
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar๐ค
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca๐ค๐ค๐ค๐ค
...๐๐๐...
Bruk
Zayn menjatuhkan Narad di atas ranjangnya, tentu saja Nara langsung berpikiran yang tidak-tidak.
Apa yang akan Zayn lakukan padanya.
"Kenapa kau membawaku ke kamar?" tanya Nara.
Zayn menyalakan ac hingga suhu rendah lalu berbaring disamping Nara.
"Hah, apa lagi menurutmu?" tanyanya.
Nara langsung gelagapan mendengarnya, apa lagi menurutnya?
Mana Nara tau.
Nara menghedikkan bahunya sedangkan Zayn berusaha mencari posisi tidur ternyaman dan terbaik.
Ia menarik Nara ke dalam pelukannya dari belakang dan memeluk Kaila dengan sangat erat.
"Kau ingin tidur? tanya Nara.
Zayn bergumam dalam tidurnya, "Aku sudah dua hari tidak tidur dan merasakan empuknya ranjang." jawabnya.
Nara langsung membelalak kaget, pantas saja tadi dia melihat mata Zayn sedikit kelelahan dan kantung matanya juga lumayan hitam.
Diam-diam ia mengulum senyumannya sendiri, ada untungnya juga ia marah pada Zayn. Zayn jadi bisa pulang untuk menemuinya dan bisa beristirahat.
"Jangan berpikir kau sudah bebas, aku akan menghukummu nanti setelah mengisi tenagaku." gumam Zayn.
"Kau akam menghukumku? dengan apa?" tanya Nara.
Zayn merapatkan pelukannya, "Dengan kehangatan." bisiknya.
Nara menelan salivanya susah payah, apa Zayn akan mengajaknya untuk?
Ah pipi Nara jadi memerah memikirkannya...
"Tapi Zayn apa kau bisa?" tanyanya.
Hening, tidak ada jawaban. Nara pun lamgsung membalikkan tubuhnya dan benar saja Zayn sudah memejamkam matanya dan tertidur.
Sepertinya memang ia terlalu lelah.
Nara memyentuh pipinya perlahan, bagaimana bisa ia jatuh cinta pada Zayn?
Nara tersenyum, tidak menyangka akan bertemu dengan pria seperti Zayn di dunia ini.
Sama sekali Nara tidak memikirkannya, ia bahkan tidak memiliki waktu untuk bermain setelah keluar dari panti asuhan.
__ADS_1
Bekerja hingga larut malam, dan saat di rumah ia hanya bisa memejamkan matanya saja untuk tertidur.
Tapi Nara bisa membayangkan kehidupannya sama seperti cerita-cerita novel. Wanita malang yang mendapatkan banyak sekali keberuntungan suatu hari dan memgubah drastis kehidupannya.
Bolehkah Nara memiliki Zayn dan kehidupan mereka selamanya?
...๐๐๐...
Malam harinya Zayn mengajak Nara untuk tidur lagi di apartementnya, tidak enak tidur di kamar Nara keluh Zayn.
Akhirnya mau tak mau Nara menurut, selesai makan malam di apartementnya dan membersihkan sisa makanan mereka, Zayn dan juga Nara langsung pergi menuju ke apartement Zayn.
Zayn memasukkan sandi apartementnya, ah Zayn jadi ingat bahwa Nara tidak memgetahuinya.
"Sandinya 1989." ucap Zayn.
Nara mengangguk memgerti, "1989.." gumamnya mengingat.
Namun sedetik kemudian Nara baru sadar, "Kau menggunakan tanggal lahirmu sebagai sandi apartementku dan juga apartementmu?" tanya Nara.
Zayn mengangguk, "Ya, supaya aku tidak lupa." jawabnya.
"Ayo!"
Zayn langsung menarik tangan Nara menuju ke kamarnya sendiri, begiti masuk dengan cekatan Zayn mengunci pintu kamarnya dan menyudutkan Nara di dinding dengan tangan yang menumpu tubuhnya sendiri di samping tubuh Nara.
Nara yang diperlakukan seperti ini pun langsung gelagapan, pipinya dan telinganya menjadi sangat merah.
"Hi-hidupkan acnya Zayn.. panas." ucap Nara gugup.
"Ah, kau kepanasan? baiklah aku akan menurunkan suhunya agar kau kedinginan." jawab Zayn.
"Apa yang ingin kau lakukan Zayn?" tanya Nara gugup.
"Aku... aku..."
Zayn mengerjapkan matanya, kenapa ia jadi bingunh harus mengatakan apa?
Zayn berdecak, ah sudahlah tidak perlu dijawab toh Nara juga pasti mengerti apa yang ingin ia lakukan.
Zayn langsung mendekatkan wajahnya, mencium Nara dengan lembut hingga wanita itu memejamkan matanya menikmati ciuman yang Zayn berikan.
"Emmm..." gumam Nara.
Ia ingin berbicara namun tidak bisa, Zayn tidak memberikannya celah untuk melakukannya.
Dengan santainya Zayn menarik Nara membawanya ke atas ranjang dan membaringkannya disana.
Zayn melepaskan ciumannya, menatap kedua manik mata Nara dan dengan lembut ia mengusap bibir Nara lalu menyentuh pipinya dan juga rambutnya.
Ada rasa sesak dibawah, ia menginginkan Nara malam ini.
"Nara..." panggil Zayn dengan suara beratnya.
Nara menelan salivanya lalu mengangguk, "Ada apa?" tanyanya.
Zayn mendekatkan kepalanya ke telinga kanan Nara, mengecupnya pelan lalu berbisik,
__ADS_1
"Aku menginginkanmu."
Sontak saja hal itu membuat Nara malu bukan kepalang, wajah dan telinganya semakin memerah.
Namun tak ayal, ia juga menginginkannya.
"Kau sudah tidak takut lagi denganku? maksudku kuman." tanyanya.
Zayn terdiam sejenak lalu menggeleng, "Sejauh ini tidak." jawabnya.
"Apa kau bisa melakukannya?" tanya Nara.
Zayn diam, ah benar juga.. ia saja tidak tau harus melakukan apa. Bagaimana ini? pikirnya.
Nara yang melihat Zayn hanya diam pun mengerti, "Kau tidak tau?" tanyanya.
Zayn mengerjapkan matanya, "Y-ya.. aku tidak tau. Aku selalu sibuk belajar dan bekerja selama ini, tidak pernah menikmati waktu seperti ini jadi aku tidak tau apapun." jawabnya.
Karena hal ini Zayn jadi lesu, ia duduk di samping Nara dengan wajah lesunya.
"Aku tidak pernah berpikir akan berhubungan dengan seorang wanita jadi aku tidak pernah memikirkannya." lanjutnya.
Nara langsung duduk di samping Zayn, menatap pria itu yang terlihat sedih namun lucu baginya.
Bagaimana mungkin ada pria berumur 32 tahun yang tidak tau apapun tentang hal ini? tidak pernah membaca atau menonton sesuatu yang berhubungan dengan hal ini?
"Kau sama sekali tidak tau?" tanya Nara lagi.
Zayn menatapnya dengan wajah yang semakin sedih, apa Nara kecewa padanya? sepertinya iya.. Tapi Zayn juga bingung, apa yang harus ia lakukan selain mencium Nara?
Oh astaga Zayn....
"Kau tidak tau ya?" tanya Nara lagi.
Zayn akhirnya menganggukkan kepalanya, "Aku tidak tau harus bagaimana."
Nara menghela nafasnya pelan, wah.. Zayn benar-benar definisi dari kalimat suci sejak lahir.
Suci karena tidak mengetahui hal-hal seperti ini.
Sedangkan Nara sejak SMA pun teman-temannya sering membicarakan hal ini, dan ia juga sering menonton drama atau film yang memiliki adegan dewasa di dalamnya.
Nara jadi malu dengan Zayn.
"Apa aku harus mempelajarinya dulu?" tanya Zayn.
"Mempelajari apa?" tanya Nara.
Zayn mengerjapkan matanya, "Mempelari cara berkembang biak? saat kuliah kedokteran aku hanya belajar mengenai organnya saja, tidak ada pelajaran apa yang harus dilakukan oleh pasangan untuk membuahi sel telur."
"Kau tau kan? maksudku sel ****** dan sel telur." kata Zayn.
Nara meringis memdengarnya, tentu saja ia tau.. itu dipelajari saat sekolah menengah bahkan Nara sudah pernah melihat adegan-adegan dewasanya di film.
"Ah.. aku tidak mempelajari caranya di perkuliahan, aku juga tidak pernah mencari tau."
Wajah Nara semakin memerah mendengarnya, malu.. Ah Zayn, bisa kah aku pulang saja ke apartementku? batinnya.
__ADS_1
Kenapa kau jadi terlihat bodoh dan suci disaat bersamaan? ringis Nara.
Aissshh..