
Hargai penulis dengan memberikan like, dukungan, vote dan juga komentar๐ค
Yuk tinggalkan jejak!
Selamat membaca๐ค๐ค๐ค๐ค
...๐๐๐...
"Undangan pernikahanku, aku harap kau bisa datang dan ikut merayakannya di hari bahagiaku." ucap Nara membuat Abian kaget.
Namun Abian langsung menganggukkan kepalanya, "Aku akan datang." jawabnya lirih.
"Nara ayo." panggil Aeri, ia tidak ingin menanggung konsekuensi karena membiarkan Nara berbincang terlalu lama dengan Abian.
Tau sendiri bagaiman seramnya Zayn saat marah, jika ia melihat Nara bersama dengan Abian lagi bisa saja laki-laki itu menghancurkan produksi dramanya.
"Ayo Nara." ajak Aeri lagi.
Nara menganggukkan kepalanya, "Aku pergi dulu Abian, masih banyak yang harus dibagikan." ucapnya.
"Kau membagi sendiri undangan pernikahanmu?" tanyanya tak percaya.
"Ah itu-"
"Nona sengaja ingin ikut agar bisa berkenalan dengan perawat dan dokter disini dan juga untuk mengusir rasa bosan selama menunggu calon suaminya bekerja." jawab Aeri.
Nara menggigit bibirnya sendiri kemudian tersenyum, "Ya, aku senang berkeliling. Jadi, aku melakukannya."
Aeri menyenggol lengan Nara, kedua tangannya memegang kardus berisikan undangan. Jika saja tidak membawa undangan, maka ia sudah menarik tangan Nara sejak tadi.
"Aku pergi dulu Abian, sampai jumpa di hari pernikahanku." ucap Nara sambil tersenyum manis.
Abian mengangguk, Nara dan Aeri langsung pergi dan menaiki tangga menuju ke lantai dua.
Sedangkan Abian menatap nanar undangan yang ada ditangannya, hanya dalam waktu tiga hari Nara akan menjadi istri orang lain.
"Dia cinta pertamamu itu kan? kurasa harapanmu sudah pupus." ucap salah satu teman aktor yang memang dekat dengan Abian.
Abian hanya bisa menghela nafasnya pelan, sepertinya ia terlambat menemukan Nara dan wanita itu akan menikah saat mereka baru saja bertemu.
...๐๐๐...
__ADS_1
Our Wedding Day
Pagi ini Nara sudah selesai di rias dan di tata rambutnya, sejak jam empat pagi dia harus sudah stand by untuk mendapatkan makeuo secantik ini.
Rambutnya disanggul rendah dengan beberapa helai yang menjuntai di samping telinganya dan juga tiara kecil yang disematkan di rambutnya.
Karena Nara memiliki wajah yang kecil dan juga imut seperti orang korea maka hairstyle nya dibuat sefresh mungkin dan simpel sesuai dengan makeup yang juga dipoles tipis.
Nara berdiri, sudah pukul 9 pagi artinya sudah waktunya untuk melakukan pemberkatan di depan pendeta. Nara didampingi oleh mommy Fey serta pamannya yang akan mengantarkannya ke altar.
Tidak ada sanak saudara yang hadir karena hanya pamannya lah yang mau hadir di acara pernikahannya, sedangkan sanak saudaranya yang lain sudah melupakannya.
Nara masuk ke dalam tempat pemberkatan memegang tangan pamannya berjalan perlahan menuju ke Altar.
Tatapan penuh decak kagum ia terima begitu masuk ke dalam ruangan, semua tamu menatap takjub kepada Nara yang terlihat cantik sekali berjalan dengan perlahan sembari tersenyum tipis.
Disalah satu kursi Abian tengah duduk seorang diri memperhatikan Nara yang terlihat sangat cantik hari ini dan sedihnya gadis itu akan menjadi milik pria di depan sana beberapa menit lagi.
Sangat tipis karena sebenarnya pun Nara masih tidak menyangka dirinya akan menikah hari ini dengan Zayn yang baru saja dikenalnya kurang dari sebulan.
Mengucapkan janji suci kepada Tuhan untuk menjaga dan melindungi satu sama lain. Nara sedikit merasa sedih karena mempermainkan janji pernikahan, menikah bukan karena saling mencintai,
Di depan sana Zayn sudah menunggu dirinya dengan wajah datar dan sedikit guratan kekesalan, pria itu menggunakan tuxedo dengan warna yang senada dengan gaunnya. Zayn terlihat tampan dengan style rambut yang memperlihatkan dahinya.
Pasti pria itu mencak-mencak sendiri saat di make over, kuman dan kuman pasti yang menjadi alasan.
Nara sampai di depan Zayn, pria itu menatap Nara kagum. Pamannya langsung memberikan tangannya kepada Zayn dan diterima dengan sopan oleh Zayn dan setelah itu paman Nara langsung duduk disalah satu kursi yang ada di depan.
Zayn menggenggam tangan Nara, mereka berdua berdiri menghadap pendeta dan acara pemberkatan di mulai.
Zayn dan Nara berdiri berhadapan, Zayn mengucapkan janji sucinya dengan lantang dan menatap Nara dengan tatapan yang sulit diartikan.
Tatapan yang berbeda dari biasanya.
Giliran Nara, kini ia yang mengucapkan janji suci pernikahan, berjanji untuk saling mencintai dan memiliki dan menjaga satu sama lain seumur hidup.
Suara riuh tepuk tangan langsung terdengar begitu Nara selesai mengucapkan janji sucinya.
Kini Nara dan Zayn resmi menjadi pasangan suami istri, menjadi pasangan hidup yang sah dimata hukum dan juga dimata agama.
__ADS_1
"Cium! cium! cium! cium! cium!" sorak para tamu yang ada disana.
Zayn mengeratkan genggamannya pada Nara, ada guratan ketakutan dimatanya. Tidak seperti di ruang kerjanya waktu itu, kali ini Zayn terlihat agak takut mungkin karena ada banyak tamu yang melihat mereka secara langsung.
"Cium! cium! cium! cium! cium! cium!" sorak para tamu lagi.
"Tidak apa, kau hanya perlu menarik nafas lalu tutup matamu dan bayangkan hal yang membuatmu tenang." ucap Nara pelan walaupun dirinya juga malu.
Sangat malu.
Zayn menarik nafasnya dalam, ia mendekatkan wajahnya kepada Nara dan menutup matanya perlahan membayangkan bagaimana indahnya masa kecilnya bersama dengan kedua orang tuanya dulu.
Cup
Bibir Zayn dan Nara bertemu, Nara langsung menutup matanya perlahan. Teriakan dari para tamu langsung terdengar cukup heboh terutama para perawat dan dokter rumah sakit yang hadir.
Kecuali Abian yang terlihat sakit melihatnya, hatinya terasa teriris sakit.
Zayn yang selama ini sangat takut untuk disentuh barang seujung kukunya saja kini tengah berciuman dengan istrinya di depan mereka semua.
Dan Zayn tampak baik-baik saja menikmati ciumannya dengan Nara.
Pemandangan langka yang mungkin akan diingat oleh mereka semua.
Hanya Nara yang bisa mendekatinya.
Beberapa dari mereka juga mengabadikannya sebagai bukti bahwa Zayn selama ini bukanlah gay seperti yang di gosipkan.
Sedangkan di kursi depan mommy Fey tersenyum lebar melihat anak dan menantunya yang tengah berciuman, ia membuka kamera ponselnya dan mengambil lebih dari sepuluh foto yang sama.
"Bagus, mereka bisa berciuman dengan baik artinya akan mudah untukku mendapatkan cucu." gumamnya senang.
Nara dan Zayn menjauhkan wajah mereka, sama-sama terlihat malu dengan apa yang baru saja mereka lakukan.
Setelahnya mereka berfoto berdua, setelahnya berfoto bersama dengan mommy dan juga paman Nara.
Jujur sedih rasanya, pamannya yang sudah belasan tahun tidak bertemu dengannya kini tengah berdiri sebagai walinya disini.
Pamannya sebenarnya sayang dengan Nara namun sayang mereka bukan dari keluarga yang berkecukupan sehingga tidak bisa mengasuh Nara dan berakhir menaruhnya di panti asuhan.
Sesi foto bersama dengan semua tamu di skip karena Zayn masih belum bisa berdekatan dengan orang lain, ia masih takut dan gemetar jika berdekatan dengan banyak orang.
__ADS_1
Alhasil kini mereka hanya melemparkan bunga saja, dan yang mendapatkannya adalah Abian yang berdiri seorang diri di sudut tanoa perduli dengan acara lempar bunga.
Namun berakhir dirinya yang mendapatkannya.