Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Pasienku lebih penting


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar๐Ÿค—


Yuk tinggalkan jejak!


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1442 H BAGI SELURUH UMAT MUSLIM๐Ÿ™


Selamat membaca๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


...๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ...


Zayn menyesap bibir Nara lembut, melingkarkan tangannya di pinggang Nara lalu menariknya semakin mendekat padanya.


Suara decakan bibir keduanya pun mengalun dengan indah di ruangan Zayn, menciptakan suasana yang semakin panas dan romantis.


Zayn mengangkat Nara ke dalam gendongannya dengan bibir keduanya yang masih saling terpaut. Sontak Nara langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Zayn, dan tangan Zayn menahan tubuh Nara dalam gendongannya.


Niat hati ingin makan malam bersama, Zayn dan Nara malah menikmati hal yang lainnya.


Sembari terus berciuman, Zayn berjalan menuju ke ruang istirahatnya, mendorong pintu dengan kakinya dan menjatuhkan Nara tepat diatas ranjang.


Zayn melepaskan ciumannya, menatap Nara dengan nafas tersenggal begitu pula dengan Nara.


Dengan lembut Nara mengelus rahang Zayn dengan gerakan sensual lalu beralih menatap kedua mata Zayn yang terlihat sayu.


"Jangan menggodaku." ucap Zayn dengan suara beratnya.


Nara tersenyum miring sembari terua menatap kedua mata Zayn lamat.


"Kalau aku menggodamu?" tanyanya genit.


Zayn menghela nafasnya berat, "Aku tidak akan berhenti." jawabnya dan langsung mencium bibir Nara kembali.


Setelah itu Zayn beralih turun ke leher Nara, menyesapnya hingga meninggalkan bekas kemerahan dan tangannya mulai aktif menjelajah bagian yang lainnya.


"Emmmhhh.." Nara menahan desahannya.


Sedangkan Zayn melakukannya mengikuti nalurinya sebagai seorang laki-laki.


"Zayn..." panggil Nara lirih saat Zayn memberikan satu bekas kemerahan lagi di dadanya.


Triingg... Triinggg...


Bunyi ponsel Zayn yang ada di dalam celana Zayn berbunyi dengan keras, nada dering khusus jika ada keadaan darurat dirumah sakit menggema di dalam ruangan namun Zayn masih melanjutkan kegiatannya, tak terganggu sama sekali.


"Zayn.. pon-ponselmu.." kata Nara.


"Biarkan saja." kata Zayn dan setelah itu bunyi dering langsung berhenti.


Namun tak lama kemudian ponsel Zayn kembali berdering dengan keras dan terdengar umpatan dari bibir Zayn.


Zayn menghentikan aktivitasnya lalu menatap ponselnya sendiri sedangkan Nara masih berbaring dengan nafas tersenggal dan pakaian yang berantakan.

__ADS_1


"Nara, maaf.. ada keadaan darurat, aku harus pergi sekarang." kata Zayn dan langsung turun dari atas ranjang.


"Keadaan darurat? apakah penting sekali?" tanyanya.


Zayn mengangguk, ia merapikan pakaiannya sendiri.


"Pasienku lebih penting sekarang, kau makanlah tunggu aku sebentar, aku akan kembali setelah ini." ucapnya cepat-cepat.


Zayn langsung berlari keluar dari ruangannya, merampas snellinya yang ada di kursi dan langsung keluar dari ruangannya.


Sedangkan Nara masih berbaring di atas ranjang, masih berusaha mencerna semuanya.


"Dia meninggalkanku? aisshhh.." ringisnya.


Nara langsung menutup wajahnya sendiri dengan bantal, menyembunyikan wajahnya sendiri malu berguling-guling diatas ranjang.


"Aaaaa!!!" pekiknya sambil kakinya menendang-nendang.


Sedangkan Zayn tengah kerepotan di UGD, decak kesal dan segala umpatan keluar dari bibirnya.


Kenapa manusia tidak bisa lebih berhati-hati saat berkendara? apa mereka tidak sayang pada tubuh mereka sendiri? tidak sayang pada nyawa mereka dan nyawa pengendara lainnya?


Zayn kesal setiap kali ada kecelakaan yang memakan korban jiwa, namun sebagai tim medis, tugasnya adalah menyembuhkan dan memberikan perawatan kepada setiap yang memerlukan.


Bersama dengan dokter dan juga rekan sejawat lainnya, Zayn berusaha untuk menyelamatkan setiap korban dark kecelakaan ini.


Namun Zayn tetap berharap sekali, tidak akan ada kecelakaan lainnya yang memakan korban jiwa ataupun korban luka.


...๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ...


Nara menghabiskan makanannya sendirian di balkon, menatap ke arah luar keramaian malam hari di kota. Kendaraan yang berlalu lalang di bawah dan lampu-lampu jalanan serta lampu apartement menambah kecantikan malam kota ini.


Namun Nara masih merasa kesal.


"Ahh... dia juga pergi karena ada keadaan darurat, kenapa aku begini?" gerutunya kesal.


"Apa kah sepenting dan separah itu?" gumamnya lagi.


Nara menghabiskan makanannya sendiri dengan cepat, tidak perduli jika perutnya akan sakit nanti karena tidak bisa mencerna makanan dengan baik.


Selesai makan, ia langsung membereskannya meninggalkan bekal untuk Zayn di atas meja dan membawa tempat makan miliknya sendiri pulang.


Saat sampai di lantai bawah, Nara berhenti sejenak di depan lift, matanya menatap ke arah UGD yang begitu ramai dan perawat yang terus berlari berlalu lalang masuk dan keluar dari ruangan.


"Sepertinya memang keadaan darurat." gumamnya.


Saat ia berdiri disana, ada beberapa korban yang dibawa ke ruangan lain, dokter-dokter dari poli lain yang mengatasinya.


"Apa dia ada didalam?" gumam Nara.


Nara mengambil nafas dalam lalu berjalan hendak keluar namun saat ia melewati UGD tepat sekali Zayn keluar dari sana.

__ADS_1


Snelli putih yang dikenakan olehnya banyak terkena noda darah, ia pun juga menggunakan masker.


"Kau mau kemana?" tanyanya.


Nara mengerjapkan matanya, "Ahh.. aku mau pulang." jawabnya.


"Tunggu aku saja, hanya beberapa pasien saja yang harus diatasi, kita bisa pulang bersama-sama nanti." ajak Zayn.


Nara terdiam, ia melirik ke arah UGD, tidak terlihat apapun dari luar tapi Nara bisa tau betapa sibuknya para tim medis disana.


Termasuk Zayn.


Entah kenapa ia merasa sakit di dadanya, kesal, marah.. Nara tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


"Aku pulang sekarang saja, kau juga sibuk. Uruslah dulu pasienmu, mereka membutuhkanmu." ucapnya dan segera berjalan melewati Zayn.


Ah, ada apa denganku? batin Nara.


Zayn membalikkan badannya menatap Nara lalu melepas maskernya. Langkah kaki Nara yang berjalan dengan gontai membuat Zayn merasa bersalah.


"Nara!!" pekik Zayn.


Nara berhenti, ia membalikkan badannya dan menatap Zayn.


"Dokter, darurat." ucap perawat dari dalam UGD saat Zayn baru saja ingin berbicara.


"Ah ya sebentar." ucapnya.


Zayn berlari menghampiri Nara dengan cepat, "Pulanglah, tunggu di apartementku. Aku akan kembali dalam waktu cepat, jangan marah." katanya.


Zayn menatap kedua mata Nara, dari tatapannya saja Zayn bisa tau jika Nara kesal padanya karena pekerjaannya ini.


Zayn juga kesal tapi mau bagaimana lagi, memang sudah kewajibannya untuk menjalankan tugas sebagai dokter, ia harus profesional apapun keadaannya.


Cup


Satu kecupan mendarat di pipi kanan Nara, setelah itu Zayn langsung berlari lagi masuk ke dalam UGD dan menghilang dari pandangan Nara.


"Apa itu? dia mencium pipiku?" gumam Nara.


"Kenapa perasaanku menjadi lebih baik?" gumamnya.


Nara menggelengkan kepalanya sendiri, lalu segera berjalan ke arah mobilnya.


Sedangkan di dekat pohon, Abian mengepalkan kedua tangannya cemburu saat melihat adegan romantis Zayn dan juga Nara.


"Apa mereka memang saling mencintai?" gumamnya.


"Sedang apa disini? ayo masuk kita harus mulai syuting lagi." kata salah satu lawan main Abian.


Abian tersentak lalu mengangguk, "Ya, baiklah ayo." jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2