
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar๐ค
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca๐ค๐ค๐ค๐ค
Crazy up mulai hari ini sampai akhir hari sabtu!
...๐๐๐...
"Aku ingin menikmati salju pertama dengan kekasihku dokter, apakah aku boleh pulang lebih cepat hari ini?" tanya Aeri penuh harap.
Zayn menaikkan sebelah alisnya, "Memangnya kenapa dengan salju pertama? hanya salju saja yang turun." tanyanya.
Hah, dasar Zayn. Terlihat sekali jika ia memang payah dalam urusan percintaan. Wajah boleh tampan, pekerjaan boleh mapan dan kekayaan boleh saja berlimpah ruah.
Tapi ia bodoh sekali dalam urusan percintaan.
Beruntung sekali ia menikah dengan Nara, jika Aeri yang hidup menjadi Nara mungkin ia akan langsung meracuni Zayn agar mati mengenaskan.
"Kau tidak tau dokter?" tanya Aeri kikuk.
"Tau apa?" tanya Zayn lagi.
"Salju pertama biasanya sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan. Ada mitos yang mengatakan jika bertemu di hari pertama salju turun maka hubungan akan langgeng dan bahagia." ucapnya.
Zayn langsung menatap Aeri dengan tatapan herannya. Seakan fokusnya terharap laporan di depannya sudah hilang tergantikan dengan bahan pembicaraannya dengan Aeri barusan.
"Sejak kapan ada hal seperti itu?" tanya Zayn.
Aeri bergumam, ia sendiri juga tidak tau.
"Maaf dokter saya tidak tau mengenai hal ini namun kebiasaan bertemu dengan pasangan di suatu tempat saat salju pertama turun sudah menjadi tradisi sejak dulu." jawabnya.
"Apakah semua wanita yang memiliki pasangan berharap bisa melakukannya?" tanya Zayn lagi.
Aeri mengangguk, "Ya dokter, apalagi jika pasangan memberikan kita hadiah istimewa pasti akan sangat menyenangkan lalu setelah itu..."
Zayn mengerutkan keningnya, "Setelah itu apa?" tanyanya.
"Setelah itu.. berciuman.. berciuman di bawah salju yang turun dokter, ah itu sangat romantis!" kata Aeri.
Terlihat wajah senang Aeri saat memikirkannya membuat Zayn berdecak.
Aku dan Nara berciuman setiap hari dan melakukan yang lainnya di dalam kamar, jauh lebih romantis dari pada itu pikirnya.
"Ya sudah pergilah, kau boleh pergi menikmati ciumanmu." kata Zayn yang langsung membuat Aeri terpelongo.
"Ah.. maksudku salju pertamamu dengan pasanganmu itu. Kau bilang ingin berciuman, jadi nikmatilah." kata Zayn.
__ADS_1
Aeri langsung tersenyum senang mendengarnya.. akhirnya.
"Terima kasih dokter.. terima kasih dokter.." kata Aeri berulang kali sambil membungkukkan badannya pada Zayn.
Zayn mengangguk, "Ya, ya.."
"Saya permisi dulu kalau begitu dokter, permisi." kata Aeri kemudian menutup pintunya.
Tak
Zayn langsung meletakkan laporannya diatas meja dan duduk di kursinya dengan kedua tangan yang ia satukan untuk menopanh dagunya.
"Apa itu? akan bahagia dan langgeng?" gumamnya.
"Apa aku harus melakukannya juga?" gumamnya lagi.
Zayn menarik nafasnya pelan, "Apa Nara ingin mengatakan tentang ini tadi?" gumamnya.
Pasalnya saat di meja makan tadi Nara seperti ingin mengatakan sesuatu namun ditahan olehnya.
Seolah paham, Zayn langsung mengirimi Nara pesan yang memintanya untuk datang di suatu taman nanti malam dengan pakaian yang hangat.
"Ah.. haruskan aku menciumnya?" gumam Zayn sambil berjalan mengambil air minum.
Zayn tersenyum mengingatnya, membayangkan dirinya dan Nara akan berciuman dengn hot ditengah salju yang turun.
...๐๐๐...
Malam harinya sesuai janji Zayn sudah bersiap hendak pulang, pekerjaannya hari ini juga sudah selesai dan semuanya terpantau baik-baik saja..
Zayn memakai coatnya, syal dan juga sarung tangan yang tadi diberikan oleh Nara.
Hangat sekali seakan-akan Nara yang memeluknya untuk memberikan kehangatan kepadanya..
Zayn keluar, ia berpapasan dengan beberapa dokter lainnya yang akan bekerja lembur untuk hari ini ataupun yang memang mendapatkan shift malam.
Zayn masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya dengan perlahan, jika nanti turun salju maka jalanan akan terasa licin.
Sedangkan Nara sudah berada di taman, dengan menggunakan celana jeans dan juga sweater lalu dilapisi oleh coat tebal yang panjangnya sedengkulnya.
Nara juga memakai topi, syal dan sarung tangan. Memakai sepatu dengan kaus kaki di dalamnya.
Sangat hangat.
Ia duduk di sebuah kursi taman sendirian namun hatinya tetap senang karena sebentar lagi Zayn akan tiba disini jadi ia tidak sendirian di tengah dinginnya hari.
Ia tersenyum senang mendengar Zayn mengajaknya bertemu diluar di hari ini.
"Apa Zayn sudah tau mengenai salju pertamanya?" guman Nara senang.
__ADS_1
Nara membayangkan hal seru apa yang akan dirinya dan Zayn lakukan bersama malam ini.
Zayn bersenandung mengendarai mobilnya, ia sangat santai sekali namun tiba-tiba saja terjadi kecelakaan di depan mobilnya.
Dua mobil saling bertabrakan dengan kuat dan...
Brakk
Salah satu mobilnya terpental hingga mengenai mobil Zayn juga.
Kepala Zayn langsung terbentur dengan stir hingga menyebabkan luka di dahinya dan juga kacanya pecah..
Menggores beberapa bagian tubuh Zayn membuatnya meringis kesakitan.
"Akkhhh.." ringis Zayn.
Zayn memegangi kepalanya sendiri yang terasa cukup pusing karena benturan kuat yang dialaminya sedangkan bagian depan mobilnya sudah remuk tak berbentuk lagi akibat kecelakaan di depannya.
Zayn langsung menghubungi rumah sakitnya meminta salah satu dokter untuk menjemputnya dengan menggunakan mobil dan membawa beberapa obat luka dari rumah sakit yang tidak ia miliki di kotak obat yang ada di dalam mobilnya.
Tak butuh waktu lama karena tidak terlalu jauh, dokter tersebut langsung membantu Zayn untuk duduk di salah satu kursi di pinggir jalan dan mengobati lukanya sementara polisi mengurs korban lainnya dan juga mobilnya yang rusak.
Cukup lama Zayn disana, ia juga harus berurusan dengan polisi karena menjadi korban dari kecelakaan ini, berbincang mengenai mobilnya yang rusak dan apa yang Zayn lihat saat kecelakaan terjadi.
Karena bagaimana pun Zayn lah saksi mata yang paling dekat dengan kecelakaan ini.
"Baiklah terima kasih bapak sudah mau bekerja sama dengan baik." kata polisi itu dan langsung pamit pergi setelahnya.
Barulah Zayn meratapi mobilnya sendiri. Polisi pun tidak akan mampu mengganti mobilnya yang sudah rusak ini.
"Hah, untung saja ada mobil lainnya di basement." gumamnya lega.
"Ingin saya antar pulang ke rumah anda dokter?" tanya dokter tersebut.
Zayn langsung menatapnya, namanya Raka. Dokter Raka.
"Ah.. ya.. tentu saja. Kau pikir aku akan pulang dengan siapa?" tanya Zayn.
Dokter Raka langsung membungkuk hormat dan meminta maaf pada Zayn.
"Maafkan saya dokter."
"Ya sudah lebih baik kita pulang sekarang." ucap Zayn dan mereka langsung naik ke mobil.
"Hah.. dingin sekali." ringis Nara.
Beberapa kali Nara menghela nafasnya sendiri, sudah pukul 10 malam namun Zayn tak kunjung datang. Jarak dari rumah sakit menuju ke taman ini tidak terlalu jauh, hanya butuh 15 menit saja saat berkendara.
Nara mendongakkan kepalanya, "Salju pertama..." gumamnya lirih saat salju pertama turun mengenai wajahnya.
__ADS_1