Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Kencan pertama kita


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentarπŸ€—


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membacaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


"Tidurlah, kau mengajakku untuk kencan besok." kata Zayn sambil merapatkan pelukannya.


Nara mengerjapkan kedua matanya.


Kencan?


Sejak kapan dirinya mengajak Zyan untuk berkencan?


"Kapan aku mengajakmu untuk berkencan?" tanya Nara.


"Tadi." jawabnya.


Nara semakin bingung dan tak mengerti dengan ucapan Zayn.


"Aku rasa aku tidak pernah mengatakan akan mengajakmu kencan." kata Nara lagi.


Zayn lantas menghembuskan nafasnya panjang dan memukul pelan dahi Nara.


Hanya pukulan pelan, bukan jitakan bahkan Nara tidak merasa sakit sedikitpun.


Sepertinya Zayn memang sudah berubah. Berubah menjadi insan yang lebih baik lagi.


Tidak kasar pada istrinya seperti biasanya.


"Kau mengajakku nonton bioskop tadi, bukankah itu sama saja kau mengajakku berkencan?" tanyanya.


Nara diam, apa iya? pikirnya.


"Bodoh, anak remaja jaman sekarang menyebut nonton bioskop bersama sebagai sebuah kencan, makan di direstoran dan duduk santai sambil mengobrol di cafe." ucapnya.


Nara membalikkan tubuhnya sendiri menatap Zayn, "Benarkah? kau tau hal seperti ini dari mana dokter?" tanyanya.


Zayn diam.


Flashback sebelum Zayn pulang kerumah.


Saat di lantai bawah ia melihat seorang anak laki-laki remaja berusia 19 tahunan duduk di kursi mengobrol dengan seorang pasien perempuan yang seumuran dengannya.


Saat gadis itu dipanggil oleh perawat untuk melakukan cek, anak laki-laki tadipun duduk sendirian disana dan Zayn mendekatinya.


Duduk hanya berkelang dua kursi di tengah dan setelah itu ia bertanya pada anak laki-laki itu apa yang harus ia lakukan untuk membuat kekasihnya senang.


"Berikan dia bunga mawar, 100 tangkai."


Dan Zayn membelinya saat diperjalanan pulang, benar-benar 100 tangkai mawar.


Selain itu Zayn juga bertanya apa yang harus ia lakukan untuk membuat hubungannya dengan sang kekasih berjalan dengan lancar.


"Kencan." jawab anak laki-laki itu.


"Seperti menonton film di bioskop bersama, lalu berjalan bersama, makan di restoran dan juga minum kopi di sebuah cafe sambil bercerita." jelas anak itu.


"Dokter? kau diam saja." kata Nara bingung.


Zayn seperti orang yang tengah berpikir hendak mengarang cerita saja.


Zayn bergumam, "Hm.. kenapa?" tanyanya.


"Aku tadi bertanya padamu, darimana kau mengetahui mengenai kencan anak remaja?" tanyanya.

__ADS_1


Zayn bergumam lagi, "Aku melihatnya." jawabnya bohong.


Nara mengerutkan keningnya sendiri, "Melihat apa?" tanyanya.


"Melihat anak remaja berkencan seperti itu." jawabnya dengan enteng.


Hah, Zayn berbohong. Mana mungkin dia tau, Zayb kan hanya berada di rumah sakit atau di apartement saja setiap harinya dan tidak pernah menginjakkan kakinya di bioskop, cafe ataupun restoran.


Zayn kan membenci keramaian.


"Tapi-"


"Ssstt.. sudahlah sekarang tidur saja, aku lelah setelah menyetir cukup jauh dan perlu waktu untuk beristirahat." katanya.


Nara pun menutup mulutnya sendiri, setelah itu dirinya dan juga Zayn langsung tertidur.


"Selamat malam." ucap Zayn setelah memastikan Nara benar-benar sudah tertidur.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Keesokan paginya, Zayn sudah bersiap dengan kemeja kasualnya dan juga celana panjang miliknya.


Rambutnya ia tata dengan rapi dan menggunakan parfum juga.


Sudah mirip dengan anak remaja yang ingin melakukan kencan pertamanya. Sangat rapi bahkan lebih rapi daripada saat ia akan pergi bekerja.


Sedangkan Nara tadi sudah lebih dulu pulang keapartementnya untuk membersihkan diri dan juga bersiap-siap.


Zayn nengambil dompet miliknya, kunci mobil dan juga ponselnya Hanya itu saja yang ia perlukan.


Setelah itu Zayn langsung datang ke apartement Nara, masuk ke dalam dengan santai dan duduk di ruang televisi.


Zayn duduk sembari memainkan ponselnya sendiri, ia mengecek jadwalnya dan juga pemasukan dari mall miliknya.


Dengan santai duduk sembari menunggu Nara selesai, namun Zayn juga tidak tau Nara sedang apa di dalam. Apa dia sudah selesai atau belum.


Zayn yang sedang memainkan ponselnya pun ikut terkejut melihat Nara dan setelah itu ia menatap istrinya itu dengan tatapan tajam.


"Kapan kau masuk? kenapa tidak bilang?" tanya Nara.


Zayn mengerjapkan matanya, "Memangnya kenapa? ini juga apartementku. Aku bebas masuk kesini." jawabnya.


Ah ya benar juga, ini milik Zayn.


Tapi tetap saja dirinya yang tinggal disini.


Nara jadi ingin marah kepada Zayn.


"Tapi tetap saja aku kan ada di dalam, seharusnya kau beri aku kode jika masuk ke dalam." ucap Nara lagi.


Zayn menghela nafasnya lalu menyimpan ponselnya sendiri.


"Sudahlah aku malas berdebat, lebih baik kita pergi sekarang saja. Kau tidak ingin kehabisan tiket kan? aku belum membelinya." kata Zayn.


Nara mengangguk, tentu saja ia tidak ingin kehabisan tiket.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Sekarang Nara dan juga Zayn sekarang sudah berada di dalam mall, Zayn sedikit ragu sebenarnya untuk masuk namun Nara terus menggenggam tangannya sejak tadi.


Nara terus berada di sampingnya, jadi Zayn tidak merasa khawatir sama sekali. Tenang.


"Kau ingin menonton film apa?" tanya Zayn saat mereka ingin membeli tiketnya.


"Romance." jawab Nara.


Zayn menggelengkan kepalanya, tidak-tidak.. ia tidak suka menonton film romantis sama sekali.

__ADS_1


"Action saja." tolaknya.


Nara langsung mendengus mendengarnya. Zayn serius mengajaknya menonton film action? apa ini disebut kencan? pikirnya.


"Kenapa film action? sudahlah romance saja, kau juga tidak pernah menonton film." kata Nara.


Zayn langsung tertohok mendengarnya. Tajam sekali ucapan Nara barusan.


Kasir di depan mereka juga hanya bisa tertawa melihat keduanya saling berargumen seperti ini.


"Kalau ingin berkencan, saya sarankan memilih film horror saja atau romance juga bisa." kata kasirnya.


Zayn dan Nara langsung menatap kasir tersebut,


"Horror!"


"Romance!"


Kata Zayn dan juga Nara secara bersamaan.


"Horror saja." kata Zayn lagi meminta Nara mengalah.


Namun Nara tak ingin mengalah, film romance yanh sedang dimainkan sangat populer dan pemainnya juga pemain terkenal.


Nara ingin menontonnya.


"Memangnya kau tau apa tentang horror dokter?" tanya Nara.


Zayn bergumam, "Seram?"


Kasir di depan mereka langsung menahan tawa mendengarnya.


"Ck, sudahlah tiket film itu saja dua." kata Nara.


Nara langsung menutup mulut Zayn agar pria itu tidak berbicara apapun dan setelah itu mengambil kartu yang Zayn berikan padanya dan membayarnya.


Benar-benar.


Pasangan absurd. Ingin menonton bioskop saja harus berdebat dahulu.


Setelah mendapatkan tiketnya, Nara dan Zayn langsung duduk di sebuah kursi menunggu 30 menit lagi teather akan dibuka.


"Kau ingin membeli popcorn atau minuman?" tanya Zayn.


Nara mengangguk, "Tentu saja, tidak lengkap jika menonton film tanpa popcorn ataupun minuman." jawabnya.


Zayn langsung mengulurkan tangannya, "Ayo, aku tidak tau memesannya bagaimana dan kau ingin yang mana."


Nara tersenyum tipis, mereka berdua pun membeli satu popcorn ukuran sedang karena Zayn tidak ingin memakannya dan juga dua buah minuman.


Zayn juga harus bertahan hidup bagaimanapun keadaannya.


"Jangan dimakan sekarang, akan habis sebelum filmnya dimulai." katanya.


Nara terkekeh, ia mengeluarkan ponselnya sendiri.


"Ayo ambil foto ala anak remaja." ajaknya.


Nara pun meletakkan pop corn dan juga minumannya di tengah meja, serta dua tiket mereka lalu menggenggam tangan Zayn dan memotretnya.


"Posting di instagram, buat captionnya kencan pertama kita." kata Zayn.


Nara langsung melongo mendengarnya.


Apa ini Zayn? apa didepannya benar-benar Zayn?


"Kenapa diam? cepat posting, katanya memposting foto di sosial media sering dilakukan anak remaja untuk menunjukkan keromantisan mereka." kata Zayn lagi.

__ADS_1


__ADS_2