
"Tentu saja dokter, siapa yang tidak senang jika mendapatkan sebuah unit apartement dan juga uang bulanan secara cuma-cuma?" ucap Nara.
"Kau tidak mendapatkannya secara cuma-cuma, kau harus membantuku."
Nara tertawa mendengarnya, "Tentu saja dokter, aku bisa membantumu dengan senang hati. Tapi aku harus membantu apa?" tanya Nara.
"Kau akan tau sendiri nanti. Persiapkan dirimu, aku akan menjemputmu di depan kostanmu seperti kemarin pada hari minggu."
"Kita akan kemana dokter?" tanya Nara.
"Tempat yang tidak akan kau duga, jadi kau siap-siap saja dan bersihkan dirimu, mandi dengan benar dan wangi." ucap Zayn.
Nara menganggukkan kepalanya mengerti, "Sepertinya dia akan mengajakku bertemu dengan orang-orang penting." batinnya.
"Baiklah dokter, aku mengerti.. aku akan melakukan yang terbaik, kau tidak perlu khawatir sama sekali."
Zayn tersenyum senang mendengarnya, "Bagus, kau akan mendapatkan imbalannya nanti. Sekarang kau boleh melanjutkan pekerjaanmu." ucap Zayn.
"Ah, pekerjaanku sudah selesai dokter, sekarang aku mau pulang ke kostan. Permisi dokter.." ucap Nra kemudian membungkuk memberikan salam kepada Zayn.
Nara keluar dari ruangan dengan senyum merekah di bibirnya, ia menatap perawat Aeri yang ada di depan menunggu dengan setia dokter Zayn.
"Sudah selesai Nara?" tanya Aeri.
Nara menganggukkan kepalanya, "Sudah, aku permisi dulu ya perawat Aeri." salam Nara.
Aeri menganggukkan kepalanya sembari tertawa, "Ya, silahkan." ucapnya.
Aeri menatap punggung Nara yang perlahan menjauh, gadis itu berjalan sembari bersenandung senang.
"Syukurlah, sepertinya dokter Zayn tidak mengatakan hal buruk kepadanya." gumam Aeri senang.
"Tentu saja, untuk apa aku mengatakan hal buruk kepada pegawaiku sendiri." timpal Zayn sembari menutup pintu ruangannya.
Aeri tersentak, ia langsung mundur dan menundukkan kepalanya.
Zayn terus berjalan saja, Aeri menggelengkan kepalanya melihat atasannya itu.
"Padahal setiap hari ia membuat pekerja disini ketakutan." gumam Aeri pelan dan berjalan menyusul Zayn.
...💜💜💜...
Bruk
__ADS_1
Nara menjatuhkan tubuhnya diatas kasur kapuk di kostannya.
Tempat tinggal yang begitu sederhana, hanya ada kamar, ruang tamu dan dibelakangnya hanua ada dapur dan kamar mandi.
Cukup untuk dirinya sendiri dan begitu tenang disini walaupun ada banyak penghuni lainnya.
Nara memejamkan matanya membayangkan dirinya kini tengah berbaring diranjang empuk dan kamar yang dingin karena AC.
"Ah aku jadi tidak sabar merasakan bagaimana tinggal di apartement." gumam Nara sembari tersenyum.
"Apa aku akan tidur diatas ranjang empuk nantinya? AC disetiap ruangan? wah bagaimana ruangan di unit apartement tersebut nantinya ya?" gumam Nara membayangkan.
"Oh ya, berapa uang yang akan dokter kasar itu berikan kepadaku nantinya ya? wah pasti dia akan memberiku uang yang sangat banyak." gumam Nara.
Nara membuka matanya menatap langit-langit kamarnya, ada banyak sarang lama-lama di ujungnya tapi tak apa, Nara biasa melihatnya.
"Tapi bagaimana jika dokter itu berbohong padaku? bagaimana jika dia tidak memberikanku semua yang dia janjikan?" gumam Nara lagi.
Nara menggelengkan kepalanya, "Ah tidak mungkin, dia tidak mungkin berbohong padaku.. walaupun aku akui mulutnya sangat pedas dan dia sangat kasar tapi
aku melihat dia adalah orang yang baik." ucap Nara lagi.
"Sudahlah, lebih baik aku menunggu saja.. ah senangnya aku akan mendapatkan unit apartement dan uang setiap bulannya." gumam Nara senang.
Nara memeluk guling dan tertidur dengan hati senang, bahkan ia sampai bermimpi mendapatkan apartement gratis di dalam mimpinya.
Zayn tengah duduk di ruang kerjanya memeriksa hasil pemeriksaan medis lanjutan dari salah satu pasiennya.
Ia memegang hasil dari CT scan tersebut, mencari tahu penyebab dari rasa sakit yang dikeluhkan oleh pasiennya.
Computed Tomography Scanning Kepala, atau CT Scan Kepala, adalah suatu teknik pemeriksaan diagnostik imaging atau pencitraan yang menggunakan teknologi komputer, berbasis X-Ray.
"Hah, benar dugaanku.. ada jaringan tumor di kepalanya." gumam Zayn saat ia memperhatikan gambar dari hasil CT scan tersebut.
Tok tok tok
"Dokter, keadaan darurat! di persimpangan jalan terjadi kecelakaan beruntun dan kini pasien tengah dalam perjalanan."
Zayn langsung menyimpan hasil rekam medis pasiennya dan mengikuti Aeri untuk turun ke lantai dasar tepatnya menuju ke instalasi gawat darurat.
Tepat saat Zayn keluar dari dalam lift, beberapa pasien sampai di ruang IGD, keadaan mereka tidak cukup menguntungkan karena itu Zayn turun langsung untuk menangani hal ini sebagai salah satu dokter profesional di rumah sakit miliknya.
Zayn segera berlari masuk ke dalam IGD, salah satu korban yang mengalami patah kaki dan pingsan karena syok sudah ditangani terlebih dahulu.
__ADS_1
Zayn beralih kepada korban di sebelahnya, tubuhnya berlumuran dengan darah dengan kepala bagian atasnya yang sudah tidak berbentuk lagi dan juga kaki serta tangannya patah.
Zayn menghela nafasnya, meringis melihat betapa tragisnya kecelakaan ini.
"Pasien ini tidak bisa di selamatkan Aeri, salah satu organ terpentingnya sudah hancur.. awasi dia, catat waktu kematiannya sebentar lagi." ucap Zayn.
Aeri menganggukkan kepalanya dan ikut bergabung dengan beberapa dokter residen yang memberikannya pertolongan.
Tak lama pasien kembali berdatangan, kini pasien mengalami pendarahan di kepala dan juga beberapa luka di tubuhnya.
Zayn langsung mengambil alih pasien, memeriksa denyut nadi pada tangan dan juga leher pasien, memeriksa pernafasan pasien.
"Ventilator!" ucap Zayn.
Perawat yang ada disamping Zayn langsung memasangkan ventilator atau alat bantu pernafasan pada pasien tersebut.
Setelah diamati dan diperiksa secara teliti, pendarahan di kepala pasien ternyata lebih parah dari yang terlihat dan Zayn menduga ada pembuluh darah otak yang pecah.
"Hah, seberapa parah kecelakaan ini?" gumamnya.
"Pasien harus di operasi, siapkan peralatannya." ucap Zayn.
"Baik dok." jawab perawat dan beberapa dokter residen dan langsung menyiapkan alat yang tersedia di IGD.
...💜💜💜...
Zayn keluar dari ruang IGD dengan wajah kelelahan, 6 jam ia berkutat di dalam sana untuk menyelamatkan nyawa pasien-pasien korban kecelakaan.
Zayn melirik arloji di tangannya, pukul 9 malam.
"Hah, ternyata sudah malam saja." gumam Zayn.
"Dokter.." panggil Aeri.
"Ya Aeri ada apa?"
"Semua pasien sudah ditangani dan pasien yang meninggal akan segera dibawa pulang oleh keluarga. Tugas hari ini sudah selesai, dokter bisa beristirahat dirumah." ucap Aeri.
"Ah, aku ingin memeriksa pasien kanker jantung yang koma di ICU sebentar dan memeriksa langsung keadaan gadis yang kita operasi kemarin." ucap Zayn.
Aeri menganggukkan kepalanya mengerti, "Baik dok, saya antar kesana. Tadi saya juga sudah mendapatkan laporan dari dokter residen yang berjaga di ruang ICU."
"Lalu?" tanya Zayn.
__ADS_1
"Gadis itu sudah sadarkan diri dan keadaannya mulai stabil, pencangkokan hati yang dokter dan dokter Ana lakukan berhasil dengan baik namun pasien masih harus dipantau untuk penanganan lanjutan."
"Ya, aku mengerti." ucap Zayn.