Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
On Our Wedding Day 2


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗


...💜💜💜...


Malam harinya pesta pernikahan di lanjutkan di taman terbuka outdoor dengan bunga baby breath sebagai dekorasi utamanya yang berhampar di seluruh sudut lapangan.


Lampu-lampu bersinar menerangi malamnya acara itu dengan kursi tamu yang tersusun secara apik dan indah.


Zayn menggunakan tuxedo berwarna hitam sedangkan Nara menggunakan gaun yang waktu itu dipilih olehnya.


Rambutnya diurai dan dihias dengan cantik sesuai dengan permintaan Zayn yang marah karena saat pemberkatan rambut Nara disanggul kebelakang.



Nara dan Zayn duduk berdampingan di atas pelaminan, namun tetap dengan Zayn yang menjaga jaraknya dengan duduk di ujung kursi begitu pula dengan Nara yang di minta duduk diujung juga.


"Jangan mendekat kepadaku." ucap Zayn.


Nara berdecak mendengarnya, ia hanya diam menatap tamu-tamu yang asik bercengkrama satu sama lain.


Hingga waktunya dansa tiba, ditengah lapangan sudah dibuat tempat dansa untuk Zayn dan juga Nara yang hari ini menjadi bintang utamanya.


Zayn berdiri lalu menghadap ke arah Nara, jika pasangan lain akan bertanya maukan kau berdansa denganku? maka berbeda dengan Zayn.


"Aku sangat keberatan melakukan ini, tidak ada kuman kan?" tanyanya.


Nara hanya bisa menghela nafasnya pelan, "Kau sendiri sudah melihatku memakai banyak disinfektan." ucapnya kesal.


Zayn mengulurkan tangannya dan diterima oleh Nara, mereka langsung berjalan bersama menuruni tangga dan berdiri di tengah lantai dansa.


Musik mengalun dengan pelan, Nara dan Zayn mulai berdansa dengan perlahan. Sesuai dengan yang diajarkan oleh mommy Fey dan temannya kemarin.


Untungnya Nara masih mengingat bagaimana gerakannya, berdansa dengan indah dan para tamu yang menatap kagum kepada mereka berdua.


Zayn mengeratkan rangkulannya pada pinggang Nara dan gadis itu memegang lengannya dengan erat.


Lihatlah, gaun apa yang dikenakan oleh Nara pikirnya.


Gaun yang memperlihatkan pundak mulusnya dengan jelas, apalagi Zayn dan Nara saling berdekatan seperti ini.


Rambutnya yang digerai seperti permintaan Zayn pun tak mampu menyembunyikan betapa cantiknya leher gadis itu.


"Nara.." panggil Zayn.

__ADS_1


Nara mendongak menatap Zayn, "Ada apa?" tanyanya.


"Kenapa kau memilih gaun seperti ini? gaun model apa yang memperlihatkan pundakmu seperti ini, seharusnya ini berada dipundakmu bukan dilenganmu." kritiknya.


"Ini model Zayn, cantik kok gaunnya." jawabnya.


Zayn menggelengkan kepalanya, "Aku tidak suka."


"Kenapa?" tanya Nara.


Zayn mendekatkan wajahnya ke telinga Nara, lalu berbisik pelan disana.


"Kau terlihat sangat jelek memakainya, kau lebih pantas memakai gaun yang tertutup dari leher sampai ke ujung kaki." bisiknya.


Nara langsung terlihat kesal setelah mendengarnya sedangkan para tamu terlihat sudah seperti cacing kepanasan menyaksikan betapa romantisnya pasangan hari ini.


Mommy Fey pun dengan sigap mendokumentasikannya, meminta sepuluh fotographer yang disewanya untuk terus memgambil gambar dengan baik.


Zayn menjauhkan wajahnya lagi, matanya refleks langsung menatap leher dan pundak Nara yang membuatnya tergoda.


Hanya Nara lah yang bisa membuatnya bernafsu seperti ini, sungguh lebih dari 15 tahun ia terpaku dengan OCD nya dan menjauhi wanita karena perilaku ayahnya.


Baru Nara lah yang bisa menembus pertahanan yang ia buat selama ini.


Zayn beralih menatap kedua manik mata Nara yang terlihat begitu indah dengan nafas berat, ia menarik Nara semakin mendekat membuat gadis itu tersentak dan semakin mengeratkan pegangannya pada lengan Zayn.


"Ingin berciuman?" tanyanya.


"*Kenapa dia sangat bernafsu sekali untuk menciumku? apa kegilaannya pada kebersihan hanya sebuah tipuan belaka?" batin Nara.


"Apa dia berbohong kepada semua orang termasuk aku, bersandiwara takut kepada kuman hanya untuk menahan dirinya saja?" batin Nara lagi*.


"Tidak, aku tidak ingin." tolak Nara.


"Kita hanya menikah untuk keuntungan saja, bukan karena cinta. Jangan cium aku atau lakukan yang lainnya jika bukan karena cinta." lanjutnya yang langsung membuat Zayn geram.


"Cinta? bahkan aku tidak pernah mendapatkan cinta dari orang lain, apa aku harus memberikan cinta kepada orang lain?" tanya Zayn.


"Jangan mengatakan omong kosong padaku, aku tidak percaya dengan yang orang sebut sebagai cinta."


Zayn langsung mencium Nara begitu saja, gadis itu berusaha untuk melepaskan ciumannya namun dengan secepat kilat Zayn menahan tengkuknya dengan tangan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya terus merangkul pinggang Nara.


Zayn melepaskan ciumannya, Nara terlihat sangat kesal dan menatapnya tajam.


"Jangan menyebutnya sebagai omong kosong, kau hanya belum merasakan bagaimana mencintai orang lain hingga takut kehilangannya." ucap Nara.


Zayn tersenyum miring mendengarnya, "Kau pasti sudah berpengalaman dengan hal seperti ini. Siapa mantan pacarmu dulu?" tanyanya.

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu untuk menjalin hubungan dengan orang lain, aku menghabiskan seluruh waktuku untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hariku."


"Lalu siapa orang yang membuatmu merasakan cinta hingga takut kehilangan?" tanyanya penasaran.


"Orang tuaku."


Zayn langsung terdiam mendengarnya, sedangkan Nara terlihat sedih mengingat kedua orang tuanya lagi. Kecelakaan tragis itu merenggut kebahagiaan dan juga cinta yang Nara dapatkan.


"Aku lelah berdansa, bisa kita duduk sekarang?" tanya Nara dengan wajah menunduk.


"Baiklah, ayo." ajak Zayn, pria itu menggenggam tangan Nara dan mengajaknya untuk duduk lagi di pelaminan.


Abian yang sedari tadi menatap Nara langsung mengkerutkan keningnya, "Apa ada sesuatu? kenapa wajahnya menjadi murung?" gumamnya.


"Jangan menekuk wajah seperti itu, ada banyak tamu yang hadir disini dan memperhatikan dirimu." ucap Zayn namun matanya tetap memandang ke depan.


Semua tamu hanya bersalaman dan mengucapkan salam kepada mommy Fey, tidak ada satupun yang diizinkan untuk bersalaman dengan Zayn maupun Nara.


Jadi Zayn dan Nara hanya duduk diam diatas pelaminan, menatap orang-orang yang berlalu lalang di depan mereka.


"Ingin pulang sekarang?" tanya Zayn tiba-tiba.


"Tidak, masih ada banyak tamu kasihan mommy." tolak Nara.


Zayn menghela nafasnya pelan lalu berdiri.


"Aku lelah dan ingin beristirahat. Ayo aku akan menunjukkan apartement barumu." ucapnya.


Zayn berjalan lebih dulu namun Nara masih duduk di kursinya, "Kenapa hanya diam? ayo cepat."


Nara mengangguk dan langsung berjalan menyusul Zayn. Mereka berjalan menghampiri mommy Fey yang masih bercengkrama dengan teman-temannya.


"Mom." panggil Zayn.


Fey langsung berbalik badan dan tersenyum lebar melihat anak dan menantunya. Tak lama ia berbalik dan berbicara dengan teman-temannya.


"Aku ingin berbincang sebentar dengan anak dan menantuku ya." ucapnya pada teman-temannya.


Teman-teman mommy langsung pergi, berkumpul dengan tamu yang lainnya.


"Kenapa kalian disini?" tanyanya.


"Aku dan Nara ingin pulang sekarang mom." ucapnya.


"Sekarang? kenapa cepat sekali? masih ada banyak tamu disini."


"Aku lelah mom dan Nara juga terlihat kelelahan, kami ingin beristirahat segera." jawab Zayn.

__ADS_1


Fey menatap Zayn dan Nara bergantian lalu sebuah seringai muncul di bibirnya.


"Baiklah kalian boleh pulang sekarang, bekerja keraslah." ucapnya.


__ADS_2