Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Kenapa tidak menungguku?


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗


...💜💜💜...


Pukul 23.48 malam.


Zayn keluar dari dalam UGD sambil menghela nafasnya pelan, ia membuka masker yang digunakannya dan membuangnya di tempat sampah.


Zayn melirik ke arah jam tangannya sendiri, sudah tengah malam dan ia baru selesai. Untung saja ia dan rekan yang lainnya bisa menyelamatkan korban kecelakaan dengan baik.


"Aku pasti akan sampai dini hari di apartement." gumamnya.


Zayn berjalan masuk ke dalam lift, menuju ke ruangannya. Aeri sudah pulang, pekerjaannya sudah selesai dan tinggal Zayn sendirian.


Ia melepaskan snellinya dan meletakkannya di dalam sebuah tong di dalam kamar mandi.


"Di rendam saja sepertinya." gumam Zayn, ia menyiramkan air sampai merendam snellinya lalu memberikan sabun cair untuk merendam.


Sudah tengah malam, tidak mungkin Zayn mencucinya di dalam mesin cuci, menunggu lalu menjemurnya lagi.


Dengan cepat, Zayn menaikkan lengan kemejanya sampai ke siku lalu menggosok snellinya sendiri hingga noda darah yang menempel luruh dengan air.


Setelah selesai, Zayn membilasnya lagi hingga bersih dan wangi, barulah Zayn mengambil hanger untuk menggantungnya.


Biasanya Zayn menjemur pakaiannya sendiri di balkon, tidak akan ada yang ingin mencuri dan aman.


Zayn menggeser pinti balkon, udara malam hari yang dingin langsung masuk menusuk ke dalam kulitnya.


"Padahal ini musim panas." gumamnya.


Zayn menggantungnya di dekat pintu, tak sengaja matanya melihat kotak makan diatas meja. Zayn mengambilnya lalu membukanya.


Masih rapi, belun tersentuh sama sekali.


Dan ada secarik kertas yang ditempel diatasnya.


Habiskanlah makan malammu,


Jangan lewatkan makan malam,


Dokter juga harus menjaga kesehatannya.


-Nara.


Zayn menatap surat dan juga kotak makannya bergantian, senyumannya langsung tertarik, mengembang.

__ADS_1


"Dia bisa perhatian juga." gumamnya sambil terkekeh.


Zayn langsung duduk di kursi dan menghabiskan makanan yang dibuat oleh Nara. Walaupun supnya sudah dingin, Zayn tidak masalah.


Nara sudah bersusah payah memasak dan membawakannya ke rumah sakit untuk dirinya seperti ini, rasanya Zayn sudah sangat bersyukur.


Selama ini mommynya tidak pernah melakukan ini, mommynya terlalu sibuk menjadi wanita elegan dan sibuk bertengkar dengan daddynya setiap hari.


Bertengkar karena daddynya yang terus selingkuh dan berganti-ganti pasangan, hal ini membuat Fey pusing dan frustasi.


Dan dampak dari semuanya langsung berimbas pada Zayn yang menyaksikan dan mendengar semuanya, di usianya ia harus melalui banyak hal.


Karena itu ada rasa senang di hati Zayn karena sekarang ada yang ingin memasak dirumah untuknya, selalu ada untuknya.


Selesai makan, Zayn langsung merapikan semuanya membawanya masuk dan mencucinya hingga bersih, Zayn juga mengelapnya hingga benar-benar kering baru setelah itu ia menyimpannya untuk dibawa pulang.


Tak lupa juga Zayn membersihkan seluruh ruangannya, merapikan barang-barang yang sedikit bergeser atau berserakan, ia tidak suka melihatnya.


Zayn suka sesuatu yang rapi dan teratur.


Setelah memastikan semuanya bersih, barulah Zayn turun ke bawah menuju ke parkiran untuk pulang. Diliriknya jam tangannya sendiri.


Sudah jam satu malam.


"Pasti dia sudah tidur." gumam Zayn lalu segera masuk ke dalam mobilnya sendiri.


Dini hari seperti ini adalah waktu terbaik untuk berkendara menurut Zayn, jalanan yang lenggang dan sepi, serta udara yang cukup dingin membuatnya merasa tenang.


Hanya butuh waktu 10 menit saja Zayn sudah sampai di apartementnya, ia masuk ke dalam lift khusus miliknya dan langsung menekan tombol lantai 45.


Ting


Begitu lift sampai di lantai 45, Zayn langsung keluar dan menuju ke pintu apartementnya, memasukkan kata sandi.


"Ah benar.. aku lupa.." ringisnya.


"Nara tidak tau sandi apartementku." lanjutnya.


Zayn lupa memberitahu Nara, pasti wanita itu tidak akan ada di apartementnya malam ini.


Zayn bodoh.


"Karena terburu-buru aku jadi lupa memberitahunya." gerutu Zayn sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Walaupun sudah dini hari tapi Zayn tetap mandi untuk membersihkan tubuhnya sendiri, mandi air hangat di malam hari untuk merilekskan tubuhnya yang kelelahan setelah seharian bekerja.


Dari pagi hingga dini hari.


Dulu saat masa koas pun, Zayn pernah mengalami hari yang sulit, berjaga dan mengikuti dokter saat menangani pasien, saat ada operasi, dan mencatat apapun ilmu yang merela dapatkan dari hal itu lalu mengevaluasinya setiap bulannya.

__ADS_1


Zayn pernah tiga hari tetap terjaga, tidak tidur dan makan itupun saat dirinya ingat. Namun lucunya disaat seperti itu pun Zayn tidak lupa untuk mandi, menjaga diringa tetap bersih.


Selesai mandi, Zayn langsung melilitkan handuk ke pinggangnya dan keluar dari kamar mandi, ia mengeringkan rambutnya terlebih dahulu baru setelah itu Zayn memakai pakaiannya.


Hanya kaos biasa dengan celana pendek.


Begitu selesai, Zayn langsung turun ke bawah.. ke apartement Nara.


Ia membawa cars access untuk berjaga-jaga dan ternyata Nara tidak mengganti sandinya. Sepertinya ia sadar percuma jika melakukan hal itu.


Zayn berjalan masuk ke dalam, tanpa suara apapun. Ia melirik ke kanan dan kiri, sepi.


Lalu setelah itu ia berjalan menghampiri kamar Nara memutar kenopinya perlahan dan,


Tidak dikunci.


"Ceroboh sekali." gumam Zayn.


Zayn masuk ke dalam lalu kembali menutup pintunya, ia menatal sekeliling kamar Nara dengan sedikit jijik, ada beberapa sampah tisu dibawah ranjang.


Entah apa yang dilakukannya dengan tisu-tisu tersebut, Zayn tidak tau.


Namun perhatiannya bukan itu, melainkan Nara yang tengah tidur terlentang di atas ranjang dengan damainya.


Hampir jam dua dini hari dan Zayn baru kembali.


Kata sebentat yang keluar dari mulutnya tadi ternyata beranak menjadi beberapa jam kemudian. Lama sekali.


Zayn berjalan mendekati ranjang lalu dengan perlahan ia ikut bergabung dengan Nara, tidur di sampingnya menatap wajah Nara.


Cup


Satu kecupan pelan ia berikan di bibir manis Nara. Satu-satunya bibir yang pernah ia rasakan di umurnya yang ke 32 ini. Satu-satunya bibir yang mampu membuatnya candu.


"Maaf aku terlambat pulang, kau sudah lelah menunggu?" tanya Zayn.


Nara tidak menjawab, tentu saja karena ia tengah tertidur dengan pulas. Bagaimana bisa ia menjawab pertanyaan Zayn.


"Kau benar-benar sudah tertidur?" tanya Zayn lagi.


"Ck ck ck.. padahal aku sudah memintamu untuk menungguku pulang." lanjutnya.


Zayn menghela nafasnya pelan sembari menatap Nara dan tiba-tiba saja Nara memeluk Zayn dalam tidurnya.


"Aku tidak tidur dokter.. aku menunggumu." lirihnya membuat Zayn terkejut.


"Aku menunggumu pulang, hmm.. kenapa lama sekali? aku mengantuk." tanya Nara dengan kedua matanya yang masih tertutup.


"Maaf." kata Zayn.

__ADS_1


Ia langsung menarik Nara ke dalam pelukannya yang hangat dam tertidur setelahnya.


__ADS_2