Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Fitting Gaun


__ADS_3

"Mom-mommy?" pekiknya kaget.


Fey menatap ke sekeliling ruanga praktek Zayn lalu menganggukkan kepalanya.


"Ternyata ruangan Zayn bagus juga." gumamnya memuji.


"Mom, kau berada disini? kenapa tidak mengabariku?" tanya Nara.


"Mommy lupa, dimana Zayn?" tanyanya saat tak melihat Zayn diruangannya.


"Zayn ada operasi mom, sudah tiga jam." jawabnya.


Fey menganggukkan kepalanya mengerti, "Dia akan selesai saat matahari akan tidur."


"Benarkah mom? Zayn bilang dia akan selesai dalam 5 jam." katanya.


Fey menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin, mom tahu sekali."


Nara menghela nafasnya pelan, ah dia saja sudah sangat bosan duduk diam selama tiga jam bagaimana lagi ia harus menunggu disini.


"Kau bosankan? karena itu mom datang kesini untuk mengajakmu keluar." ajaknya.


Nara mengernyitkan dahinya, "Pergi? mau kemana mom?" tanyanya.


"Butik untuk memilih dan mencoba gaun pernikahanmu." katanya.


"Ayo!"


Nara diam, tadi Zayn memintanya untuk tetap menunggu disini saja tapi bagaimana ia izin kepada Zayn sekarang? laki-laki itu sedang melakukan pekerjaannya.


"Kenapa diam Nara?" tanya Fey.


"Aku takut Zayn marah mom, dia ingin aku tetap berada disini karena ingin membicarakan sesuatu tapi dia sedang melakukan operasi bagaimana aku bisa meminta izin?" ucapnya khawatir.


Fey mengulum senyumnya sendiri, "Kau tenang saja, kita hanya akan mencoba gaunmu saja dan memilij tuxedo untuk Zayn."


"Tapi mom..."


Fey menggelengkan kepalanya kemudian menarik tangan Nara.


"Bahkan jika Zayn selesai dalam dua jam lagi pun dia tidak akan tahu kalau kau pergi. Mom jamin kita akan kembali kurang dari dua jam." jaminnya.


"Benarkah mom?"


Fey menganggukkan kepalanya, "Kau hanya akan mencoba beberapa gaun saja Nara... mom sudah memilihkan yang terbaik untukmu."


Nara bimbang, ia bingung harus mengatakan apa kepada mommy Fey sekarang. Namun tanpa menunggu persetujuan dari Nara, Fey langsung menarik tangannya keluar.


Mereka naik bersama kedalam mobil Fey yang dikendarai oleh supir pribadinya menuju ke butik teman Fey.


Nara dan juga Fey sampai di butik setelah menempuh perjalanan selama satu jam lamanya. Fey menekuk wajahnya kesal.


Bisa-bisanya ada pohon yang tumbang di tengah jalan hingga membuat kemacetan yang cukup parah.

__ADS_1


Oh my God, Fey ingin menendang apa saja yang dilihatnya dengan heels rampingnya itu.


Padahal mereka hidup di perkotaan elit pikir Fey.


"Tidak apa mom jangan kesal." kata Nara menenangkan.


Kedua wanita ini masuk ke dalam butik dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari teman Fey itu.


"Aku menunggumu sejak tadi." katanya saat melihat Fey.


"Maafkan aku Ta, ada kemacetan yang tidak bisa dihindari saat kami sedang dalam perjalanan kesini."


Ita tersenyum mendengarnya, "Tidak apa-apa, ayo aku sudah menyiapkan gaun-gaunnya kalian bisa melihatnya secara langsung dan mencobanya."


"Dia kan calon istri anakmu?" tanya Ita sambil menatap Nara.


Nara tersenyum kikuk kepada tante Ita, sedangkan Fey menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana cantikkan calon menantuku? dia bida menaklukan Zayn." kata Fey bangga.


Nara hanya meringis mendengarnya, menaklukan apanya pikirnya. Ia dan Zayn memutuskan untuk menikah juga karena kesepakatan dan untuk mengambil keuntungan.


"Cantik, Zayn pandai memilih calon istri. Dia terlihat 10 kali lipat lebih baik daripada calon yang sering kau jodohkan dengan Zayn." jawab Ita.


"Benarkan? ahh.. Zayn pandai sekali." gumam Fey.


"Ayo, akan aku tunjukkan gaunnya kepada kalian." ajaknya.


"Wahh.." gumam Nara takjub melihatnya.


"Kau suka Nara dengan gaun disini? teman mommy pandai sekali merancang gaun pengantin dan di lantai dua ini gaun pengantinnya rata-rata dibuat khusus." kata Fey.


"Ayo kesini." kata Ita saat melihat Fey dan juga Nara yang berdiri di dekat pintu masuk.


Nara dan Fey pun langsung mendekati Ita, disana berjejer lima gaun dengan model yang berbeda-beda.


"Ini gaunnya, pilihlah yang kau suka Nara. Aku membuatnya khusus jika ada yang meminta dan kebetulan itu Fey."


Nara menatap kelima gaun didepannya yang dipasang di patung tubuh. Semuanya terlihat sangat cantik dan berkilau.


Berwarna putih dan juga cream, dengan potongan yang sederhana namun sangat terlihat elegan. Melihat gaun ini kedua mata Nara langsung berkaca-kaca.


"Aku-aku akan memakai gaun ini mom?" tanyanya lirih.


Fey menganggukkam kepalanya, "Ya, pilihlah dua gaun yang menurutmu paling bagus. Satu untuk pemberkatan dan satu lagi untuk acara pesta malam."


Nara terdiam melihat gaun didepannya, ia tidak pernah membayangkan bisa memakai gaun seperti ini melihat kehidupannya beberapa tahun kebelakang, saat dirinya saat terpuruk.


"Apa ini hadiah dari ayah dan ibu di surga? mereka mengirimkanku Zayn dan juga mommy Fey?" batinnya.


Fey menepuk pundak Nara pelan, "Kenapa diam? pilihlah salah satu." ucapnya lembut.


"Aku merasa tidak pantas memakai gaun secantik ini mom.. aku-"

__ADS_1


"Ssttt... jangan berkata seperti itu. Kau akan menjadi anggota keluarga Xavier, bagaimana bisa aku memberikanmu gaun biasa saja dihari pernikahan?" tanyanya.


"Benar kata Fey, kau akan menjadi nyonya Xavier selanjutnya jadi pakailah pakaian yang bagus untuk seterusnya karena kau memang layak mendapatkannya."


Nara langsung memeluk Fey dengan erat, ia jadi merindukan ibunya. Orang yang dulu sangat menyayanginya.


"Jangan menangis, pilihlah. Jangan lupa, kita tidak punya waktu banyak karena Zayn akan segera selesai dengan operasinya."


Nara langsung melepaskan pelukannya dan mengangguk mengerti. Zayn.. pria itu akan sangat marah jika tau dia tidak menuruti perkataannya.


Apalagi Zayn adalah orang yang kasar dan bermulut pedas, menurut Nara.


Nara menatap kembali kelima gaun didepannya, Fey bilang ia harus memilih dua dari kelima gaun ini. Matanya menatap satu persatu, menyentuhnya dengan perlahan.


Namun sayangnya Nara tetap merasa tidak enak dan tidak pantas memakai gaun mewah ini.


"Mom, bolehkah aku memakai gaun yang lain saja? aku tidak bisa memakainya." pintanya.


"Tapi Nara.. gaun ini sangat cantik dan baru diperlihatkan kepada kita."


"Aku tidak mampu memakainya mom, banyak gaun yang cantik juga disini." ucapnya.


Fey menghela nafasnya, "Baiklah, kau yang menikah jadi kau juga yang memutuskan Nara.. pilihlah yang kau mau."


"Benar, semua gaun diruangan ini pun aku buat dengan sangat teliti." ucap Ita.


Nara pun tersenyum senang mendengarnya, ia beralih menatap satu per satu gaun yang ada diruangan itu. Ia akan memilih gaun yang sederhana saja.



Nara tersenyum menatap gaun di depannya, sangat simpel namun tetap terlihat elegan. Ia menyentuhnya.


"Kau ingin gaun ini Nara?" tanya Fey.


"Bagus, ini sangat cocok digunakan untuk pemberkatan." sambung Ita.


Fey menatap gaun itu lamat, "Benar, bagian atasnya tertutup dan sopan. Kau ingin memakai ini?" tanya Fey.


Nara menganggukkan kepalanya, "Bolehkan mom?"


"Tentu saja, ayo pakai gaun ini."


Setelah mencoba gaun yang tadi dan menyesuaikannya dengan ukuran tubuh Nara. Mereka kembali mencari satu gaun lagi..


Untuk acara resepsi.



Nara memilih satu gaun lagi, kali ini bagian pundaknya terbuka membuat kulit halus dan putih Nara akan terlihat nantinya.


Cukup sederhana, Nara tidak suka yang berlebihan.


"Aku memilih gaun ini mom." ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2