
Setelah selesai fitting baju pengantin, Bulan memakai pakaiannya kembali. Sedangkan Bumi sudah terlebih dulu pergi kemobilnya yang ada diparkiran butik tersebut. Bulan kemudian menuju tempat parkir untuk menemui Bumi dimobilnya. Saat Bulan membuka pintu mobil ternyata Bumi sedang berciuman dengan seorang wanita cantik.
"Ehemm." Suara Bulan mengagetkan Bumi dan Sarah yang sedang berciuman didalam mobil.
Bumi dan Sarah langsung melepaskan ciumannya.
"Sayang aku nggak mau dia ikut bersama kita, suruh dia naik taksi aja." Ucap Sarah dengan manja sambil memeluk Bumi.
"Dia duduk kursi belakang saja sayang."
"Nggak usah, aku akan naik taksi saja Bum." Bulan masih berdiri disamping mobil mereka.
"Baguslah kalau kamu tahu diri..! Ingat! Bumi hanya aku pinjamkan sementara bukan untuk kamu miliki selamanya. Karena dia adalah milikku seorang. Kamu boleh menikah dengannya tapi hatinya tetap untukku. Dengarkan baik-baik ucapanku itu wanita penggoda."
Prakk.. Bulan langsung menampar dengan keras pipi Sarah.
"Bulan..?" Teriak Bumi dan langsung turun dari mobil mendekati Bulan.
"Sayang dia menamparku..."
"Sekali lagi kamu sebut aku wanita penggoda akan kupastikan wajah cantikmu itu rusak karenaku..!" Bulan memegang rambut Sarah dengan kuat.
"Bulan hentikan, kamu tahu dia siapa? dia model terkenal dan kamu tidak sebanding dengannya bahkan wajahmu masih jelek seperti dulu saat kamu melamarku ditaman sekolah itu." Ucap Bumi kepada Bulan.
Bulan terdiam. Hal yang dia benci itu kembali lagi teringat dimemorinya. Bumi dan Sarah meninggalkan dia yang masih terpaku dengan kata-kata Bumi kepadanya. Dikejauhan ternyata bu Ani pemilik Butik menyaksikan pertengkaran mereka. Bu Ani sampai terheran-heran melihat mereka, karena Bumi sedang bersama wanita lain padahal Bulan adalah calon istrinya.
__ADS_1
Bip..Bip..Bip.. suara handphone Bulan berdering.
"Bulan, boleh kita bertemu?" Ucap Reno pada panggilan telpon.
"Kamu mau memecatku? kalau kamu mau bertemu untuk membicarakan PHK lebih baik lewat telpon saja Ren. Aku malu bertemu denganmu."
"Bagaimana aku mau memecatmu kalau aku sudah terlanjur jatuh cinta kepadamu. Aku ada dibelakangmu Bulan." Ucap Reno ternyata ada didalam mobil sedang melihat Bulan.
Bulan membalikkan badannya.
"Reno?" Bulan sangat kaget.
Reno turun dari mobil dan menghampiri bulan yang sedang berdiri sambil tersenyum melihatnya.
"Aku mencintaimu Bulan. Maukah kamu menjadi pacarku?" Reno memegang dan mencium tangannya.
"Aku tahu, pernikahan untuk sementara kan?"
"Kamu tahu dari mana? Dan kamu kok tahu aku ada disini?" Tanya Bulan merasa heran.
"Aku mengetahuinya dari Bumi. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Maukah kamu menjadi pacarku?"
"Aku nggak mau..!" Jawab Bulan datar.
"Kamu nggak mau menjadi pacarku? jadi aku ditolak nih?" Ucap Reno kecewa
__ADS_1
"Maulah Ren, mana mungkin aku menolak laki-laki setampan kamu hehehe."
Reno langsung memeluk Bulan saat pernyataan cintanya diterima oleh Bulan.
Bu Ani pemilik butik kembali kaget melihat Reno memeluk Bulan. Tadi Bumi berciuman dengan wanita lain dan sekarang Bulan sedang berpelukan dengan laki-laki lain.
"Aku heran dengan anak zaman sekarang, mengapa mereka selalu mempermainkan pernikahan yang suci. Mereka belum tahu jika menikah itu adalah hal sangat indah dan sakral untuk dipermainkan." Bu Ani menggelengkan kepalanya lalu masuk kembali didalam butik.
Bulan sudah masuk kedalam mobil mengikuti Reno. Reno memegang tangannya dengan erat.
"Kamu mengenal Bumi dimana Ren?"
"Aku dan Bumi adalah rekan bisnis. Sudah dua tahun kami berkenalan. Dia bercerita akan menikah dengan orang yang tidak dicintai karena paksaan dari orang tuanya. Dia memperlihatkan foto calon istrinya waktu itu dan ternyata wanita itu adalah kamu." Ucap Reno.
"Dia sudah punya pacar Ren."
"Aku tahu, namanya Sarah model yang terkenal itu."
"Apa Bumi tahu kalau aku bekerja dikantormu?"
"Aku belum memberi tahunya, biarkan ini menjadi kejutan untuknya bahwa kita sudah resmi pacaran."
"Reno tapi aku takut orang lain akan mengetahui hubungan kita sedangkan aku akan menjadi istri temanmu."
"Aku tahu kamu mencintaiku. Dan hubunganmu dengan bumi hanyalah sebuah settingan, jadi untuk apa aku takut pacaran dengan kamu. Kita bisa pacaran diam-diam kalau kamu takut. Aku akan tetap setia menunggu perceraianmu dengan Bumi baru kita menikah."
__ADS_1
Aku tidak tahu apakah jalan yang aku ambil ini salah atau benar. Yang pasti saat ini aku sangat mencintai Reno. Dan mengapa disaat seperti ini Reno menjadi milikku, andai saja dia dari dulu mencintaiku pasti keadaannya tidak akan seperti ini. Dan Bumi... biarkan dia menjadi laki-laki paling aku benci saat ini dan sampai kapanpun aku membencinya.