
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca🤗🤗🤗🤗
Crazy up mulai hari ini sampai akhir hari sabtu!
...💜💜💜...
"Kenapa Zayn belum sampai juga? salju bahkan sudah turun." gumam Nara sedih.
Ia menengadahkan kepalanya menatap butiran salju yang turun mengenai tubuhnya sendiri.
Wajah Nara mulai memerah kedinginan, perutnya juga terasa sedikit kram entah kenapa.
Namun masih bisa ditahan oleh Nara rasa sakitnya.
Sedangkan Zayn dan juga Raka tengah berhenti karena lampu merah. Mereka menatap ke depan namun Zayn hanya diam saja, ia masih mengumpat sial pada kecelakaan yang menimpanya dan membuat dirinya terluka.
"Salju.." gumam Arka.
"Ada apa?" tanya Zayn.
Arka menatap Zayn, "Salju dokter, salju pertama turun malam ini sesuai dengan ramalan cuaca." jawabnya.
Zayn langsung menatap ke depan, dan benar saja salju turun dengan lebatnya.
Salju.
Zayn langsung membelalakkan matanya, Nara!
"Astaga, akkhh.. hampir saja aku lupa." ucapnya.
"Lupa apa dokter?" tanya Raka.
"Putar balik, antar aku ke taman xxx." kata Zayn.
Raka menaikkan sebelah alisnya, "Tapi dokter, kau baru saja mengalami kecelakaan dan diluar pasti sangat dingin. Untuk apa berada ditaman di hari sedingin ini?" tanyanya.
Zayn berdecak mendengarnya, "Apa kau kubolehkan untuk bertanya?" kata Zayn kesal.
Raka langsung diam, sepertinya ia membuat kesalahan besar dengan bertanya pada Zayn mengenai hal ini.
"Putar saja mobilnya dan antar aku ke taman itu secepatnya." kata Zayn dengan tenang namun tetap mengintimidasi.
Kepalanya masih sakit akibat benturan dan juga luma yang diterimanya. Apalagi kulitnya juga perih tergores oleh kaca mobilnya yang pecah.
Sialan.
Zayn merutuki pengendara mobil yang tidak berhati-hati tersebut.
Begitu lampu berubah menjadi hijau, Raka langsung memutar balik mobilnya dan menuju ke taman yang diberitau oleh Zayn tadinya.
Hanya 10 menit mereka sudah sampai disana dan Zayn langsung keluar dengan cepat.
"Kembali kerumah sakit secepatnya dan lanjutkan pekerjaanmu atau kau kupecat nantinya." ancam Zayn.
__ADS_1
Raka menelan ludahnya sendiri dan langsung mengangguk, baru saja bekerja bulan ini dan gaji belum ia dapatkan. Masa Raka harus mundur? tidak boleh.
Zayn langsung berlari masuk ke dalam area taman, ada banyak sekali pasangan disana. Mereka saling berpegangan tangam atau berpelukan menikmati salju pertama yang turun.
Zayn menoleh ke kanan dan ke kiri mencari dimana Nara berada, ia sedikit meringis saat kakinya pun terasa ngilu.
"Apa kakiku juga cidera? haishh.. merepotkan saja." gerutunya.
Zayn terus mencari Nara hingga akhirnya ia melihat seorang wanita berdiri sendirian bersandar pada pohon sambil menunduk dan memainkan sepatunya.
"Apa itu? dia kedinginan?" gumam Zayn.
Zayn langsung berjalam untuk mendekati Nara, tujuannya hanyalah untuk menemui Nara.
Sedangkan Nara terus menarik nafas dalam, kenapa Zayn belum juga tiba pikirnya.
Apa Zayn ada kepentingan mendadak dan tidak bisa menemuinya disini?
Tapi kenapa Zayn tidak menghubunginya dan mengatakan padanya langsung jika memang ia sibuk?
Jadi Nara tidak perlu menunggu disini jika memang Zayn banyak pekerjaan.
Namum tiba-tiba saja ada sepasang sepatu yang berhenti di depannya.
"Nara.." panggil Zayn.
Nara langsung menengang, itu suara Zayn!
Buru-buru Nara mengangkat kepalanya dan benar saja Zayn tengah berdiri di hadapanya sekarang.
Zayn langsung memeluk Nara, membawa Nara masuk ke dalam pelukannya dan menghangatkan tubuh Nara dengan coat yang dipakainya yang ia lepaskan kancingnya.
"Maaf membuatmu menunggu lama." ucapnya.
Nara mengangguk mengerti, tak apa Zayn.. kau berada disini saja aku sudah sangat bersyukur batin Nara.
"Tidak apa dokter.. kau sudah menemuiku disini saja sudah membuatku senang, itu artinya penantianku atas kehadiranmu tidak sia-sia." jawabnya.
Zayn tersenyum mendengarnya, ia melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Nara dengan tangannya.
"Wajahmu dingin sekali. Berapa lama kau menungguku disini?" tanyanya.
Namun bukannya menjawab, Nara malah membelalakkan matanya dan kaget melihat dahi Zayn yang diperban dan juga ada beberapa goresan lain di wajahnya.
"Dokter.. apa yang terjadi?" tanyanya.
Nara menyentuh perban yang ada di kepala Zayn, suaminya itu langsung meringis saat dipegang lukanya.
"Kau terluka? bagaimana bisa? siapa yang melukaimu dokter?" tanya Nara khawatir.
"Apa lukanya parah sampai kau harus diperban seperti ini? kenapa ada banyak goresan juga di wajahmu? apa yang terjadi?" tanya Nara semakin khawatir.
Tanpa di duga Nara langsung menangsi terisak, ia sedih melihat Zayn mendapatkan luka seperti ini.
Zayn langsung menarik Nara lagi ke dalam pelukannya dan menepuk punggungnya pelan berusaha menenangkan istrinya itu.
Menurut internet, cara menenagkan wanita saat ia marah ataupun menangis adalah dengan menepuk bahunya beberapa kali dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Jadi Zayn sedang mempraktikkannya sekarang.
"Tidak apa jangan menangis, cingeng sekali. Aku hanya terluka karena kecelakaa-"
"APA?!" Pekik Nara dengan kuat hingga beberapa pasangan yang ada di dekat mereka langsung menatap kaget kepada keduanya.
"Husst.. pelankan suaramu, mereka terkejut mendengarnya." kata Zayn sambil menatap Nara kesal.
"Maafkan aku dokter, tapi kau mengalami kecelakaan? bagaimana bisa? apa lagi yang terluka? kau memakai seatbelt dengan baik bukan? tidak ada lagi yang terluka parah kan?" tanyanya berentetan.
"Aku baik-baik saja Nara, aku juga sudah diobati oleh dokter baru di rumah sakitku."
"Kecelakaannya tidak begitu jauh dari rumah sakit dan aku juga terluka karena berada di mobil yang mengalami tabrakan." jelasnya.
"Di depanku ada dua mobil yang saling melawan arah, mereka bertabrakan dan salah satu mobilnya terpental ke depan mobilku jadi aku mendapati beberapa luka ringan." jelasnya lagi tak ingin Nara khawatir atau salah paham.
"Benar-benar hanya luka ringankan? tidak berbahaya kan? aku takut terjadi sesuatu padamu." tanyanya lagi.
Nara masih belum bisa tenang, ia tau sekali betapa hati-hatinya Zayn saat berkendara atau melakukan yang lainnya, ia selalu terhindar dari segala ancaman yang ada.
Zayn juga jarang sekali sakit, bisa dihitung berapa kali Zayn sakit seumur hidupnya. Ia memiliki tubuh yang selalu fit.
Dan saat Zayn terluka seperti ini, maka Nara akan sangat khawatir, tentu saja.
"Aku tidak apa-apa Nara, lihatlah aku sekarang sudah berapa di hadapanmu, berdiri dengan tegap. Jangan khawatir berlebihan." ucap Zayn meyakinkan.
Nara mengangguk pahan, baiklah ia akan percaya pada Zayn saja.
"Nara.." panggil Zayn.
Nara langsung mendongakkan kepalanya menatap suaminya itu dan Zayn dengan cepat menangkup wajah Nara dengan kedua telapak tangannya.
Setelah itu Zayn mendekatkan wajahnya pada Nara, mengetahui apa yang ingin dilakukan oleh suaminya membuat Nara langsung memejamkan matanya.
Dan bibir keduanya bertemu di malam pertama salju turun tahun itu.
Menjadi saksi bahwa keduanya sudah saling mencintai dan berharap bahwa pernikahan keduanya bisa berjalan dengan lancar dan abadi.
Zayn menjauhkan wajahnya setelah itu, "Sekali lagi maaf karena aku membuatmu menunggu di cuaca sedingin ini hingga wajahmu terasa sangat dingin dan hampir beku." ucapnya.
Nara mengangguk mengerti, tidak apa. Nara lebih senang dengan memori yang dia dan Zayn miliki disini.
Dengan romantisnya Nara merapikan rambut Zayn, membersihkan salju yang menempel diatasnya.
"Ingin makan sup hangat?" tanya Zayn.
"Kau tau tempat yang enak?" tanya Nara balik dan Zayn mengangguk.
"Sepertinya enak karena Aeri sering kesana, aku tidak tau karena belum pernah merasakannya. Tapi tidak jauh dari sini."
"Baikah, kita pergi kesana saja sekarang." ucap Nara setuju.
"Tapi kita harus berjalan kaki." kata Zayn dengan sedih.
"Mobilku sudah rusak dan tidak bisa dikendarai lagi." lanjutnya pias.
Hah, nasib buruk harus berjalan kaki di musim dingin seperti ini..
__ADS_1