Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Tidak sengaja


__ADS_3

Zayn hanya berdehem menanggapi, "Sudah selesai kan? tidak ada yang ingin kau tanyakan lagi tentang bantuanmu kepadaku itu?" tanyanya.


Nara menggelengkan kepalanya, "Tidak ada.. tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan dokter, sepertinya sudah jelas." jawab Nara.


"Ya sudah, ayo pulang aku sudah membayar makanannya. Kau bisa jalan kan? jangan lemah hanya karena kakimu lecet." ucap Zayn.


Zayn berjalan lebih dulu, Nara memasukkan high hellsnya ke dalam paper bag dan langsung berjalan menyusul Zayn dibelakangnya.


Selama di dalam mobilpun, Zayn kembali bersikap seperti biasanya. Ia tidak mengizinkan Nara untuk berbicara sedikitpun.


Alhasil Nara menjadi mengantuk dan tertidur di dalam mobil karena merasa bosan, ditambah dirinya yang kekenyangan setelah mendapatkan asupan makanan di restoran.


Zayn menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan seperti biasanya, ia tak akan membiarkan mobilnya kotor karena masuk ke dalam lingkungan kumuh tersebut.


"Turunlah sudah sampai." ucap Zayn.


Hening


Tidak ada jawaban ataupun suara pintu mobil yang terbuka.


"Aku bilang sudah sampai, turunlah apa kau-"


Zayn membelalakkan matanya saat ia memutar tubuhnya kebelakang, Nara tertidur di kursi mobilnya dan parahnya lagi air liur gadis itu menetes mengenai kursinya, ah Zayn sangat jijik melihatnya.


"NARA PRAMESWARI!!!! BANGUN!!!!" Bentak Zayn marah.


Nara langsung tersentak kaget mendengar suara Zayn, apalagi wajah marah Zayn yang terpampang di depan matanya.


Terlihat seperti singa marah.


"Dokter.." cicitnya.


"Keluar.. cepat keluar dari mobilku." ucap Zayn frustasi.


Nara menatap Zayn dengan rasa bersalah, "Maafkan aku dokter, maafkan aku karena tertidur di mobilmu." ucap Nara.


Zayn menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak masalah tapi liurmu.."


Zayn menunjuk ke arah kursi mobilnya sembari menutup matanya. Nara mengikuti arah Zayn menunjuk dan langsung menutup mulutnya sendiri tak percaya.


"Maafkan aku dokter maafkan aku... aku benar-benar tidak sengaja." ucap Nara.


Nara langsung menggosokkan lengan bajunya ke bekas air liurnya tersebut, Zayn yang melihatnya langsung membelalak.


"Jangan! jangan lakukan apapun!" pekik Zayn.


Nara langsung berhenti dan terus membungkukkan badannya. "Maafkan aku dokter, maafkan aku..." ucap Nara.

__ADS_1


Zayn keluar dari mobilnya sendiri, dirinya sangat-sangat frustasi karena Nara ah lebib tepatnya karena OCD nya itu.


Tok tok tok


Zayn mengetuk jendela mobilnya, "Keluar.." ucapnya.


Nara pun keluar dari dalam mobil Zayn tersebut, menundukkan kepalanya sendiri tak mampu menatap Zayn dengan matanya.


"Kau benar-benar... ah kepalaku sakit karenamu." ucap Zayn.


"Maafkan aku dokter, apa yang bisa aku lakukan sekarang dokter? aku sungguh meminta maaf, aku tidak sengaja sama sekali." ucap Nara.


"Kau! apa tadi kau menggosok gigimu?" tanya Zayn.


Nara menganggukkan kepalanya, "Ya, aku menggosok gigiku sendiri dokter." jawabnya.


Zayn langsung menghela nafasnya lega, "Syukurlah, setidaknya tidak ada staphylococcus aureu**s* di mulutmu.


*Bakteri yang bisa menyebabkan bisul, jerawat, impetigo, dan infeksi luka. Infeksi yang lebih berat juga bisa terjadi, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), radang payudara (mastitis), radang selaput otak (meningitis), dan lainnya.


"Stap..? stapi?" tanya Nara.


Zayn menggelengkan kepalanya, "Kau tidak akan tahu, jadi lebih baik sekarang kau masuk kedalam dan beristirahat. Kau masih harus bekerja di rumah sakit besok." ucap Zayn.


"Tapi dokter bagaimana dengan kursinya?" tanya Nara.


"Aku akan membakarnya jika kau tidak menggosok gigimu tadi." ucap Zayn.


Nara menganggukkan kepalanya, "Baiklah dokter, saya benar-benar meminta maaf atas kejadian ini. Kalau begitu saya pamit dokter, permisi."


Nara membungkukkan badannya lama dan setelahnya langsung berjalan meninggalkan Zayn yang masih diam di tempatnya.


Begitu masuk ke dalam kamae kostannya, Nara langsung memukul kepalanya berulang kali.


"Bodoh, bodoh, bodoh!! ahh, bagaimana bisa aku tertidur di dalam mobil tadi." ringisnya.


Di pinggir jalan Zayn masih berdiri menatap mobilnya sendiri, "Ah tidak apa-apa Zayn... bersihkan saja pakai disinfektan." gumam Zayn.


Zayn menatap ke belakang, Nara sudah tak terlihat. Langsung saja Zayn buru-buru membuka pintu mobilnya yang depan, mengambil cairan disinfektan yang biasa ia bawa dan juga beberapa lembar tisu.


Zayn beralih membuka pintu mobilnya yang belakang, menatap jijik pada kursinya yang terlihat agak basah.


"Hah, aku tidak menyangka akan ada air lius seorang wanita di kursi mobilku dan diriku sendiri yang membersihkannya." ucap Zayn geram.


Dengan perlahan Zayn membersihkannya, mengelapnya dengan perlahan berulang-ulang kali hingga Zayn merasa kursinya bersih.


"Hah, akhirnya selesai juga." ucap Zayn lega.

__ADS_1


Zayn membuang bekas tisunya di tempat sampah yang ada cukup dekat dengan dirinya.


"Lebih baik aku pulang dan tidur.. aku harus bekerja besok." gumam Zayn dan langsung menjalankan mobilnya dengan cepat.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Besok paginya Nara berangkat bekerja dengan lesu, ia naik bus dengan wajah ditekuk dan termenung duduk dikursi.


Membayangkan bagaimana ia harus berhadapan dengan Zayn nantinya jika bertemu apalagi Zayn bilang akan melamarnya besok.


"Melamar.." gumam Nara.


Nara menghela nafasnya sendiri, merutuki dirinya sendiri yang selalu bersikap ceroboh di usia 25 tahun ini.


"Kapan aku bisa melakukan semuanya dengan benar?" ringisnya.


Nara turun tepat di halte bis yang terdekat dengan rumah sakit, berjalan dengan langkah gontai.


Citt....


Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di samping Nara, begitu kaca mobil dibuka Nara langsung tersentak kaget.


"Se-selamat pagi dokter.." sapanya sembari menunduk.


Zayn menghela nafasnya, "Berita pagi ini mengatakan tingkat polusi hari ini sangat rendah dan bagus jika berjalan diluar. Baguslah, kau perlu berjalan untuk menguatkan tubuhmu sendiri agar tidak mudah lelah dan tertidur sembarangan." sindid Zayn.


Nara langsung menelan ludahnya kasar, "Maafkan aku dokter.." lirihnya.


Zayn tak menanggapi, ia menutup kaca mobilnya dan langsung meninggalkan Nara begitu saja.


Nara mengeram kesal, "Walaupun aku salah tapi tetap saja dia sangat kejam dan mulutnya itu.. apa tidak bisa dia berkata manis sedikit saja?" ucapnya kesal.


"Hah sudahlah lebih baik aku bekerja dari pada memikirkannya hanya menambah beban masalahku saja." ucap Nara dan segera berjalan ke rumah sakit.


***


"Nara, pekerjaanmu seperti biasanya ya.. pel lantai dasar dan juga lantai dua." ucap bu Asih.


Nara mengangguk mengerti, "Baik bu akan saya kerjakan."


Nara langsung membawa peralatannya, mendorongnya ke lantai dasar namun saat ia akan berjalan tiba-tiba saja Zayn dan juga Aeri berjalan me arahnya.


Nara langsung berusaha bersembunyi darinya, pura-pura mengepel lantai sambil membalikkan badannya.


Zayn yang melihat Nara menghindarinya hanya bisa tersenyum tipis.


"Bodoh." gumamnya dan terus berjalan.

__ADS_1


Nara melirik ke samping memastikan bahwa Zayn tidak melihatnya dan sudah berjalan menjauh.


"Hah, aku tidak siap harus bertemu dengannya seeperti ini." ringis Nara


__ADS_2