
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca🤗🤗🤗🤗
...💜💜💜...
"Jangan menggigit bibirmu begitu, kau ingin aku menciummu ya?" tanya Zayn kesal.
Bukannya menjawab pertanyaannya, Nara malah menggigit bibir seksinya seakan menggoda Zayn untuk melakukan sesuatu kepadanya.
Nara langsung menutup mulutnya sendiri, bisa bahaya jika Zayn melakukannya.
Tidak-tidak! tidak boleh!
Ucapannya saja mengatakan tak suka menyentuh orang lain tapi suka sekali menciumnya.
"Kalau kau tidak sedang menggodaku jangan menggigit bibirmu begitu dan katakan apa rencana kita hari ini?" tanya Zayn kesal.
Sungguh, Zayn kemarin sudah meminta kepada Aeri untuk menghandle para pasiennya agar Zayn bisa libur sehari agar bisa bersama dengan Nara, ah maksudnya untuk melakukan terapi.
Jangan berpikiran yang lain.
Nara menghela nafasnya bingung, namun seketika ia mendapatkan ide cemerlang.
"Ah.. aku ada ide." ucapnya.
Zayn mengangkat sebelah alisnya, "Apa?" tanyanya.
"Bagaimana jika kita pergi jalan-jalan? kau libur kan hari ini." Sarannya.
Zayn diam sejenak, "Kau ingin mengajakku jalan-jalan atau ingin mengajakku untuk berkencan?" tanyanya tiba-tiba.
Nara langsung bengong mendengarnya, apa Zayn tidak salah berbicara pikirnya. Bagaimana bisa pria di depannya itu berpikir bahwa dirinya mengajaknya berkencan.
Oh memikirkannya saja membuat Nara pusing.
"Tidak dokter Zayn yang terhormat, aku bukan mengajakmu kencan."
"Lalu?" tanya Zayn dengan wajah datarnya itu.
"Aku mengajakmu karena kau bertanya apa yang akan kita lakukan hari ini, dan aku ingin mengajakmu melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang normal." jelasnya.
Zayn menghela nafasnya pelan lalu mengangguk, ia berdiri membenarkan kemejanya.
"Ya sudah ayo, kita akan kemana?" tanyanya.
Nara tampak berpikir sebentar, memikirkan tempat apa yang ramai dan berdesakan namun tidak panas.
Ia tidak ingin Zayn pingsan ditempat, jangan sampai.
"Bagaimana jika kita ke mall?" tanya Nara.
__ADS_1
Zayn tampak mengerutkan keningnya tak setuju, "Kau ingin ke mall? apa belanjaanmu kurang?" tanyanya.
Tuhkan, lihatlah betapa mengesalkannya suaminya ini.
"Aku tidak belanja dokter, aku hanya mengajakmu untuk berjalan-jalan ke mall..."
Wahh.. untung saja mereka tidak tinggal disatu apartement yang sama, Nara hampir gila rasanya jika itu terjadi.
"Baiklah, kau ingin berjalan-jalan ke mall? hah aneh sekali ck ck ck.."
"Ya sudah aku akan menelpon agar mereka mengosongkan mall sekarang juga." kata Zayn dan mengeluarkan ponselnya.
Namun Nara langsung menarik ponsel Zayn dari genggaman pria itu, menyimpannya di dalam kantong celana jeans yang dikenakannya.
"Kenapa kau mengambil ponselku?!" tanya Zayn kesal.
Nara menggelengkan kepalanya, "Jangan menelpon, kita datang saat mall dalam keadaan ramai. Kau ingin sembuhkan dokter? jadi kau harus membiasakan diri berada di tempat keramaian." jelasnya.
Tampak wajah Zayn berubah pias, matilah aku pikir Zayn. Sedangkan Nara mengulum senyumannya, lucu pikirnya.
"Kau mau membunuhku?" tanya Zayn kesal.
Nara malah tertawa mendengarnya membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Zayn.
"Jangan tertawa!" ucapnya.
Nara pun diam dan menurut, ia menatap Zayn yang terlihat kesal.
"Kau harus membiasakan diri dengan keramaian, kau memiliki aku disana jadi jangan khawatir." ucapnya lagi.
Zayn pun terlihat kesal, ia langsung menatap Nara seolah akan mengajaknya berkelahi.
"Aku tidak takut, ayo! jangan sampai aku berubah pikiran." ucapnya dan langsung keluar apartement lebih dulu.
Nara mengulum senyumnya lagi melihat dan mendengarnya, ah sudah berapa kali ia dibuat terhibur oleh Zayn?
Ternyata selain membuatnya kesal, Zayn juga bisa membuatnya tertawa dan tersenyum.
"Tunggu aku dokter!" pekik Nara dan langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya mengambil sepatu dan juga tas serta barang-barang yang ia perlukan.
Zayn yang baru saja akan membuka pintu langsung mengurungkan niatnya mendengar suara Nara, ia pun berbalik dan bersandar di tembok.
Saat Nara keluar ia langsung berdiri tegap dan pura-pura marah kepadanya.
"Lama sekali!" gerutunya sambil membuka pintu.
"Maafkan aku dokter akukan harus mengambil tas dan juga sepatuku dulu." jawab Nara sambil berjalan mengekori Zayn.
Zayn menghentikan langkahnya membuat Nara menubruk pundaknya hingga terhuyung ke belakang.
"Dokter!!!"
Zayn pun berbalik menatap Nara dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
__ADS_1
Lihatlah, apa ini?!
Nara menggunakan sweater crop top yang memperlihatkan perut bawahnya dan juga celana jeans ketat berwarna hitam tadi dan jangan lupakan juga rambutnya yang diikat hair bun keatas memperlihatkan leher indahnya.
Hah Zayn tidak menyadarinya.
"Ada apa dokter Zayn terhormat? kenapa kau menatapku begitu?" tanya Nara lagi.
"Masuk, ganti pakaianmu!" ucapnya.
Nara langsung menatap Zayn tak percaya, apa ini?
"Tapi kenapa dokter? aku suka-"
"Aku mau kau ganti pakaianmu ini dengan gaun selutut yang kau punya, dan juga rambutmu yang digerai."
"Kau tau kan kalau sekarang kau adalah nyonya Xavier? semua orang tau itu, wajahmu terpampang di media cetak dan pasti semuanya mengenalimu."
Nara diam, benar juga semua orang mengenalnya lalu kenapa?
"Kalau mereka melihatmu berpenampilan seperti ini bagaimana? kau kan dari keluarga Xavier, mom menjaga nama baik keluarga ini dengan baik, kau lihat sendirikan bagaimana pakaian mom?" tanya Zayn.
Nara diam, ya.. mom selalu memakai gaun.. rambut diurai cantik dan juga tampil dengan dandanan feminim.
"Lalu aku juga harua berpenampilan seperti itu dokter?" tanya Nara.
Zayn menjentikkan jarinya, "Benar! kau harus berpenampilan seperti itu saat diluar. Ingat, kau membawa beban nama keluarga Xavier di belakang namamu." ucap Zayn.
Nara menghela nafasnya pelan, ya sudah harus bagaimana lagi..
Jaga nama baik keluarga bisa dibilangkan? baiklah... Nara akan melakukannya.
"Baiklah, aku akan berganti baju sebentar." ucapnya.
Zayn menganggukkan kepalanya mengerti, ia dan Nara pun kembali masuk ke dalam apartementnya. Takut jika tetangga melihat mereka di lantai ini.
Tak butuh waktu lama Nara untuk mengganti pakaiannya, ia keluar dari kamar dan langsung menunjukkan penampilannya kepada Zayn.
Rambut yang ia gerai, gaun selutut yang sedikit ketat berwarna terracota yang kontras dengan kulit putihnya.
Lalu tas berwarna putih keluaran terbaru dari brand ternama dan juga sepatu hak rendah terbaru karena dirinya tidak terbiasa memakai heels, wah Nara pandai memilih barang mahal.
Dan jangan lupakan pula perhiasan yang Nara gunakan, kalung dengan rantai tipis dan juga permata tunggal ditengahnya, hampir tidak terlihat. Anting yang senada dan juga cincinnya berada di samping cincin pernikahan mereka.
Nara bahkan memakai bros mawar terbatas yang ia beli di mall, wah.. pantas saja Zayn kehilangan banyak uangnya.
"Cantik." gumamnya.
Nara mengerjapkan kedua matanya mendengarnya, ia mengulum senyumnya sendiri mendengarnya.
Tidak salah kan? Zayn mengatakan cantik kepadanya.
Zayn yang tersadar dari lamunan dan juga ucapannya langsung berdehem.
__ADS_1
"Maaf Nara, maksudku brosnya cantik." elaknya.