena rumah sakit ini milikku." jawabnya singkat.
Saat semua orang sudah berkumpul, para pekerja sudah berada di barisannya masing-masing dan juga alat-alat berat sudah berjejer dengan rapi.
Tak lama kemudian, acara pun dimulai. Tanpa membuang waktu atau banyak berbasa basi, Zayn langsung maju ke depan.
Menyampaikan beberapa patah kata di depan umum membuat Nara yang berdiri di dekatnya merasa kagum akan dirinya sendiri.
Benar-benar bunglon.
Bisa terlihat sangat kharismatik, bisa terlihat tampan, bisa terlihat keren saat bekerja, dan bisa terlihat sangat mengesalkan saat dirumah.
Saat Zayn meletakkan batu pertamanya, tepuk tangan riuh langsung terdengar.
Barulah Zayn bertemu dengan yang lainnya terlebih dahulu, banyak berbincang walaupun dirinya juga tetap menjaga jaraknya sendiri.
"Sudah selesai?" tanya Nara.
Zayn mengangguk, "Sudah, kau lihatkan? lihatlah ada banyak pekerja yang akan membantuku untuk membangun rumah sakit ini." ucapnya.
Nara mengangguk, "Ya banyak sekali."
"Kau bisa membayar mereka semua untuk mengerjakan ini, kenapa kita tidak membayar orang juga untuk langsung pindah rumah?" tanyanya lagi.
Nara benar-benar ingin pindah rumah.
"Kan sudah kukatakan padamu, kita harus mencari rumah yang tepat terlebih dahulu. Kita harus melihatnya secara langsung dan bertemu dengan pemiliknya untuk diskusi harga baru setelah itu kita membelinya."
"Kau pikir akan cukup selama seminggu saja disaat aku sibuk seperti ini?" tanya Zayn.
Nara menggelengkan kepalanya, "Tidak akan cukup." jawabnya.
"Nah, sudah tau kan? kita tunggu saja sampai musim semi tiba, baru kita pindah ke rumah baru setelah itu." kata Zayn sambil menarik Nara ke dalam pelukannya.
"Baiklah, aku sangat menantikannya." kata Nara senang.
"Mengapa kau sangat menantikannya?" tanya Zayn.
Nara bergumam, "Entahlah, aku merasa pengap saja tinggal di apartement seperti tidak ada kehidupan sama sekali disana." jawabnya.
Ah begitu..
"Tunggulah sebentar lagi. Di musim dingin saat bersalju pun akan banyak terjadi kecelakaan di lalu lintas karena jalanan licin dan rumah sakit pasti akan sibuk saat itu."
__ADS_1
"Apalagi di malam natal."
Hah, Zayn sampai jengah karena setiap malam natal rumah sakit akan penuh oleh pasien luka ringan.
"Kalau begitu kau tidak akan pulang saat malam natal?" tanya Nara.
Zayn menghedikkan bahunya, "Tidak tau, tahun-tahun sebelumnya aku menginap di rumah sakit tapi mudah-mudahan saja semua orang dilindungi saat malam natal nanti jadi tidak ada yang terluka dan aku juga bisa pulang ke rumah dengan cepat." ucapnya.
"Semoga saja." kata Nara.
...πππ...
Malam harinya keduanya sampai tengah malam di apartement. Zayn terus memantau perkembangan pembangunan rumah sakit sampai sore hari.
Ia sampai lupa sendiri jika Nara menunggunya untuk pulang.
"Dokter." panggil Nara.
Zayn berbalik lalu menatapnya dengan alis terangkat satu, "Ada apa?" tanyanya.
Nara menunjuk ke arah mini market yang ada dibawah unit apartement, "Aku ingin membeli es krim." ucapnya.
Zayn langsung menatapmya tajam mendenga permintaan Nara yang menurutnya konyol tersebut.
"Kau ingin membeli es krim? cuaca dingin seperti ini?" tanyanya tak percaya.
14 derajat. Cukup dingin untuk tanggal sebelum musim dingin sesungguhnya.
"Satu saja.. aku ingin es krim cokelat." pintanya.
"Tidak." tolak Zayn dengan tegas.
"Nanti kau flu jika meminum es krim terus, kemarin saja saat disana kau sudah membeli es krim dan meminumnya di pinggir pantai dengan angin yang kuat."
"Kau ingin membuatku susah?" tanyanya.
Nara langsung mendengus kesal mendengarnya, "Kali ini saja dokter, satu saja. Bolehkan?" tanyanya lagi.
"Aku mohon kali ini saja, aku tidak akan meminta lagi besok." ucapnya memohon.
Akhirnya mau tak mau Zayn pun menganggukkan kepalanya, "Hanya satu saja dan ini yang terakhir sebelum musim dingin benar-benar berakhir." kata Zayn sebelum masuk ke dalam mini market.
"Baiklah, aku mengerti!" jawab Nara senang.
Nara langsung mengambil satu buah es krim cokelat dan Zayn membayarnya. Harganya tidak mahal namun mengizinkan orang untuk mengkonsumsinya saat musim dingin sangat sulit.
"Wah.. kau benar-benar gila. Bisa-bisanya kau makan es krim dengan lahap." kata Zayn tak percaya.
Nara hanya menghedikkan bahunya saja, "Tidak masalah dokter karena ini es krim terakhirku di musim ini. Aku harus menunggu lama sekali sampai kau mengizinkanku untuk membelinya lagi."
"Baguslah kalau kau ingat." kata Zayn.
Pintu lift terbuka di lantai apartement Nara, ia dan Zayn keluar bersamaan dan masuk ke dalam apartement bersamaan.
"Kau ingin tinggal bersamaku saja?" tanya Zayn tiba-tiba.
Nara langsung berbalik dan menatapnya, "Maksudmu?" tanyanya.
"Tinggal bersamamu di lantai atas selama musim dingin." kata Zayn lagi.
"Kau mau atau tidak?"
"Tinggal bersamamu? tapi kenapa tiba-tiba?" tanyanya heran.
__ADS_1
Zayn mengerjapkan kedua matanya, "Karena kau terlihat menginginkannya. Jadi aku bertanya, kau ingin tinggal bersama saja atau tidak?"
Nara langsung menyunggingkan senyumannya, "Tentu saja aku mau."