
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca🤗🤗🤗🤗
...💜💜💜...
Begitu panggilan dengan mommy Fey terputus, Nara langsung membuang nafasnya berat.
"Aku jadi ingin ke makan ayah dan juga ibu." gumamnya.
"Sudah lama juga aku tidak berkunjung." gumamnya lagi.
Nara langsung beringsut turun dari atas ranjang lalu mengganti pakaiannya sendiri menjadi lebih sopan.
Ia memakai make up tipis saja lalu membawa barang yang diperlukan.
Namun saat Nara baru saja keluar dari dalam apartementnya, tiba-tiba saja ia bertemu dengan Zayn yang akan ke apartementnya masih menggunakan snelli dan membawa buket bunga.
Buket bunga.
Bisa kalian bayangkan Zayn menjadi romantis?
Nara sendiri tidak bisa membayangkannya, tidak akan bisa. Huh...
"Mau kemana?" tanya Zayn.
"Pergi." jawab Nara singkat.
Wajah Zayn langsung berubah datar, "Pergi kemana?" tanyanya lagi.
Nara tak menjawab, ia menatap Zayn dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
"Kau kenapa masih menggunakan snelli dokter?" tanyanya.
"Ini juga masih siang, kenapa kau berada disini dan bukannya di rumah sakit?" tanya Nara lagi.
Zayn menghedikkan bahunya, "Jadwalku hari ini sudah selesai. Aku meminta istirahat hari ini setelah mengecek pasienku." jawabnya.
"Jadi kau tidak akan kembali ke rumah sakit?" tanya Nara lagi.
Tak
Zayn menjitak kepala Nara kuat hingga istrinya itu meringis kesakitan.
"Akhh... sakit dokter.. apa kau tidak bisa lembut sedikit saja dengan wanita?" tanyanya.
Zayn menghedikkan bahunya lagi, "Tidak tahu, kan hanya kau saja wanita yang dekat denganku. Kenapa bertanya seperti itu?"
Ah benar..
Nara jadi malu mendengarnya.
Sudah jelas-jelas hanya dirinya yang bisa menyentuh dan merasakan Zayn secara langsung kenapa harus bertanya seperti ini pikirnya.
"Jadi kau tidak akan kembali ke rumah sakit lagi hari ini dokter?" tanya Nara.
__ADS_1
Zayn menganggukkan kepalanya, "Ya, aku akan istirahat saja dirumah hari ini karena itu aku datang kesini." jawabnya.
"Tapi kau malah akan pergi. Kau mau kemana?" tanya Zayn.
"Aku?" kata Nara.
Tak
Satu jitakan lagi mengenai kepala Nara dengan kuat.
"Bodoh sekali, memangnga siapa lagi yang ada disini jika bukan dirimu? apa aku akan bertanya pada hantu?" tanyanya.
Nara tersenyum lebar menampilkan deretan giginya sendiri membuat Zayn menghela nafasnya.
Ah Zayn jadi ingin mengurung Nara di dalam kamarnya saja.
Ingin menikmati waktu berdua di dalam kamar. Ck, sepertinya otak Zyan sudah terkontaminasi virus jahat.
"Kau ingin kemana? kenapa berpakaian rapi serba hitam seperti ini?" tanya Zayn.
"Kau jadi seperti orang dalan foto jadul, kulit putih dan pakaian hitam." sindirnya.
Nara menipiskan bibirnya sendiri, dengar kan? Zayn tetaplah Zayn.
Jangan pernah berharap kalian akan mendapati Zayn berbicara mesra atau melakukan hal yang romantis dengannya.
Karena itu semja mustahil.
Kecuali saat mereka sedang berada di kamar, ekhem..
Zayn menganggukkan kepalanya perlahan, "Ah.. begitu ternyata.. pantas saja kau berpenampilan serba hitam seperti ini." katanya.
"Ah benar, aku juga belum pernah berkunjung ke makan ayah dan ibumu kan?" tanya Zayn lagi.
Nara menganggukkan kepalanya, ya suamiku kau belum pernah memperkenalkan diri dan memberi salam pada ibu dan ayah mertuamu.
Dasar menantu laknat, batin Nara.
"Ya dokter kau belum pernah kesana." jawab Nara.
Zayn menjentikkan jarinya sendiri kemudian mengangkat buket bunga mawar yang dibawanya.
"Tidak sia-sia aku membeli bunga." gumamnya.
"Baiklah kalau begitu, ayo kutemani kau ke pemakaman untuk bertemu dengan ayah dan juga ibumu." ajak Zayn.
Nara menatap Zayn tak berkedip. Terkejut karena pria di depannya ini dengan sukarela menawarkan dirinya sendiri pergi ke pemakaman.
Bukan Nara yang mengajak atau memaksanya.
"Kau serius dokter? kau ingin ke pemakaman orang tuaku?" tanya Nara lagi.
Zayn mengangguk, "Tentu saja, kau kira aku berbohong? sejak kapan aku berbohong kepadamu?" tanyanya.
Ah benar, Zayn tidak pernah berbohong padanya. Hanya saja mulutnya yang pedas tapi ia tidak pernah berkata dusta.
"Kau saja yang banyak berbohong padaku. Ayo!" ajaknya lagi.
__ADS_1
"Ayo sebelum aku berubah pikiran dan pergi ke apartementku sendiri untuk istirahat." ajak Zayn lagi.
Emosinya hampir memuncak melihat Nara yang hanya diam di tempatnya seperti patung.
Zayn sampai heran kenapa istrinya sering sekali menjadi patung jika di dekatnya.
Apa Zayn punya ilmu magic yang membuat manusia di sekitarnya diam tak bergerak? entahlah..
"Baiklah ayo." kata Nara.
Nara dan Zayn berjalan bersama turun menuju ke bawah, menaiki mobil Zayn untuk menuju ke lokasi makan orang tua Nara.
"Tapi makan ayah dan ibuku cukup jauh dari sini dokter, kau akan kelelahan nanti. Apa tidak masalah?" tanya Nara saat mereka berada diperjalanan.
Zayn mengangguk, "Ya tidak masalah buatku karena aku libur bukan hanya hari ini saja tapi juga besok." jawabnya.
Kedua mata Nara langsung berbinar mendengarnya, "Kau besok akan libur dokter?" tanyanya.
Zayn mengangguk, "Ya kenapa memangnya?" tanyanya.
"Ah tidak apa-apa." kata Nara namun ia mengulum bibirnya sendiri dan menautkan kedua jarinya.
Shy Shy.
"Cih, bilang saja kau senang karena aku libur besok, iya kan?" tanya Zayn.
Telinga Nara langsung memerah mendengarnya namun tak bisa ia pungkiri.
Ia memang senang bisa memiliki quality time bersama dengan Zayn di sela-sela kesibukan suaminya itu bekerja.
"Iya aku senang." jawabnya yang membuat senyuman tipis langsung tertarik di bibir Zayn.
"Oh ya dokter, kita berhenti dulu di toko bunga ya. Aku ingin membeli bunga untuk ayah dan ibuku." pintanya.
Zayn mengerutkan keningnya sendiri dan menatap buket bunga miliknya yang ada diatas dashboard mobil.
Jadi Nara pikir bunga yang ia bawa ini apa jika membeli lagi? pikir Zayn.
"Kenapa diam saja dokter?" tanyanya.
Zayn menghela nafasnya, "Aku sudah membawa buket bunga mawar besar, ada 100 tangkai mawar di dalamnya. Banyak bukan?" tanya Zayn.
Nara mengangguk, tentu saja itu banyak.
"Ya, sangat banyak."
"Jadi untuk apa lagi membeli bunga? bawa saja bunga mawar ini." kata Zayn.
Nara langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak dokter, ibuku menyukai bunga daisy dan juga lily. Aku ingin membawa bunga itu untuknya." ucapnya.
"Lalu aku juga akan memberikannya pada ayahku. Kalau hanya satu saja, tidak akan cukup." ucapnya.
Zayn menarik nafasnya dalam, "Lalu bunga ini?" tanyanya sambil menunjuk mawar segarnya.
Nara diam sejenak kemudian tersenyum lebar, "Bunga ini kan kau yang membelinya dokter, jadi bunga ini bisa kau berikan pada ibuku sebagai hadiah kunjungan pertamamu." ucapnya.
"Apa kau akan datang dengan tangan kosong? tidak kan. Jadi kau bisa memberikan bunga mawar ini sendiri kepada ibuku. Aku yakin dia pasti akan menyukainya." ucap Nara yang membuat Zayn tersenyum lebar.
__ADS_1