Perfectionist Husband

Perfectionist Husband
Kenapa tidak tinggal bersama saja?


__ADS_3

Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar๐Ÿค—


Yuk tinggalkan jejak!


Selamat membaca๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


...๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ...


Nara cekikikan sendiri diatas ranjang setelah mengerjai Zayn, pria itu pasti kesal padanya pikirnya.


"Wah ranjang yang ini lebih empuk." gumam Nara saat dirinya meneka-nekan ranjang baru tersebut.


Ia mengambil ponselnya, bermain diatas ranjang sambil menunggu Zayn mandi.


Dan tak lama kemudian suaminya itu selesai, wangi sabun langsung memguar ke seluruh kamar.


"Wah.. bagaimana bisa dia setampan itu?" gumam Nara saat Zayn kembali menghilang di dalam walk in closet.


Apakah dirinya benar-benar mendapat keajaiban? Nara tidak tau. Yang pasti Nara berbuat baik seperti ini pula karena Zayn banyak membantunya.


Jika waktu itu Zayn tidak mengulurkan tangannya dan membantunya, Nara tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri.


"Mungkin aku akan menjadi gelandangan waktu itu." gumamnya.


Di pecat disaat mencari pekerjaan bukan hal yang mudah, untungnya Nara bisa melewatinya dengan baik.


Tak lama kemudian Zayn keluar dengan kaos dan juga celana selututnya, wah tampan.


"Kau belum tidur juga?" tanya Zayn.


"Aku menunggumu." jawab Nara yang membuat pria itu langsung menatapnya.


Nara hanya membalasnya dengan senyuman dan Zayn langsung berdecak karenanya. Zayn naik ke ranjang, menarik selimut dan langsung merebahkan dirinya.


"Kau ingin tidur sekarang?" tanya Nara.


Zayn memejamkan kedua matanya, "InI tempat tidur lalu apa yang harus aku lakukan kalau bukan menutup mataku dan tidur?" gumamnya.


Nara menghela nafasnya pelan, membuat kesal saja pikirnya.


"Tidurlah, aku bisa mati jika kau memperhatikanku terus." kata Zayn.


Memangnya mata Nara ini pisau bisa membunuh orang?


Nara diam, ia duduk dengan kaki menyilang diatas ranjang menghadap ke arah Zayn yang tidur terlentang.


"Dokter." panggilnya.


"Hmmm.."


"Kau bisa tidur dengan tenang? tidak ada pembatas disini dan aku tidak membersihkan diriku dulu sebelum naik ke atas sini." tanyanya.


Zayn menghela nafasnya, kedua matanya masih tertutup rapat.


"Aku sedang berusaha agar baik-baik saja bodoh." katanya kesal.


Ck, dia mengatai bodoh lagi batin Nara.


"Karena itu tidurlah, jangan banyak berbicara atau bayangan kuman akan semakin menghantuiku." lanjutnya.


"Tidak bisa!" pekik Nara.


Zayn tersentak dan langsung membuka kedua matanya lalu menatap Nara tajam.

__ADS_1


"Kau membuatku kaget, cepatlah tidur.. ahh kau membuatku frustasi." ucapnya.


"Aku sudah menahanya susah payah." lanjutnya.


Nara langsung terdiam, ah benar juga. Pasti sulit baginya tidur dengan Nara yang tidak membersihkan dirinya sendiri.


"Tidurlah.." kata Zayn dengan suara pelan.


Nara akhirnya mengalah, ia pun membaringkan tubuhnya dan ikut tertidur bersama dengan Zayn.


Lama sekali Nara terdiam sambil menatap ke langit-langit kamar tapi kedua matanya tak kunjung ingin menutup.


Nara menggulingkan badannya ke kanan dan ke kiri membuat ranjang bergoyang, mengganggu Zayn.


"Tidur atau aku buang ke bawah." ancam Zayn.


Nara langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hingga ke wajahnya namun lima menit kemudian ia menyerah.


Ia tidak mengantuk sama sekali.


"Dokter.." panggil Nara.


Lama sekali ia menunggu namun tidak ada sahutan dari Zayn membuatnya memiringkan tubuhnya menghadap Zayn dan menatapnya lamat.


"Kau sudah tidur?" tanyanya pada Zayn.


"Ada apa?" tanya Zayn dengan suara seraknya.


Ah dia sedang berusaha untuk tertidur juga.


"Aku tidak biaa tidur... bagaimana denganmu?" tanyanya.


"Aku juga tidak bisa tidur.. ingin mencampakkanmu dari atas ranjang." jawabnya.


"Karena kau bilang ini salah satu cara untuk membantuku sembuh jadi aku melakukannya." jawab Zayn.


Nara menghela nafasnya pelan, "Skinship dokter, kau harus sering-serimg bersentuhan demgan orang lain. Tidak akan ada perubahan jika kita hanya sekedar tidur bersama tanpa skinship apapun." jelasnya.


Wah Nara.. kenapa bisa mengatakan itu? uhh... mulutmu ini tidak bisa di rem.


Zayn langsung membuka kedua matanya perlahan lalu memiringkan tubuhnya juga dan menatap Nara dengan lamat.


"Skinship? apa yang ingin kau lakukan?" tanya Zayn.


Telinga Nara langsung memanas mendengarnya, skinship? apa yang ingin aku lakukan? batinnya.


Nara tidak tau. Ia saja tidak sadar bisa mengatakan itu.


"Kenapa bertanya padaku dokter? yang ingin sembuh kan dirimu, pikirkanlah skinship seperti apa yang ingin kau lakukan pertama kali." jawabnya.


Zayn dan Nara saling bertatapan, dari jarak sedekat ini Nara bisa melihat betapa tajamnya garis wajah Zayn, garis wajah seperti keturunan bangsawan pikirnya.


Begitu pula dengan Zayn, ia bisa melihat bagaimana imut dan menggemaskannya wajah Nara dari jarak sedekat ini.


Nara cantik, tapi ia lebih dominan dan lebih pantas disebut imut dan menggemaskan dengan pipi chubbynya itu.


"Pengangan tangan." ucap Zayn.


Nara langsung mengerjapkan kedua matanya, "Hah?"


"Hal yang ingin aku lakukan untuk pertama kali." lanjutnya membuat Nara mengerti.


Ah dia ingin berpegangan tangan... batin Nara.

__ADS_1


Seperti anak-anak yang ingin menyebrang saja harus berpegangan tangan, batinnya lagi.


"Baiklah." jawab Nara.


Nara mengulurkan tangannya yang ada dibawah tubuhnya, Zayn menatap tangan Nara dalam diam. Entah apa yang ia pikirkan terlebih dahulu.


Namun setelah itu Zayn langsung menggenggam tangan Nara erat.


Nara dan langsung bertukar tatap diatas ranjang, saling menatap satu sama lain.


"Ingin tidur bersama lagi seterusnya?" tanya Zayn.


Nara mengerjapkan kedua matanya, "Kenapa tidak tinggal bersama saja?" tanyanya.


Zayn terdiam, ia menarik nafasnya dalam.


"Aku belum bisa berbagi banyak hal denganmu. Kita mulai dari hal terkecil lebih dulu." jawabnya singkat.


Setelah itu kedunya diam, saling mengunci pandang lagi hingga akhirnya keduanya bisa tertidur dengan lelap.


...๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ...


Flashback di rumah sakit:


"Tunggu dokter, aku ingin bicara padamu!" ucapnya membuat Zayn menghentikan langkahnya.


"Bicara apa?" tanyanya.


"Nara." jawab Abian sambil tersenyum.


Zayn menghela nafasnya pelan, "Aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu." tolaknya lagi.


Zayn berjalan hendak menjauh, namun Abian tidak menyerah.


"Jaga Nara baik-baik, dia gadis yang baik." kata Abian.


Zayn tersenyum miring mendengarnya, sepertinya dugaan Zayn bahwa Abian menyukai istrinya benar.


"Apa urusannya denganmu? dia istriku." tanya Zayn.


"Aku menyukainya." jawab Abian.


Benarkan dugaanku batin Zayn.


"Jadi aku minta padamu jaga Nara baik-baik." ucapnya penuh penekanan.


"Kau tidak punya hak untuk memintaku melakukannya." jawab Zayn santai.


Abian mengepalkan kedua tangannya di samping tubuhnya.


"Aku hanya ingin memperingatimu saja, jaga Nara dengan baik jangan buat dirinya menangis."


"Atau.."


Zayn menaikkan sebelah alisnya, "Atau apa?" tanyanya.


"Atau aku akan merebut Nara dari dirimu." jawab Abian.


Zayn hanya tertawa remeh mendengarnya, "Urus saja dirimu sendiri." jawabnya lalu melenggang pergi membuat Abian kesal.


"Ah satu lagi." kata Zayn sambil berbalik.


"Jangan harap bisa mengambil sesuatu yang jadi milikku."

__ADS_1


__ADS_2