Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Makan enak


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membaca🤗🤗🤗🤗


...💜💜💜...


Nara menganggu, sudahlah lebih baik ia mengalah saja dan mempostingnya.


"Jangan lupa captionnya." kata Zayn.


Nara mendongakkan kepalanya menatap Zayn.


"Caption apa yang harus kubuat?" tanyanya.


"Kencan pertama dengan suamiku."


Huek!


Nara ingin muntah mendengarnya. Ia tidak salah dengar kan? Zayn jadi lebay seperti ini.


"Kenapa diam saja?" tanya Zayn lagi.


"Tidak, tidak apa." jawabnya.


Nara pun mengetikkan caption untuk fotonya lalu segera mempostingnya.


Selesai.


"Sudah?" tanya Zayn dan diangguki oleh Nara.


Zayn tersenyum senang, ia pikir Nara membuay caption seperti keinginannya padahal Nara menuliskan yang lain.


Bunglon🦎


Tau kenapa Nara menyebut bunglon? karena sifat Zayn yang berubah-ubah seperti bunglon. Seperti sekarang sifatnya berubah menjadi manis dan membuat Nara geli.


Dan terkadang sifat Zayn membuatnya kesal.


"Sudah, ayo masuk." ajak Zayn saat teather akan dibuka.


Zayn menggenggam tangan Nara, keduanya masuk ke dalam teather bersama dan duduk bersampingan.


Sepanjang film Zayn hanya diam saja, sesekalinia mengerutkan keningnya heran saat melihat adegan di depannya.


Menjijikan pikir Zayn.


"Apa semua pria melakukan ini pada pasangannya?" gumam Zayn pelan.


Nara mengangguk sembari memakan popcornnya.


"Tentu saja, semua wanita menyukai pria yang romantis seperti itu." jawabnya.


Zayn langsung berdecak mendengarnya, "Lebay." ejeknya.


Namun Nara tak menghiraukannya, ia terus menonton adegan di depannya dengan tenang.


Sesekali Nara tertawa pelan, menutup mulutnya sendiri dan memekik girang seperti penonton yang lainnya.


Dan kadang ia juga menangis, Zayn hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Entah apa yang berbeda dengan dirinya hingga akhir film ia hanya diam menonton dengan wajah kakunya atau mengernyit jijik.


Begitu film selesai, Nara dan Zayn langsung keluar dari dalam ruang teather setelah penonton lainnya keluar. Zayn tidak ingin berdesakan dengan mereka semua.


"Ah.. filmnya benar-benar bagus.. aku jadi ingin menontonnya lagi." kata Nara.


Zayn hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, tidak lagi. Ia tidak ingin menonton film lagi, sudah cukup.

__ADS_1


Sudah cukup sekali saja Zayn menontonnya.


"Filmnya membosankan." komentar Zayn yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.


"Filmnya bagus, kau tidak lihat? pemain utamanya sangat tampan dan romantis." pujinya.


"Hanya akting." kata Zayn lagi membuat Nara merengut.


"Dan lebih tampan lagi aku dibandingkan dengan dirinya." kata Zayn lagi.


Ya ya ya! kau tampan dokter! tampan! batin Nara.


Keduanya lantas berkeliling mall, melihat-lihat toko yang ramai oleh pengunjung.


"Ternyata seperti ini jika mall ramai." gumam Zayn.


Ia baru tau seperti ini mall jika di padati oleh pengunjung. Lantas mall miliknya seramai apa lagi? pikirnya.


Zayn ingin mengajak Nara untuk menonton di bioskop yang ada di mallnya saja tadi namun istrinya itu menolak dengan tegas.


Tau kenapa?


Nara tidak ingin nantinya para pekerja mengenali Zayn dan akhirnya memberikan penjagaan pada Zayn, melindungi Zayn dari para pengunjung yang lain.


Biarkan saja Zayn berbaur dengan yang lainnya.


"Kau tidak lapar?" tanya Zayn.


"Tentu saja aku lapar, kau ingin makan sesuatu disini?" tanya Nara.


Zayn melirik ke sekelilingnya, ada banyak restoran dan juga cafe disini namun ia masih ragu untuk makan diluar.


"Ayo Zayn kita makan saja, aku lapar sekali." kata Nara.


"Kita makan dirumah saja." ucap Zayn.


Nara langsung membelalakkan matanya dan menahan tangan Zayn dengan kuat agar tak kemana-mana.


Zayn diam, dengan cepat Nara mengambil kesempatan untuk menunjuk sebuah restoran korea.


"Aku ingin makan itu, ayo.." rengeknya.


Zayn menarik nafasnya dalam dan mengangguk. Nara langsung senang, jika tidak seperti ini sampai kapanpun Zayn tidak akan bisa terbiasa makan diluar.


Zayn memilih kursi yang berada di ujung ruangan, terpencil dan jauh dari pengunjung lainnya.


"Kau ingin makan ini?" tanya Zayn saat melihat tteokpokki, ramyeon, daging, dan juga ayam goreng.


Nara mengangguk, "Sesekali aku ingin makan seperti ini."


"Ah.. kau bosan makan makanan sehat sepertiku?" tanyanya.


Nara mengangguk, dulu ia sering sekali makan mi instan atau makanan tidak sehat lainnya. Sudah pasti dirinya akan bosan saat mengkonsumsi makanan sehat saja dan tidak bisa menyentuh mi instan.


"Sedikit dokter, aku hanya merindukan makanan yang sering aku makan dulu." jawabnya.


"Memangnya apa yang kau rindukan disini?" tanya Zayn heran.


Nara mengambil sumpitnya lalu mengangkat ramyeonnya.


"Mi instan." katanya membuat Zayn tertawa remeh.


"Kau tidak sayang pada tubuhmu ternyata, apa kau tau betapa tidak sehatnya mengkonsumi mi instan?" tanyanya.


Nara mengangguk, ya dia tau jika mi instan tidak enak namun rasa lezatnya tidak bisa dipungkiri.


"Bukan tidak sayang dokter, aku hanya ingin menikmati hidup saja sesekali." jawabnya.


Zayn berdecih, mana ada menikmati hidup. Yang ada menjaga tubuh agar tetap sehat seterusnya.

__ADS_1


"Kau juga harus merasakannya sesekali dokter, jangan terlalu kaku dengan hidupmu sendiri." kata Nara.


Nara mengambil mi instan dan menyodorkannya pada Zayn membuat pria itu keheranan.


"Cobalah." kata Nara.


Zayn menggeleng, tidak.. ia tidak ingin mencobanya.


"Ayolah sekali saja." pinta Nara lagi.


Zayn menelan salivanya sendiri dan akhirnya membuka mulutnya, dengan cepat Nara langsung memasukkan ramyeonnya ke dalam mulut Zayn.


Pria itu memejamkan matanya sembari mengunyah membuat Nara terkekeh geli melihatnya.


"Bagaimana dokter? enakkan?" tanya Nara.


Zayn mengangguk, "Ya enak juga ternyata." jawabnya.


Nara langsung terkekeh mendengarnya, belum coba saja jadi berani menolak.


Sudah merasakannya, akhirnya mengatakan enak juga.


"Coba yang lain juga dokter, ini." kata Nara sembari menyodorkan tteokpokkinya.


Zayn memakannya, ia sedikit mengernyit mungkin karena rasanya sedikit pedas.


"Enak, lagi." pintanya.


Nara dengan senang hati menyuapi Zayn lagi, "Enak kan?" tanyanya dan Zayn mengangguk.


"Bagaimana dengan yang ini?" tanya Zayn sambil menunjuk ayam gorengnya.


Ada dua rasa, ayam goreng original dan juga pedas.


"Pasti berlemak." kata Zayn.


"Tapi enak dokter, kau ingin mencobanya?" tanyanya.


Zayn sedikit ragu namun Nara sudah memgambil satu potong ayamnya dan memberikannya padanya.


"Nikmati saja makanan hari ini dokter.. inilah yang biasanya dirasakan oleh manusia normal, makan apapun yang mereka mau dan mereka inginkan."


"Cobalah." kata Nara.


Zayn mengambil potongan ayamnya dan memakannya, ia memakan dengan nikmat.


Wah.. benar-benar.


Zayn baru tau jika ada makanan enak seperti ini.


"Enak kan? kau ingin lagi?" tanya Nara.


Zayn mengangguk, "Aku ingin mencoba ini lagi." jawabnya sambil menunjuk ramyeon milik Nara.


Dengan berat hati Nara menggeser mangkuk ramyeonnya dan memberikannya pada Zayn.


"Kau tidak makan? kenapa diberikan kepadaku?" tanyanya.


"Tidak apa, aku memberikannya padamu." jawabnya.


Zayn menggeser mangkuknya lagi ke tengah, "Kalau begitu kita makan bersama saja. Kau bilang kau rindu makan makanan seperti ini." kata Zayn.


Dengan santainya Zayn memakan ramyeonnya namun tindakan Zayn barusan sukses membuat hati Nara menghangat dan menerbitkan senyuman bahagia di bibirnya.


Nara dan Zayn makan bersamaan, menghabiskan ramyeon yang ada di dalam mangkuk bersamaan dan juga makanan yang lainnya.


Sesekali Zayn bergumam senang, masakannya lezat dan ia sangat menyukainya.


"Kau ingin tambah?" tanya Nara.

__ADS_1


"Boleh, pesan lagi saja ramyeonnya dan juga ini tteokpokkinya." katanya.


Nara tertawa mendengarnya dan memanggil waitress untuk memesan lagi.


__ADS_2