
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar🤗
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca🤗🤗🤗🤗
...💜💜💜...
"Jadi kita akan pergi kesana minggu depan? berapa hari? apa kita akan jalan-jalan?" tanya Nara setelah Zayn selesai menjelaskan semuanya.
Zayn berdecih, ia ingin menjitak kepala Nara bahkan tangannya sudah terangkat dan Nara sudah memejamkan kedua matanya.
Namun tidak jadi.
Zayn tidak jadi menjitak kepalanya.
Hah, kasihan juga Nara jika ia jitak terus-menerus.
"Kau pikir kita kesana untuk liburan?" omel Zayn.
Nara langsung membuka matanya dan menatap Zayn dengan mata mengerjap, di tatapnya lagi tangan kanan Zayn yang sudah berada di sofa.
Tidak jadi menjitakku ternyata. Batin Nara.
"Kenapa diam saja?" tanya Zayn lagi.
Nara menggelengkan kepalanya, "Tidak apa. Aku hanya bosan saja dirumah setiap harinya tanpa kegiatan apapun dokter." keluhnya.
Ya bagaimana, selama 7 tahun terakhir Nara sibuk bekerja siang dan malam, tidak ada waktu istirahat yang benar-benar istirahat untuk dirinya.
Dan sekarang? ia bisa dengan tenang diam dirumah tanpa melakukan apapun. Tidak ada pekerjaan yang bisa ia lakukan selain membersihkan apartnya dan juga menonton tv.
"Kau bosan? kau tidak melakukan apapun diapartementmu?" tanya Zayn.
Nara menggelengkan kepalanya, "Aku membereskan seluruh ruangan setiap harinya agar tidak bosan, bagaimana bisa aku tidak melakukan apapun."
Zayn menyunggingkan senyumannya, "Baguslah, kau produktif walau hanya dirumah." pujinya.
Nara malah menghela nafasnya pelan, bukan pujian yang ia inginkan.
"Kau bisa liburan jika mau, kenapa bertanya padaku." kata Zayn.
Nara menatap Zayn dengan kening berkerut, maksud dari ucapan suaminya barusan apa? Nara tidak mengerti.
"Kau bisa liburan sendiri kemanapun kau mau, saat disana juga kau bisa berjalan-jalan selagi aku bekerja." lanjut Zayn.
"Ingat aku disana untuk bekerja bukan untuk liburan ataupun semacamnya." kata Zayn lagi.
Nara menipiskan bibirnya sendiri lalu mengangguk mengerti.
Baiklah Nara... Zayn kan ingin bekerja.. jadi jalan-jalan sendirian saja saat disana. batinnya.
"Ah.. iya. Bagaimana jika besok kita pergi jalan-jalan. Dokter, kau kan besok libur." kata Nara.
Zayn menatap Nara dengan wajah datarnya namun setelah itu ia menganggukkan kepalanya.
Yes!
__ADS_1
"Kau ingin mengajakku jalan-jalan kemana?" tanya Zayn.
Nara bergumam, "Emm.. mungkin ke taman atau semacamnya? menonton bioskop?" tanyanya.
Nara tersenyum sumringah, ia ingin sekali menonton bioskop karena tidak pernah melakukannya.
"Ayo kita pergi nonton Zayn, aku ingin sekali menonton bioskop. Terakhir kali kau tidak sanggup berada di keramaian." kata Nara pelan.
Zayn menghela nafasnya pelan lalu menarik Nara ke dalam pelukannya. Ia mengatur posisinya sendiri agar lebih nyaman dan menyalakan televisi.
Televisi yang sudah beberapa tahun ada disini namun baru tiga kalk Zayn menyalakannya.
"Baiklah, kita pergi menonton besok. Kau senang?" tanyanya.
Nara mengangguk, "Ehm.. senang." jawabnya.
"Ah ya, bahan makananku juga sudah habis, kita berbelanja sebentar di supermarket saat pulang bagaimana?" tanya Nara.
Zayn bergumam pelan, "Lakukan saja, apa yang ingin kau lakukan bersamaku." katanya.
Nara tersenyum lebar mendengarnya, senangnya jika Zayn bersikap baik seperti ini...
"Hah.. aku mengantuk, ternyata menonton tv masih sama membosankannya dengan dua tahun yang lalu." kata Zayn.
Nara melepaskan pelukannya, "Dua tahun yang lalu?" tanyanya.
Zayn berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya dan Nara dari belakang mengikuti Zayn.
"Dua tahun dokter?" tanyanya lagi.
"Ya, terakhir aku menonton tv dua tahun yang lalu." jawab Zayn.
Nara tidak bisa percaya dengan apa yang ia lihat ataupun yang ia dengar dari Zayn. Tapi semua tentang Zayn memang pantas dipercayai.
Karena laki-laki yang menjadi suaminya ini memang aneh.
Zayn membuka pintu kamarnya dan masuk begitu saja sedangkan Nara masih diam di tempat.
Entahlah, tapi Nara juga bingung kenapa dia sering sekali mendadak menjadi patung seperti ini.
Zayn yang sudah masuk ke dalam kamarnya langsung menyibak selimut dan berbaring namun saat ia melirik ke arah pintu tidak ada Nara disana.
Zayn pun mengerutkan keningnya.
"Kemana dia? kenapa tidak masuk?" gumamnya.
Zayn pun turun lagi dari atas ranjang dan berjalan keluar dan ia hanya bisa menghela nafasnya melihat Nara yang berdiri di dekat pintu kamarnya.
"Kenapa berdiri saja? kau tidak ingin tidur?" tanya Zayn.
Nara tersentak, "Tentu saja aku ingin tidur." jawabnya.
Nara langsung berjalan mendekat pada Zayn, pria itu secara refleks mundur ke belakang dan Nara masuk ke dalam.
Zayn menutup pintu dan mengikutinya dari belakang.
"Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur, basuh wajahmu juga, tangan dan kaki." kata Zayn sebelum Nara berhasil mendaratkan bokongnya di atas ranjang empuk milik Zayn.
__ADS_1
Nara menarik nafasnya dalam, tidak pernah lupa mengingatkannya untuk melakukann itu.
Nara pun langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi, melaksanakan tugasnya seperti yang dipinta oleh Zayn.
Menggosok giginya perlahan dan memastikannya bersih tanpa ada plak ataupun bekas makanan yang tertinggal dan memastikan mulutnya tidak bau.
Nara kemudian membasuh wajahnya dengan sabun wajah, sabun miliknya yang ia beli dan ia letakkan di kamar mandi Zayn.
Karena tidak mungkin ia memakai sabun wajah milik Zayn.
Sedangkan Zayn duduk di kursi dan membaca buku sembari menunggu Nara.
Begitu Nara selesai, Zayn langsung menutup bukunya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Rutinitas mereka sebelum tidur ya seperti ini.
Walau kadang Zayn lupa untuk mencuci wajahnya dan langsung tertidur saat dirinya kelelahan.
Nara menarik selimut lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang empuk Zayn.
Ah.. nikmat sekali.
Nara mencari posisi yang nyaman untuk tidur, ia memiringkan tubuhnya ke kanan dan memainkan ponselnya sendiri membelakangi kamar mandi.
Sesekali Nara tertawa saat dirinya melihat video lucu di instagram, instagram miliknya yang tidak ada satupun foto di dalamnya.
Nara tidak memiliki waktu luang untuk memposting foto apapun, bahkan sekarang saat ia sedang tidak ada kegiatanpun Nara tidak pernah berkeinginan membuat postingan di instagram miliknya.
Grep
Nara tersentak saat sebuah tangan melingkar di perutnya, siapa lagi pelakunya jika bukan Zayn.
"Hah, nyaman sekali." gumam Zayn.
Nara tak menghiraukannya, ia terus memainkan ponselnya sendiri mengabaikan Zayn yang terus mendusel padanya layaknya anak bayi.
Apa Zayn sudah berubah? sepertinya iya, imagenya perlahan membaik di mata Nara.
Merasa diabaikan oleh istri tercintanya, Zayn langsung mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Nara dan berdecih saat tau bahwa istrinya itu sibuk bersosial media.
"Cih, karena itu kau tidak membalas pelukanku." katanya.
Zayn pun merampas ponsel milik Nara lalu mengecek akun instagram istrinya. Keningnya mengkerut saat tak melihat aktivitas apapun disana selain menonton video lucu.
"Kau tidak pernah memposting sebuah foto disini?" tanya Zayn.
Nara menggeleng, "Tidak pernah, aku juga tidak tau harus memposting apa disana." jawabnya.
"Kalau begitu kau posting ini saja sebagai foto pertamamu." kata Zayn dengan senyuman miringnya.
Nara mengerutkan keningnya bingung dan lebih bingung lagi saat Zayn kembali memeluknya dari belakang dan menciumi bahunya.
Tak lama kemudian Zayn membuka kamera dan memotret dirinya dan juga Nara. Wajah Nara hanya terlihat setengahnya saja begitupula dengan wajahnya.
Zayn lalu memposting foto tersebut di instagram Nara membuat istrinya membelalak kaget dan tak percaya.
"Foto pertamamu di instagram." kata Zayn dengan entengnya.
__ADS_1
"Zayn!!!" pekik Nara saat melihat fotonya.