
Tok tok tok..
Aeri mengetuk pelan pintu ruangan Zayn membuatnya langsung berbalik dan menatap Aeri yanh berdiri tepat diluar garis keramik ruangannya.
"Ada apa Aeri?" tanya Zayn.
Aeri membungkukkan badannya, "Maaf dokter, tadi salah satu teman perawat saya di bawah mengatakan jika Nara sudah pulang."
Zayn memejamkan matanya perlahan, "Terima kasih Aeri, kau boleh pulang sekarang. Istirahatlah." ucap Zayn.
"Terima kasih dokter, saya kembali kerumah lebih dulu. Selamat malam dokter." ucap Aeri sambil menundukkan kepalanya.
"Ya, malam." jawab Zayn singkat.
Zayn menghela nafasnya pelan, "Ck, bodoh sekali. Kenapa aku menghubunginya tadi."
"Haisshh!" Zayn mengambil kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya dengan cepat.
Malam ini Zayn akan beristirahat lebih dulu, ia sudah pusing dan lelah setelah operasi dan kini harus memikirkan Nara juga.
"Dia hanya membuatku pusing saja. Inilah alasan akj tidak ingin menikah, ck." gumam Zayn dan langsung menjalankan mobilnya.
...πππ...
Esok paginya, Zayn sudah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan agak jauh dari biasanya namun tetap bisa memantau dan menunggu Nara keluar dari dalam kamar kostnya.
"Kemana dia? kenapa belum keluar juga?" gumam Zayn kesal.
Zayn tidak ingin menghubungi Nara sama sekali, gadis itu hanya akan merasa besar kepala nantinya jika dirinya mencarinya terus.
Tak lama kemudian terlihat Nara keluar dari dalam kamar kostnya, menggunakan pakaian biasa namun terlihat cukup rapi hari ini.
Zayn mendesah pelan melihat penampilannya, "Ada apa dengan dirinya? apa dia tidak memiliki pakaian yang bagus?" gumamnya.
Saat Nara hampir sampai di pinggir jalanan, Zayn menjalankan mobilnya dan berhenti tepat di depan Nara membuat gadis itu kaget.
Zayn menurunkan kaca mobilnya dan menatap Nara tajam membuat gadis itu takut karenanya.
Nara membungkukkan badannya, "Selamat pagi dokter, apa yang kau lakukan disini?" tanya Nara.
"Aku hanya ekhem.. lewat, ya hari ini aku tidak memiliki jadwal pagi jadi aku bersantai." ucapnya.
Nara tersenyum kikuk mendengarnya, "Begitu ternyata."
"Kau, ingin pergi kemana kau dengan pakaian seperti itu?" tanya Zayn.
Nara melirik kearah pakaiannya sendiri, tidak ada yang salah dengan yang ia pakai. pikirnya.
"Aku? aku ingin ke rumah sakit untuk menemuimu dokter, bukankah kau memintaku untuk bekerja disampingmu?" tanya Nara memastikan.
Zayn menganggukkan kepalanya, "Ya, tapi tidak dengan pakaian seperti itu. Apa kau tidak memiliki gaun yang bagus?" tanyanya.
Nara menggelengkan kepalanya, "Aku harus berhemat selama ini dokter, bagaimana bisa aku membeli pakaian bagus." jawabnya.
__ADS_1
Zayn menghela nafasnya pelan, "Kau sangat menyusahkan." ucapnya.
"Ambil ini." ucap Zayn dan melemparkan cairan disinfektan kepada Nara.
Karena sudah hafal apa yang harus dilakukan, Nara langsung menyemprotkan cairan disinfektan di tubuhnya sendiri.
"Sudah dokter." ucapnya.
Zayn menunjuk ke kursi di belakangnya, "Naiklah." katanya.
Nara menganggukkan kepalanya, ia masuk dengan hati-hati kedalam mobil Zayn. Begitu Nara duduk, Zayn langsung menjalankan mobilnya dengan cepat.
Ia hampir terlambat sebenarnya untuk jadwal konsultasinya dengan para pasien tapi sudahlah.
15 menit, hanya perlu waktu sebentat Zayn langsung memarkirkan mobilnya di basement sebuah mall besar di kotanya.
"Dokter, apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Nara.
"Diamlah sebentar." ucap Zayn dan Nara langsung menutup mulutnya sendiri.
Zayn mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya yang ia minta untuk mengelola mall miliknya ini.
"Kosongkan semua lantai, aku akan segera masuk ke dalam dalam 15 menit." ucap Zayn dan langsung menutup teleponnya.
Sontak semua pegawai langsung panik dan membersihkan seluruh tempat di mall tersebut.
Untungnya mall baru akan dibuka setengah jam lagi, jadi belum ada pengunjung yang datang kesana. Dan karena Zayn datang, maka mall akan ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan.
Tentu saja, debu sedikit saja Zayn tidak akan mentolerirnya sama sekali apalagi kerumunan orang yang akan membuatnya marah.
"Dokter.." panggil Aeri.
"Aku akan datang lebih lama, mungkin satu jam lagi jadi atur ulang jadwalku." ucap Zayn.
"Kau terlambat dokter? ah baiklah, aku akan mengatur ulang jadwal konsultasimu pagi ini." jawabnya.
"Baiklah, terima kasih." kata Zayn dan langsung menutup teleponnya.
"Apa itu? dia bisa mengatakan terima kasih juga." gumam Nara pelan.
Zayn menjentikkan jarinya, "Hei, jika ingin membicarakan diriku, bicaralah dalam hati. Suaramu terlalu keras untuk didengar." sindirnya.
Nara langsung membungkukkan badannya, "Maaf dokter." ucapnya.
"Hah, aku lupa dia memiliki kemampuan khusus seperti itu." gumam Nara lagi.
"Ya, karena itu jangan lupakan kemampuanku untuk mendengar ocehanmu itu." jawab Zayn.
Nara langsung menutup bibirnya sendiri, tak akan berkata apapun lagi yang hanya memancing keributan antara dirinya dan juga Zayn.
"Sudah 15 menit, ayo turun!" ajak Zayn.
"Kau ingin membeli sesuatu kesini? tapi mallnya belum buka." tanya Nara.
__ADS_1
"Mall ini milikku jadi turun dan ikuti saja perkataanku." katanya.
Nara membelalakkan matanya kaget, ia segera turun dan menyusul Zayn yang berjalan lebih dulu di depannya.
Saat Zayn dan Nara masuk ke dalam mall, salah satu orang kepercayaan Zayn sudah menunggunya di depan dan menunduk hormat saat Zayn datang.
Zayn menghirup dalam-dalam udara di dalam mall lalu menyunggingkan senyumannya.
"Kalian sudah melakukannya sebelum aku marah, bagus." katanya.
Nara ikut menghirup dalam-dalam dan langsung terbatuk membuat Zayn menatap tajam ke arahnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya.
"Aku penasaran dokter, ah ternyata ini bau disinfektan." jawab Nara.
Orang kepercayaan Zayn pun ikut terkejut saat tau bosnya itu membawa seorang gadis ke mall miliknya.
Seorang Gadis.
"Ayo cepat jalan, aku sibuk." ucap Zayn.
Zayn berjalan lebih dulu dan Nara mengikutinya dari belakang, dengan cepat Zayn masuk ke salah satu toko pakaian dari merk terkenal.
Ia melihat-lihat gaun yang dipajang disana dan menunjuk beberapa gaun yang menurutnya bagus.
"Aku akan membeli ini." ucap Zayn.
Pegawai toko tersebut mengangguk mengerti dan mengambil semua gaun yang di tunjuk oleh Zayn, total ada sekitar 12 gaun.
Kemudian Zayn mengambil salah satu gaun lagi, berwarna peach dengan potongan yang pendek dan press di tubuh.
Zayn menatap Nara yang terlihat terkejut dengan apa yang Zayn lakukan.
"Dokter, kau membelikanku gaun?" tanya Nara.
Zayn melemparkan gaun yang dipegangnya kepada Nara, "Pakai itu sekarang juga dan buang pakaian lamamu." ucapnya.
"Tapi dokter-"
"Tidaka ada tapi-tapian, cepat ganti pakaianmu disana." ucapnya.
Nara langsung melenggang masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti pakaiannya, ia melihat tubuhnua sendiri.
"Wah gaun ini terlalu bagus untukku... dan cukup ketat." gumam Nara.
"Cepatlah jangan banyak berkaca." ucap Zayn dari luar.
Nara langsung buru-buru keluar, Zayn menatapnya dengan tajam.
"Bagus, mataku tidak sakit lagi melihat pakaianmu." kata Zayn dan langsung berjalan meninggalkan Nara.
Nara menatap tak percaya dengan apa yang didengarnya.
__ADS_1
"Dia bilang pakaianku tadi membuat matanya sakit?" tanya Nara tak percaya.