
Sebenarnya orang tua mereka menyarankan mereka untuk menginap dihotel tapi Bulan memaksa Bumi untuk pulang kerumahnya. Karena Bulan terus memaksa pulang dengan alasan dia belum terbiasa tidur ditempat lain selain kamarnya. Akhirnya Bumi mengiyakan permintaan Bulan dan kembali kerumah Bulan.
Saat mereka pulang dari hotel, di rumah bulan masih sangat ramai dengan keluarganya yang masih berkumpul dari luar daerah. Mereka belum segera pulang setelah acara pernikahan Bumi dan Bulan selesai. Mereka masih bermalam dirumah Bulan dalam beberapa hari kedepannya. Bulan masih memakai baju pengantin dan Bumi juga masih lengkap dengan tuxedonya. Keluarga mereka diluar kamar masih sangat ramai bahkan mereka masih keluar masuk kedalam kamar mereka untuk mengambil beberapa barang yang tertinggal dikamar Bulan.
Bumi duduk disofa dengan tuxedonya sambil menonton televisi dan Bulan duduk ditempat tidur dengan baju pengantinnya sambil bermain handphone. Sebenarnya tidak ada yang menarik dari handphonenya tapi Bulan hanya berusaha menghilangkan rasa canggungnya karena sudah beberapa kali mereka berdua tanpa sengaja bertatapan.
Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu.
Bulan berjalan membuka pintu.
"Ada apa Tasya?" Ucap Bulan berdiri didepan pintu.
"Charger handphoneku ketinggalan didalam kamar kakak, tolong ambilkan diatas meja rias?" Tasya bertanya tapi matanya mencari tempat Bumi berada.
"Nggak usah lihat-lihat, tidak terjadi apa-apa disini." Ucap Bulan menyentil jidat adiknya itu
"Awww sakit kak."
"Tunggu disini aku akan mengambilnya." Bulan berjalan untuk mengambilkan charger adiknya diatas meja riasnya.
"Oke kak."
"Ini chargermu." Ucap Bulan.
__ADS_1
"Bakalan ada adegan ranjang malam ini.. hehehe."
"Sana pergi..! Masih kecil sudah jahil." Bulan mendorong tubuh Tasya dari depan pintu.
Bulan kembali didalam kamarnya. Dia duduk di meja rias dan membersihkan wajahnya dari make up. Bulan bisa melihat dari cermin meja rias kalau Bumi sedang memperhatikan dia sejak tadi.
"Ada apa lihat-lihat? Naksir sama aku?" Ucap Bulan kepedaan.
"Hahaha naksir sama kamu? Mungkin nanti bulan dilangit berhenti menyinari bumi baru aku naksir kepadamu." Bumi masih tertawa keras.
"Hei, perasaan bulan itu tidak menghasilkan sinar tapi hanya memantulkan sinar matahari. Ternyata seorang CEO seperti kamu minim pengetahuan juga tentang astronomi. Pintaran aku dong dari kamu."
"Apa? Bukannya aku tidak tahu hanya saja aku.. eh maksudku matahari berhenti menyinari bumi tadi." Bumi terlihat malu karena salah kata.
"Handphonemu tuh berdering." Ucap Bulan kepada Bumi.
"Kamu lagi apa dengannya?" Ucap Sarah penuh tanya dengan malam pertama Bumi.
"Aku dan dia tidak berbuat apa-apa sayang, kami pisah ranjang. Aku disofa dan dia berada ditempat tidur."
Mendengar Sarah sedang galau disana akhirnya munculah ide gila Bulan untuk mengerjai Sarah. Bulan berjalan mendekati Bumi dan duduk disampingnya yang sedang menelpon Sarah.
"Mau apa kamu disini." Ucap Bumi heran mengapa Bulan tiba-tiba mendekatinya.
__ADS_1
"Bumi jangan kasar-kasar mainnya, pelan-pelan saja biar kita merasakan kenikmatan bersama. Ah Bumi! Ternyata nikmat sekali malam pertama ini." Bulan berbicara dengan lembut dan sedikit mendesah disamping Bumi.
"Sayang kamu lagi ngapain dengan Bulan? kenapa Bulan mendesah seperti itu? Bumi, kamu jahat! Kamu bilang tidak akan melakukan itu bersama Bulan."
"Bukan sayang, Bulan hanya..." Tut..tut..tut.. Sarah langsung mematikan panggilan telponnya. Bumi berusaha menelpon kembali tapi ternyata Sarah telah menonaktifkan telponnya.
"Puas kamu nyakitin perasaan Sarah!!?"
"Puas donk." Ucap Bulan santai.
"Oh jadi kamu mau menginginkan malam pertama ini? Oke akan ku buat kamu kamu berteriak dan berdesah karena kenikmatan." Bumi melepaskan tuxedonya dan membuka kancing bajunya satu persatu lalu membuangnya dilantai.
"Bumi apa yang kamu lakukan? Bumi aku minta maaf bukan maksudku untukku." Bumi langsung menindih tubuhnya diatas sofa dan mencium bibir Bulan dengan paksa.
"Bumi..! Prakk." Bulan menampar dengan keras pipi kiri Bumi dengan keras.
"Aww.." Bumi memegang wajahnya karena sakit.
"Bumi, kurang ajar kamu! Beraninya kamu menciumku!"
"Bagaimana? Senang kan dapat ciuman dariku? Bukannya kamu menginginkan itu sejak tadi? Kalau sampai kamu menyakitkan perasaan Sarah lagi aku akan bertindak lebih jauh lagi dan membuatmu berdesah seperti yang kamu perdengarkan kepada Sarah tadi."
Bulan masih terdiam di sofa dengan wajah yang pucat. Bahkan bibirnya tidak bisa lagi berkata-kata.
__ADS_1
Bumi terlihat puas telah membuat Bulan sangat ketakutan. Bumi langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan terlihat senyumannya begitu lebar sambil memandang langit-langit kamar itu.
Jangan lupa memberikan Vote yah..! 😊