
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar๐ค
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca๐ค๐ค๐ค๐ค
...๐๐๐...
"Aku bosan, bagaimana jika aku memakanmu saja?" tanyanya.
"Aku tutup teleponnya sekarang juga." kata Nara.
Tut
Nara benar-benar melakukannya. Namun bukannya marah, Zayn malah tertawa terpingkal-pingkal.
Sebegitu senangnya ia bisa mengganggu Nara dan mengerjainya.
"Ah dia lucu sekali." gumam Zayn.
Zayn kembali menghubungi Nara, namun panggilannya di tolak dengan cepat.
"Berani sekali dia menolak panggilanku!" gerutu Zayn.
Zayn langsubg mengetikkan pesan pada Nara dan mengirinkannya.
"Berani sekali menolak panggilanku!
Telepon aku dalam lima detik atau aku akan memblokir kartumu."
Begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh Zayn pada Nara dan dengan jahilnya Zayn juga menghitung mundur.
"*Lima."
...
"Empat."
...
"Aku tidak main-main." kata Zayn lagi.
"Tiga."
....
"Dua*."
Drrtt..
Zayn tersenyum senang, Nara menghubunginya lebih dulu. Dengan cepat ia mengangkatnya.
"Ada apa menelponku? kau merindukanku?" tanya Zayn.
"Ck ck ck.. baru saja 10 detik yang lalu aku menelponmu tapi kau sudah merindukanku." ucapnya.
"Dokter... jangan membuatku marah.. aku benar-benar kesal sekarang." kata Nara.
Zayn berdehem, "Baiklah-baiklah. Kau tidak bisa diajak bercanda." katanya.
"Kau saja yang membuatku kesal." kata Nara sambil berdecih.
"Ck, kau seperti baru tau saja sifatku bagaimana." ucapnya.
"Datanglah nanti malam ke rumah sakit sekitar jam 10 saja. Jangan terlalu cepat nanti kau tidak tahan menungguku." ucapnya.
"Astaga, aku juga tidak ingin menunggu sendirian dalam kebosanan di ruanganmu dokter."
__ADS_1
Zayn tersenyum miring, "Kalau gitu kita bereproduksi saja,nanti kau akan hamil lalu melahirkan dan punya anak. Setelah itu kau akan ada teman saat menungguku bekerja." idenya.
Sedangkan Nara hanya bisa menghela nafas panjang, karena tadi malam Zayn jadi seperti orang tidak waras sekarang.
Sinting, gila, tidak waras, arrghhhh!!!
Tadi malam saja Zayn berkata manis padanya, tapi lihatlah sekarang... lidahnya itu kembali membuat Nara kesal setengah mati.
"Kau saja yang melahirkan dokter, kenapa harus aku?" ucapnya.
Zayn mengerutkan keningnya, "Kau bodoh ya?" tanyanya.
"Aku laki-laki dan normal sekali. Kau merasakan sendiri kemarin bagaimana gagahnya aku."
Ah Nara jadi malu mendengarnya, pipinya memerah mengingatnya.
"Mana mungkin aku hamil, kau bolos ya saat belajar biologi sewaktu sekolah?" tanya Zayn.
"Enak saja! aku rajin saat sekolah." elaknya.
"Kalau begitu kenapa kau bodoh?" tanyanya.
Tuhkan, lihat sendirikan bagaimana Zayn tetap kasar padanya seperti dulu.
Manis disaat ada maunya saja.
"Baiklah dokter, aku akan datang ke rumah sakit pukul 10 malam, kau tunggu saja kedatanganku, permisi." kata Nara.
Setelah itu panggilan langsung terputus, Zayn tersenyum miring sembari menggelengkan kepalanya sendiri.
Lucu pikirnya.
Tapi ya sudah, mau bagaimana lagi.
Masih ada waktu, Zayn beralih menggunakan waktunya yang masih tersisa untuk membaca rekam medis pasiennya yang lain.
"Aeri." panggil Zayn.
Aeri langsung mengalihkan perhatiannya menatap Zayn dan segera berdiri dan menunduk pelan.
"Ada yang bisa saya bantu dok?" tanyanya.
"Pasien yang akan di operasi besok sudah kau pasang tanda puasa kan?" tanyanya.
Aeri mengangguk, "Ya dokter saya sudah memastikannya. Tadi pagi saya dan salah satu dokter residen memasang langsung tanda pasien sedang puasa di brankarnya."
"Bagus." ucap Zayn.
Zayn langsung masuk lagi ke dalam ruangannya setelah itu.
...๐๐๐...
Malam harinya sesuai dengan janji, Nara datang tepat pukul 10 malam. Ia memarkirkan mobilnya di dekat mobil Zayn lalu masuk ke dalam.
Kali ini ia tidak memasak, Nara sempat mampir sejenak ke salag satu restora steak terkenal dengan harga cukup mahal di kota mereka.
Namun Nara sengaja menata makanannya di dalam kotak bekal, ia ingin mengelabui Zayn unyuk mencari tau apakah suaminya itu benar-benar sudah sembuh atau belum.
Saat Nara masuk ke dalam, bertepatan dengan Zayn yang baru saja selesai dengan pekerjaannya, mereka bertemu di tengah-tengah.
"Kau sudah datang ternyata, tepat waktu sekali." kata Zayn.
Aeri menunduk hormat pada Nara, ia mundur sedikit ke belakang untuk menciptakan privasi antara dokter Zayn dengan istrinya.
"Tentu saja, aku tidak jahil seperti dirimu " sindirnya.
Zayn berdecak mendengarnya, ia dan Nara masuk ke dalam lift bersama sedangkan Aeri memilih menaiki lift pegawai biasanya.
__ADS_1
Ia tidak ingin berada diantara pasangan suami istri yang sepertinya tengah di landa asmara satu sama lain.
Ting
Lift terbuka, Zayn langsung menarik tangan Nara masuk ke dalam ruangannya dan menguncinya.
"Dokter, ada apa?" tanya Nara.
Zayn berbalik, "Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin berduaan denganmu saja." jawabnya.
Zayn duduk di kursinya sedangkan Nara duduk di depannya sembari meletakkan kotak bekal yang dibawanya diatas meja.
"Kau membawakanku makanan?" tanya Zayn.
Nara menganggukkan kepalanya, "Ya, siapa tau kau belum makan." jawabnya.
"Ah sayang sekali, aku sudah makan tadi." kata Zayn.
Nara menghedikkan bahunya, "Kalau begitu untukku saja makanannya." ucapnya.
Dengan santainya Nara membuka kotak bekalnya, wangi dari daging steak yang dipanggang langsung menguar.
Tampilannya begitu menggoda selera.
Bahkan Zayn terlihat menelan ludahnya sendiri. Dan hal itu membuat Nara tersenyum miring melihatnya.
"Wah... enak sekali daging steaknya. Kau tau Zayn? ini daging steak premium." kata Nara.
Nara memotong sedikit dagingnya lalu memakannya dengan ekspresi nikmat.
"Emm... enak sekali Zayn." gumam Nara.
Nara memotong lagi steaknya hendak memakannya namun tangannya langsung ditahan oleh Zayn.
"Aku lapar. Kau juga membawakannya untukku tadi." ucapnya dan langsung memakan daging yang ada di garpu Nara.
Zayn mengangguk, "Em.. enak juga, kau pandai memasak ya." ucapnya.
Nara tersenyum licik, tidak tau saja kau kalau aku hanya membelinya batinnya.
"Suapi aku lagi." pintanya.
Nara langsung menyuapi Zayn dengan perlahan, pria itu memakan makanannya dengan lahap dan tak lama kemudian steaknya habis.
Zayn langsung mengambil air mineral dan meminumnya.
"Terima kasih, steaknya enak." kata Zayn.
Sungguh, Nara tidak bisa lagi menahan tawanya. Nara langsung tertawa dengan keras, ah lucu sekali..
"Kenapa kau tertawa?" tanya Zayn keheranan.
"Kau tau dokter? steaknya aku membelinya di restoran bukan aku yang memasaknya." ucapnya.
Zayn langsung membelalakkan matanya, "Kau tidak memasaknya?" tanyanya.
Nara mengangguk, "Ya aku membelinya di salah satu restoran, sengaja aku kesal padamu karena tadi pagi." ucapnya.
"Sekaligus mencari tau apa kau benar-benar sembuh, dan ternyata kau baik-baik saja." lanjutnya.
Zayn menatap Nara tajam, tak lama kemudian ia bangkit dan langsung menarik Nara ke dalam gendongannya.
"Kau harus mendapatkan hukumanmu karena sudah berani mengerjaiku!" kata Zayn.
"Hukuman? hukuman apa?" tanyanya.
"Lihat saja hukumannya sendiri." kata Zayn.
__ADS_1