Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Tanggal pernikahan


__ADS_3

Zayn dan Nara berjalan bersamaan masuk ke dalam mansion keluarga Xavier yang hanya dihuni sendirian oleh mommy Fey.


Nara berjalan dengan susah payah dibelakang Zayn karena laki-laki itu memintanya untuk memakai heels.


"Sialan, dia sepertinya sengaja ingin membuatku kesusahan dengan sepatu ini." gerutu Nara.


Zayn sudah masuk lebih dulu ke dalam mansion dan berbincang dengan bibi yang akrab dengan Zayn sedangkan Nara masih bersusah payah menaiki tangga satu per satu.


"Dimana calon istrimu Zayn?" tanya bibi.


Zayn menatap keluar, bibi itu pun ikut menatap keluar dan mengulum senyum saat melihat Nara tengah berjalan dengan susah payah menaiki tangga.


"Sepertinya kau memilih wanita biasa bukan anak orang kaya." ucap bibi itu.


"Aku benci dengan wanita kaya bi, terlihat jelas di mata mereka hanya harta yang mereka inginkan. Dan kau tau jelas aku tidak suka kepalsuan." ucapnya.


Bibi itu menganggukkan kepalanya, "Kau benar Zayn."


"Hei cepatlah, kau ingin membuat mommy menunggu hanya karena kau menaiki tangga?" pekik Zayn.


Nara langsung berpegangan dengan tiang saat mendengar teriakan Zayn itu, jika tidak ia pasti akan berguling ke bawah sekarang.


"Ck, dia tidak sabaran sekali." gerutunya.


Nara langsung buru-buru naik, ia berjalan dengan langkah yang aneh menghampiri Zayn.


"Sepertinya aku memang harus menyuruhmu sering-sering memakai heels agar kau semakin pandai." ucapnya.


"Ya, kau benar." jawab Nara kesal.


"Ya sudah, ayo.. mommyku pasti sudah menunggu didalam." ajaknya dan langsung berjalan lebih dulu.


Tidak ada romantisnya sama sekali.


Nara tersenyum manis dan membungkukkan badannya kepada bibi itu.


"Masuklah." ucapnya.


Nara mengangguk dan langsung menyusul Zayn masuk ke dalam. Dari ruang makan terdengar suara musikal yang menggema dengan indah.


Suara yang lembut mampu menghantarkan suasana menjadi hening dan tenang.


"Kalian sudah disini." ucap Fey senang saat Zayn dan juga Nara masuk ke dalam ruang makan.

__ADS_1


Tentu saja Fey langsung menghampiri keduanya namun Zayn langsung menghindar, ia belum terbiasa untuk bersentuhan dengan orang lain.


"Oh menantuku yang manis dan normal. Bagaimana kabarmu?" tanya Fey.


"Aku baik-baik saja mommy." jawab Nara sopan.


"Duduklah, mommy sangat senang dengan kehadiranmu. Mansion ini menjadi lebih hidup karena kehadiranmu disini." ucapnya.


Tentu saja, Fey sendirian disini ia tidak memiliki teman untuk berbicara kecuali dengan para maid. Bahkan saat Zayn datang berkunjung pun anaknya itu hanya diam saja.


"Terima kasih mom."


Tak lama kemudian para maid datang mengantarkan makan malam untuk ketiganya. Steak untuk Fey dan juga Zayn sedangkan Nara mendapatkan makan malam berupa sepotong salmon panggang dan juga salad dipiringnya.


"Ah itu, kau harus berdiet Nara untuk mempersiapkan gaun pernikahanmu. Jadi mommy siapkan salmon panggang dan juga salad yang rendah kalori." ucap Feu menjawab segala kebingungan Nara.


Nara tersenyum kaku mendengarnya, "Ah.. haha.. begitu ternyata.. terima kasih mom, aku.. tidak menyangka kau bisa memikirkannya." ucapnya.


Zayn tertawa pelan mendengarnya, jelas-jelas Nara terlihat sedih karena itu namun ia pura-pura senang. Dengan santainya Zayn memakai steaknya sendiri.


"Tentu saja, kau harus mendapatkan bentuk tubuh yang ideal saat hari pernikahanmu agar Zayn bisa merangkul pinggangmu dengan nyaman."


"Uhukk uhukk.." Zayn langsung tersedak mendengar ucapan mommynya.


"Ups.. sorry Zayn." kata mommynya.


Dia hanya penasaran dengan hubungan anaknya dan juga Nara. Ia ingin benar-benar memastikan bahwa anaknya itu bukanlah gay seperti gosip dan normal seperti pria dewasa pada umumnya.


Apalagi umur Zayn tidak bisa dikatakan muda lagi, ia sudah sangat-sangat siap untuk menikah di umurnya ini.


Wajah Nara dan juga Zayn langsung memerah mendengar pertanyaan dari Fey. Apalagi Nara, wajahnya sangat-sangat merah.


Jika Zayn mengatakan, pembulun darah di wajah Nara pecah sehingga wajahnya menjadi merah seperti itu.


"Kenapa wajah kalian berdua memerah seperti itu? ahh.. pasti sudah ya.. baguslah, mommy tidak perlu khawatir lagi kalau begitu." ucapnya senang.


"Ekhemm.. jangan aneh-aneh mom. Habiskan makananmu. Kau juga Nara, kau harus.. harus berdiet untuk acara pernikahan nanti." ucap Zayn gugup.


"Baiklah-baiklah.. mommy mengerti. Ayo dimakan Nara sayang." ucap Fey lembut.


Nara langsung memakan makanannya begitu pula dengan Zayn, keduanya duduk bersebrangan dan Nara bisa melihat dengan jelas wajah Zayn dari sini.


Dalam keheningan suasana makan ala orang kaya tersebut, Nara diam-diam mencuri pandang kepada Zayn apalagi dokter kasar itu terlihat sangat tampan.

__ADS_1


"Baiklah mom bisa kita bicarakan sekarang tanggal pernikahannya?" tanya Zayn saat acara makan malam mereka sudah selesai.


"Baiklah, mommy tanya dulu kepada kalian berdua. Ada hari yang kalian inginkan?" tanyanya.


Nara menggelengkan kepalanya begitu pula dengan Zayn.


"Tidak ada mom, kami hanya ingin melaksanakan pernikahan ini secepat mungkin." jawab Zayn.


Fey langsung tersenyum penuh arti mendengarnya, "Secepat mungkin..." gumamnya.


"Sepertinya kalian sudah tidak sabar untuk ekhem.."


Zayn langsung menatap mommynya sinis, "Mom..."


Fey tertawa melihat ekspresi anaknya, "Baiklah Zayn, Nara.. kalian berdua ingin secepatnya kan?" tanyanya.


Nara dan Zayn menganggukkan kepalanya bersamaan.


"Baiklah, bagaimana jika minggu depan?" tanya Fey.


Nara langsung membelalakkan matanya, "Minggu depan mom? bukankah itu terlalu cepat? maksudku bagaimana dengan persiapannya?" tanya Nara.


"Kau lupa Nara? semua bisa dilakukan dengan uang. Jika kau memiliki banyak uang maka apapun bisa dengan mudah kau lakukan."


"Mom bisa menggunakan uang kita berapapun itu untuk membayar orang-orang mempersiapkan pernikahan kalian dan yang lainnya." lanjutnya.


"Lalu bagaimana dengan pendaftaran pernikahan kami mom?" tanya Nara lagi.


"Uang Nara, tutup mulut mereka dengan uang maka semuanya akan selesai dengan cepat. Kau tau kan bagaimana orang-orang di negeri kita ini?"


Nara mengangguk mengerti, jadi seperti ini cara kerja orang kaya. Biar uang yang berbicara dan mengatur semuanya.


"Baiklah mom, kau bisa atur semuanya sesuai keinginanmu. Kami hanya ingin membicarakan tanggal pastinya saja." ucap Zayn.


"Tentu. Dan Nara, ingat kau harus berdiet untuk mengurangi berat badanmu agar ideal dihari pernikahan nanti."


Nara mengangguk mengerti, "Ya, mom. Aku mengerti." jawabnya.


"Ah dan satu lagi, ini yang terpenting." ucap Fey.


Nara dan Zayn menatap Fey bersamaan, Nara dengan wajah penuh penasarannya dan Zayn dengan wajah datarnya yang terlihat malas mendengarkan.


"Sering-seringlah berlatih untu adegan ciuman kalian nanti di altar. Mommy tidak ingin kalian berdua terlihat kaku dan membuat orang-orang berpikir bahwa kaliam menikah karena dijodohkan."

__ADS_1


Nara langsung mengerjapkan kedua matanya dengan pipi bersemu merah, ia menatap Zayn yang juga tengah menatapnya. Sontak hal itu membuat Nara semakin gugup.


"Apa perlu kami berlatih sekarang mom? didepanmu." tanya Zayn dengan entengnya.


__ADS_2