Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Ingin kubuat tidak bisa berjalan?


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗


Yuk tinggalkan jejak!


Part sebelumnya mengandung unsur 21+ jadi proses review jauh lebih lama.


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗


...💜💜💜...


Zayn berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan penuh percaya diri.


Ia tersenyum lebar kepada semua orang yang dilewati olehnya termasuk para perawat dan juga dokter yang berlalu lalang.


Tentu saja hal itu membuat mereka merinding dan mewanti-wanit sesuatu yang akan terjadi.


Pasalnya dokter dengan perawakan keras dan juga kaku itu tidak pernah sekalipun tersenyum kepada mereka semua.


Yang ada hanyalah wajah kaku dan tatapan mengintimidasi yang sudah menjadi santapan sehari-hari seluruh rekan sejawat di rumah sakit.


"Selamat pagi dok." sapa salah satu dokter koas cantik sambil membungkukkan badannya.


Zayn melirik ke arahnya sekilas, "Ya, pagi." jawabnya.


Sontak hal itu membuat semua orang heboh.


"Wah.. apa yang terjadi dengan dokter Zayn? dia menjawab sapaan dokter koas itu?" gumam salah satu dokter berbisik pada yang lainnya.


"Kau lihat? dokter Zayn juga tersenyum senang saat masuk tadi." bisik yang lainnya.


"Aku jadi merinding." kata dokter yang lain dan diangguki oleh keduanya.


Sedangkan Zayn masuk ke dalam ruangannya sembari bersenandung senang, ia mengingat kembali bagaimana indahnya malam harinya dengan Nara dan bagaimana manisnya istrinya itu pagi ini.


"Ah, apa ini? kenapa aku memikirkannya terus?" gumam Zayn.


Zayn keluar saat pintu lift terbuka, Aeri sudsh stand by di meja kerjanya dengan lembaran medis pasien yang tengah di baca olehnya.


"Pagi Aeri." sapa Zayn lebih dulu.


Aeri tersentak, ia menatap Zayn dengan tatapan melongo tak percaya sampai dokter Zayn masuk ke ruangannya.


"Apa itu? dia menyapaku?" gumam Aeri kaget.


Aeri langsung merinding kaget, "Ia menyapaku untuk pertama kalinya setelah tiga tahun aku bekerja dengannya." gumamnya.


Aeri melihat kalender lalu jan secara bergantian dan mengambil bolpoin miliknya sendiri.


Ia menuliskan tanggal di secarik kertas.


"21 Juli 2021, pukul 08.15 pagi. Dokter Zayn untuk pertama kalinya tersenyum dan menyapaku sebagai perawatnya selama tiga tahun ini."


Begitulah yang Aeri tulis dan ia tempelkan di meja kerjanya sendiri sebagai pengingat.


Zayn duduk di kursinya sendiri, lalu menatap laporan medis di depannya dan juga hasil pemeriksaan labiratorium dari beberapa pasien keracunan makanan yang dirawat oleh dirinya.


"Syukurlah, sebentar lagi mereka bisa pulang." gumamnya senang setelah membacanya.

__ADS_1


Tok tok tok..


"Masuklah." kata Zayn.


Hah, seperti ini saja Aeri mengetuk pintu dahulu sebelum masuk.


Waktu ia dan Nara menikmati ciuman panas mereka, Aeri langsung membuka pintu begitu saja dan membuat kegiatan mereka terhenti.


Dasar membuat Zayn kesal saja.


Ceklek


Aeri membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan Zayn sembari membawa beberapa data pasien Zayn.


"Anda hari ini ada praktik dokter, beberapa pasien yang sudah membuat janji dengan anda namanya terdaftar disini." ucap Aeri sembari memberikan sebuah lembaran kertas yang cukup tebal.


"Astaga, berapa banyak pasienku hari ini?" tanya Zayn.


Lihatlah, lihatlah.. Zayn bahkan sampai terkejut melihat berapa banyak data pasiennya.


"Ada sekitar 30 pasien lebih dokter." jawabnya.


Zayn membelalakkan matanya menatap Aeri nyalang, dasar wanita ini umpatnya.


"Kenapa banyak sekali? tidak bisakah kau membaginya sebagian menjadi hari esok?" tanya Zayn.


Aeri menelan salivanya sendiri susah payah, "Maafkan aku dokter tapi itu juga beberapa pasienmu kemarin yang belum sempat kau periksa." jawabnya.


"Dan besok juga kau ada operasi besar dok, operasi pengangkatan sel kanker payudara." lanjutnya.


Zayn langsung menghempaskan tubuhnya ke belakang, memijit kepalanya sendiri.


Jika seperti ini, Zayn akan pulang tengah malam lagi.


"Dokter, kau tidak apa-apa?" tanya Aeri.


Zayn menarik nafasnya dalam, "Ya, ya.. aku tidak apa-apa. Kalau begitu, jam berapa pasien pertamaku?" tanyanya.


"Jam sembilan pagi dokter." jawab Aeri.


Zayn melirik jam tangannya sendiri, ah masih banyak waktu ternyata.


"Baiklah, kau boleh keluar sekarang dan jangan masuk." usir Zayn.


"Aku akan keluar sendiri 15 menit sebelum jadwal pasienku." lanjutnya.


Aeri mengangguk mengerti, "Baik dokter, kalau begitu saya permisi." ucapnya.


Aeri langsung berjalan mundur dan menutup pintu ruangan Zayn dengan perlahan.


Setelah memastikan pintu sudah tertutup dengan rapat, Zayn langsung merogo kantong celananya sendiri mengambil ponselnya.


Dengan cepat ia memanfaatkan waktu yang ada untuk menghubungi Nara.


Panggilan pertama tidak diangkat membuat Zayn mengumpat kesal.


"Kemana dia? kenapa tidak menjawab teleponku." gumam Zayn kesal.

__ADS_1


Lagi, ia menghubungi Nara dan setelah sekian lama menunggu akhirnya Nara mengangkat teleponnya.


"Halo dokter... kau menelponku? ada apa?" tanyanya.


Zayn berdecak pelan, "Kenapa lama sekali menjawabnya? kau sedang apa rupanya? ck ck ck." omelnya.


Terdengar Nara berguman sejenak.


"*Ah itu, maafkan aku dokter.. aku sedang berendam air hangat tadi."


"Kau tau kan tubuhku rasanya pegal semua dan aku kesulitan untuk berjalan*."


Zayn tersenyum miring mendengarnya, "Benarkah? ingin kubuat tidak bisa berjalan?" tanyanya.


"Tidak-tidak! jangan dokter!" tolak Nara dengan cepat.


Zayn langsung tertawa mendengarnya, menghibur sekali bisa mengerjai Nara seperti ini.


"Takut sekali." ejeknya.


Nara diam sejenak, "Ada apa kau menelponku dokter? bahkan belum ada setengah jam sejak kepergianmu." tanyanya.


"Karena itu, kau tidak merindukanku?" tanya Zayn.


Diam lagi. Ah pasti Nara sedang linglung sekarang pikir Zayn. Hah, lucu sekali.


"Tidak usah malu, tadi malam saja kau tidak malu saat melakukannya denganku." ejek Zayn lagi.


"Dokter!!!!! berhentilah mengejekku." omel Nara.


Zayn tertawa dengan keras, bahkan Aeri yang ada diluar ruanganpun bisa mendengar tawa Zayn dengan jelas.


Ia sampai merinding sendiri.


Zayn tertawa? sudah seperti spikopat. Aneh dan juga mengerikan.


Aeri lebih memilih dokternya itu marah-marah seperti biasanya pada dirinya dibandingkan tersenyum, menyapa dirinya dan juga tertawa seperti itu.


"Baiklah baiklah. Aku hanya ingin memberitahumu saja bahwa Aeri membuat jadwalku padat, aku punya banyak sekali pasien yang harus aku tangani hari ini dan juga besok." kata Zayn.


"Sangat padat?" tanya Nara.


"Ya padat sekali seperti milikmu."


"DOKTER!!!!!!!" Pekik Nara di ujung sana.


Zayn bahkan sampai menjauhkan ponselnya sendiri, teriakan Nara begitu memekik ditelinganya.


"Baiklah, kau sensi sekali." kata Zayn.


"Datanglah malam ini ke rumah sakit, aku akan bekerja sampai malam sekaligud mengecek pasien." titahnya.


"Baiklah aku akan ke rumah sakit. Apa kau perlu sesuatu? ingin kubawakan makan malam apa?" tanya Nara.


Zayn bergumam sejenak sembari memutar-mutar kursinya sendiri.


"Kau ingin membawakankh makan malam juga?" tanyanya.

__ADS_1


"Ya jika kau mau, biasanya juga kau memintaku membawa bekal ke rumah sakit."


"Aku bosan, bagaimana jika aku memakanmu saja?" tanyanya.


__ADS_2