Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Sepertinya aku sudah sembuh


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentarπŸ€—


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membacaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Duutt...


Zayn menutup hidungnya sendiri begitu ia buang angin. Zayn baru saja ingin duduk di kursinya namun desakan gas dari dalam tubuhnya tidak bisa ditahan.


"Ah.. Nara tidak boleh mencium bau tidak sedap ini diruanganku." gumamnya.


Zayn langsung berjalan masuk ke dalam ruangannya yang biasa ia gunakan untuk tidur. Ada botol parfum miliknya disana dan masih full sekali.


Langsung saja Zayn mengambilnya dan menyemprotkannya ke seluruh ruangannya agar bau tidak sedapnya bisa langsung lenyap.


"Hmm.. masih bau." gumamnya.


Zayn langsung menyemprotkan lagi parfumnya ke seluruh ruangan. Begitu selesai Zayn langsung menyimpan lagi parfumnya di ruang tidurnya.


Tak.


Zayn meletakkannya di atas nakas.


Tinggal setengah saja.


"Uhukk.. uhukk.." batuk Zayn saat mencium aroma parfumnya.


Nara berdecak, ia mengeluarkan bekal makanannya namun mengurungkan niatnya untuk membukanya di tengah wabah pafrum milik Zayn yang begitu mematikan ini.


Bisa-bisa makanannya akan terasa pahit jika bercampur dengan parfum Zayn.


"Ada apa?" tanya Zayn.


Pria itu masih berdiri di depannya, menatap Nata dengan wajah datarnya.


"Aku tidak ingin makan disini, bau parfumnya sangat menyengat." ucapnya.


Zayn menghela nafasnya pelan lalu segera merebut kotak makan tersebut dan berjalan mendahului Nara.


"Mau kemana dokter?" tanyanya.


Draakk..


Zayn menggeser pintu kacanya, balkon.


Zayn mempunyai balkon di ruangannya yang langsung memperlihatkan keindahan malam di kotanya.


"Cepatlah kesini." kata Zayn saat Nara masih diam di dalam.


Nara langsung berjalan menghampiri Zayn, pria iti dengan cepat menutup pintunya dan bernafas lega.


Untung saja Nara memberikannya ide untuk menyelamatkan diri dari wangi parfum itu.


"Kita makan disini saja." ucap Zayn kemudian duduk di sofa dan meletakkan makanannya di atas meja.


Hanya ada satu sofa disana dan cukup untuk di duduki oleh dua orang.


"Tak apa aku duduk disampingmu?" tanyanya.


Zayn mendongak, "Tentu saja, kau sendiri yang bilang kita harus sering melakukan skinship agar aku cepat sembuh." katanya.


Nara langsung menggigit bibirnya sendiri, Zayn mengingat ucapannya.


Ah... Nara jadi malu.


Ia langsung duduk di sebelah Zayn, tubuh keduanya cukup berdekatan dan tangan mereka saling bersentuhan.


Namun Zayn tak apa.


Ia benar-benar tak apa.

__ADS_1


Zayn juga bingung, kemarin malam ia sedikit sulit tidur dengan Nara, namun malam ini bersentuhan seperti ini.. Zayn baik-baik saja.


Zayn menatap Nara yang tengah membuka kotak makannya, mengerjapkan matanya berulang kali menatap Nara.


Kenapa aku merasakan hal yang berbeda dengannya? gelenyar aneh yang menyeruak di dalam dada, perasaan apa ini? batin Zayn.


Jantungnya berdebar, ia ingin memeluk Nara sekarang juga.


Nara selesai membuka, mengelap alat makannya untuk Zayn. Ia ingin memberitahu Zayn namun tubuhnya langsung kaku saat melihat Zayn yang terus menatapnya.


"Ada apa?" tanya Nara.


"Aku teringat dengan permintaanmu tadi pagi." ucapnya.


Nara menaikkan sebelah alisnya, "Apa?" tanyanya.


"Ciuman."


Nara langsung membelalakkan matanya, hei siapa yang minta ciuman batinnya.


"Sudah mandikan? sini kucium." ucap Zayn.


Nara langsung memejamkan kedua matanya mendengr Zayn mengatakan hal itu.


Cup


Satu kecupan hangat mendarat, bukan di bibir namun di kening.


Nara langsung mengerjapkan kedua matanya, apa itu tadi? pikirnya.


"Kenapa? wajahmu seperti tidak senang." tanya Zayn.


"Ingin kucium yang lainnya?" tanya Zayn.


Nara terdiam sejenak kemudian tertawa pelan.


"Ah, kau banyak bercanda dokter... apa kau mampu menciumku lagi?" tanyanya.


Terakhir mereka berciuman? saat hari pernikahan.


Kedua mata Nara langsung berbinar mendengarnya, "Benarkah?" tanyanya.


Zayn mengangguk, "Sepertinya aku sudah sembuh." lanjutnya.


"Saat rapat tadipun, aku tidak terlalu sesak berada diantara para petinggi rumah sakit. Aku mulai merasa nyaman? ah tidak, aku hanya merasa sedikit santai saja." gumamnya.


"Itu bagus dokter! aku bahkan baru maju beberapa langkah tapi kau sudah sejauh ini?" tanyanya tak percaya.


Zayn tersenyum penuh kemenangan, "Tentu saja, aku kan hebat." ucapnya.


Nara menepuk pelan rambut Zayn membuat pria itu tersentak kaget lalu menatap Nara.


"Kerja bagus dokter.." ucapnya.


Zayn langsung mengerjapkan matanya mendengarnya, dia mendapatkan pujian?


"Kerja bagus.. kau tidak perlu berusaha terlalu keras untuk sembuh, perlahan saja.." ucapnya.


Zayn menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku ingin hidup normal secepatnya." jawabnya membuat Nara menghentikan gerakan tangannya.


"Kau yakin dokter?" tanyanya.


Zayn mengangguk, "Ya aku yakin. Aku ingin hidup normal seperti yang lainnya." lanjutnya.


Nara tersenyum senang mendengarnya, "Kau berubah pikiran dengan sangat cepat."


"Ya begitulah." jawab Zayn.


Nara menatap kedua mata Zayn lamat, secepat ini kah? batinnya.


Aku rasa aku mulai menyukainya, batin Nara.


"Nara... kau tau kan aku tidak dekat dengan siapapun dan belum pernah merasakan cinta diusiaku ini, bisa dikatakan aku sangat payah dalam hal ini karena tidak memiliki pengalaman apapun." ucapnya tiba-tiba.

__ADS_1


Nara mengangguk, "Y-ya aku tau, tapi kenapa kau mengatakannya?" tanyanya.


Zayn menatap Nara, "Karena kau satu-satunya perempuan yang masuk ke dalam kehidupanku. Aku harap kau tidak menyesali apapun itu nantinya."


Menyesal?


"Aku belum pernah merasakan cinta, kasih sayang dan perhatian dari seorang gadis, aku belum pernah mencintai seseorang selama ini bahkan aku terlalu sibuk dengan studyku."


"Aku jadi tidak tau hal luar selain pekerjaan dan tidak pandai mengungkapkan sesuatu melalui ucapan."


Ahh.. aku jadi pusing batin Nara.


"Jadi harap maklum jika aku tidak mengerti apa maksudmu dan apa yang kau inginkan." lanjutnya.


Zayn langsung mengambil sendok, memakan masakan Nara perlahan sedangkan Nara masih menatap Zayn dengan lamat.


Dia membuka diri padaku kah? dia ingin belajar mencintaiku? membuka hatinya padaku? atau apa? pikirnya.


"Kau tidak makan?" tanya Zayn.


"Dokter.. apa maksud dari semua ucapanmu tadi?" tanya Nara tiba-tiba.


Zayn menaikkan sebelah alisnya, "Maksudku?"


"Emm... ingin memberitahumu." ucapnya.


Bukan itu dokter, batin Nara.


"Ya, tapi kenapa kau memberitahuku? kau ingin membuka hatimu untukku kah?" tanya Nara tiba-tiba.


Zayn langsung tersedak mendengar ucapan Nara, buru-buru ia mengambil air putih di dalam dan meminumnya.


Nara yang merasa khawatir langsung mengikuti Zayn dari belakang.


"Kau tidak apa-apa?" tanyanya khawatir.


Zayn meletakkan gelasnya di atas meja lalu menatap Nara, mendekat padanya.


Tak


"Akkhh.." Nara meringis saat Zayn kembali menjitak kepalanya.


Kuat sekali.


Nara meringis memegangi dahinya sendiri, mengelusnya untuk mengurangi rasa sakitnya.


Melihat Nara merasa kesakitan seperti ini entah kenapa malah membuat Zayn merasa bersalah.


Zayn mendekatkan tubuhnya pada Nara lalu menarik tangan Nara turun ke bawah.


Nara pun langsung menatap Zayn dengan lamat. Zayn tengah meniup pelan dahi Nara dan mengelusnya. Refleks ia melakukannya.


"Sakit? aku tidak sengaja." tanyanya.


Zayn tau Nata menatapnya terus karena itu ia langsung menatap Nara balik saat istrinya ini tidak menjawab pertanyaannya.


"Ada apa?" tanya Zayn.


Nara berjinjit lalu mendekatkan wajahnya pada Zayn. Pria itu sedikit tersentak namun Nara menahan wajahnya dengan cepat.


Dan bibir keduanya bertemu, Nara menutup kedua matanya dan begitupula dengan Zayn, ia menutup matanya sendiri dan langsung mencium Nara dalam.


Zayn menyesap bibir Nara lembut, melingkarkan tangannya di pinggang Nara lalu menariknya semakin mendekat padanya.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Jadi tokoh Zayn disini punya karakter tsundere, tau kan? tipe pria yang dingin, angkuh tapi diam-diam perhatian dan perduli.


Zayn disini juga begitu sama Nara, dia dingin, suka marah-marah sama Nara tapi diam-diam dia juga perduli.


Zayn udah punya perasaan sama Nara sejak awal tapi dia gak sadar sama sekali😌 Coba inget-inget berapa kali Zayn perduli sama Nara? peka sama keadaan? hayoo wkwk.. 😁


Nah Naranya juga mulai suka tapi ya gimana, sama-sama gak punya pengalaman dalam hal percintaan jadi gini deh hehehe..

__ADS_1


Sekian...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2