
"Happy new year Nara."
Nara langsung menatapnya dengan tajam, suara ledakan kembang api di langit dan juga teriakan masyarakat yang menyambut tahun baru tak berarti apapun unyuk Nara.
Zayn tersenyum lebar lalu menggenggam tangan Nara perlahan dan menariknya masuk ke dalam pelukannya.
"Selamat tahun baru. Mulai sekarang, ditahun ini aku akan ekstra menjagamu." ucapnya.
Deg.
Deg..
Deg..
Jantung Nara terasa berdebar kencang mendengarnya. Bagaimana bisa Zayn berkata seperti itu padanya?
Apa maksud ucapan Zayn? ia ingin menjadi suami yang baik?
Oh astaga. Bagaimana ini? pikir Nara sembari mengulum senyumnya lebar dan menunduk meremat kemeja yang digunakan oleh Zayn.
"Ck, jangan diremat seperti itu. Kemejaku bisa kusut." ucap Zayn yang langsung membuat Nara melepaskan pelukannya.
Tidak romantis sekali.
Bisa-bisanya berkata seperti itu disaat seperti ini.
"Sudah kan? ayo kita cari makanan, aku lapar dan kau juga pasti lapar." ajaknya.
Zayn menatap ke sekeliling, ramai sekali dan ada banyak juga kedai yang menjual makanan.
"Kita makan ramen saja bagaimana? cuaca dingin se-"
"Tidak!" tolak Zayn dengan tegas.
"Kau baru saja keluar dari rumah sakit dan ingin mengkonsumsi makanan aneh? jangan macam-macam! aku tidak mengizinkannya!" jelasnya.
Uhh...
Nara malah kesal dengannya.
"Eum.. bagaimama dengan toppoki? aku kan ingin toppoki." tanyanya.
Zayn diam namun matanya sibuk menjelajah ke seluruh tempat memperhatikan seluruhnya mencari apa yang ia inginkan.
"Kita makan disana saja." ucapnya.
"Dimana?" tanya Nara, ada banyak kedai yang berjajar rapi dan ia tidak tau kedai mana yang dimaksud oleh Zayn.
"Ikut saja." jawabnya.
Zayn kemudian menggandeng tangan Nara dan mengajaknya berjalan menuju ke kedai. Tanpa menyentuh orang-orang sedikitpun!
Zayn rela berjalan mepet ke dinding dn merapatkan masker yang digunakannya karena takut dengan orang lain.
__ADS_1
Hah, tapi bagaimanapun bisa berada ditempat ramai seperti ini saja sudah kemajuan besar untuknya.
Tap
"Disini." ucap Zayn begitu mereka sampai di kedai yang terlihat cukup sepi.
'Sundubu Jjigae'
"Kau ingin makan disini?" tanya Nara.
Zayn mengangguk, "Ya, aku sudah menelisik dan memperhatikan sejak tadi. Kedai ini tidak terlalu ramai dibandingkan kedai kedai makanan cepat saji disana dan makanan ini tidak aneh sama sekali. Aku akan memesan sup yang tidak pedas sama sekali untukmu jadi kau bisa makan dengan aman dan nyaman serta aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun." jelasnya.
Nara bengong mendengarnya, "Wah.. kau berbicara panjang sekali." gumamnya.
"Ayo masuk."
Nara dan Zayn masuk ke dalam dan duduk di salah meja diletakkan diluar. Kebiasaan lama Zayn, begitu sampai di meja ia akan langsung mengeluarkan disinfektan miliknya dan membersihkan meja hingga Zayn merasa tidak ada lagi kuman bakteri disana.
Begitu makanan datang, Zayn langsung mengambil alih alat makan milik Nara, mengeluarkan tisu kering dan mengelapnya hingga bersih
"Sudah bersih, kau bisa menikmati makananmu selagi masih hangat." ucapnya.
Nara mengangguk, biarlah Zayn melakukan apa yang diinginkannya. Selagi itu untuk kebaikan Nara dan masih dibatas wajar maka tidak ada yang salah sama sekali.
"Bagaimana? apakah pedas?" tanya Zayn begitu Nara menyendokkan makanan kedalam mulutnya.
Nara menggelengkan kepalanya, tidak pedas sama sekali. Bahkan ia seperti tidak merasakan cabai sedikitpun di sup miliknya.
"Aku bahkan tidak merasakan cabai sedikitpun dimakananku." ucapnya.
...πππ...
Keesokan paginya Zayn bangun lebih awal dibandingkan biasanya, pukul 4 pagi ia sudah pergi ke rumah sakit karena mendapatkan panggilan darurat.
Dan sampai pukul 7 pagi Zayn belum kembali juga. Nata sudah memasak sarapan untuknya dan meletakkannya di meja makan.
Ia juga belum makan karena menunggu Zayn pulang namun sepertinya suaminya itu sibuk sekali di awal tahun baru ini.
"Apakah begitu sibuk? dia bahkan hanya tidur satu jam." gumam Nara pelan.
Mereka kemarin malam sampai di apartement pukul 3 pagi setelah berjalan santai mengelilingi sungai Han semalaman. Karena itu Zayn hanya tidur selama satu jam saja sebelum akhirnya ia mendapatkan telepon dan kembali dengan tergesa-gesa ke rumah sakit.
Nara mengambil ponselnya sendiri mencoba menghubungi Zayn, namun tidak bisa. Ponselnya sepertinya di nonaktifkan.
"Hah.. kenapa aku harus khawatir seperti ini?" pikirnya.
Drrtt.. Drttt..
Ponsel Nara bergetar. Panggilam dari mommy Fey ternyata.
"Aku pikir ini Zayn." gumamnya.
Nara segera menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponsel ke telinganya.
__ADS_1
"Ya mom?" tanya Nara.
"Tidak lupa kan? hari ini kita akan pergi ke makam orangtuamu bersama-sama." ucap Fey.
Nara membolakan kedua matanya, menepuk dahinya sendiri karena lupa dengan janjinya dengan mommy.
"Ten-tentu saja mon, tidak mungkin aku lupa dengan janji untuk ke makam."
"Baguslah, mommy akan segera ke apartement Zayn jadi bersiap-siaplah."
"Tidak mom, jangan! Nara saja yang ke mansion mommy. Nara bisa mengendarai mobil sendiri, jadi biarkan Nara yang datang untuk menjemput mom ke mansion." tolaknya.
Tidak mungkin, Nara akan merasa sangat tidak enak jika mommy Fey yang datang ke apart untuk menjemputnya padahal ia yang berencana untuk mengunjungi makam orang tuanya.
"Tidak apa Nara, mommy juga sudah berada dijalan menuju ke apartement. Jadi kau tunggu saja disana, okey?"
Hah, mommy sudah berada dijalan ternyata.
"Baiklah mom, aku akan segera bersiap. "
Nara langsung meletakkan ponselnya diatas meja begitu panggilan terputus. Ia masuk ke dalam kamarnya dan bersiap-siap untuk ke makam.
Dengan gaun selutut berwarna putih tulang sederhana, riasan tipis dan juga sendal tanpa hak sama sekali. Tidak tampil mencolok sama sekali untuk ke makam.
Ting..
Nara berjalan menuju ke depan begitu mendengar suara bel yang berbunyi. Pasti mommy sudah sampai.
"Ayo!" ajak mommy.
Nara mengangguk, ia langsung keluar setelah mengambil tas dan juga ponselnya. Di dalam lift, Nara sempat mengecek ponselnya sendiri.
Tidak ada pesan, tidak ada panggilan sama sekali dari Zayn. Bahkan pesan yang tadi ia kirimkanpun belum dibaca sama sekali oleh Zayn.
Nara langsung membuang nafasnya dengan berat. Kenapa ia jadi merindukan Zayn begini? ck.
"Kenapa Nara? apa ada sesuatu?" tanya mommy.
Nara tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, "Tidak mom, tidak ada yang salah sama sekali."
"Dimana Zayn? mommy tidak melihatnya." tanya mommy lagi.
"Zayn tadi pagi-pagi sekali kembali ke rumah sakit. Ada panggilan darurat untuknya." jawabnya.
"Hah.. anak itu, sibuk sekali." gumam Fey.
"Ayo!" ajak Fey begitu lift berhenti di lantai dasar.
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke depan gedung, dimana supir mommy Fey sudah menunggu.
Begitu hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja tangan Nara dicekal yang langsung membuatnya kaget.
"Zayn?!" tanya Nara kaget.
__ADS_1
Pria itu seperti baru saja berlari.
"Aku ikut!" ucapnya.