Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Amarah Bumi


__ADS_3

Saat kantor sudah sepi barulah Reno dan Bulan keluar dari dalam kantor. Reno berjalan di depan dan Bulan mengikutinya dari belakang. Didalam mobil Reno sedang melihat Bulan sedang mengutak ngatik handphonenya.


"Handphonemu retak? Kenapa?"


"Hehehe iya, kemarin jatuh."


"Kita pergi membeli handphone baru sekarang!"


"Tidak perlu Ren... ini masih sangat bagus dan belum terlalu rusak parah."


Reno tidak menjawab hanya menggenggam jari jemari Bulan dengan erat lalu tersenyum kepadanya. Reno belum mengantarnya pulang, tapi Reno masih singgah membelikan Bulan handphone mahal dengan keluaran terbaru di sebuah pusat perbelanjaan. Ditoko tersebut Bulan hanya mengamati Reno yang sedang memilih beberapa handphone yang dia rasa cukup bagus. Reno terus memegang tangan Bulan dengan satu tangannya dan satu tangannya sibuk menunjuk beberapa handphone yang hendak dia beli.


"Kamu suka yang mana?" Ucap Reno lembut.


"Terserah kamu saja yang penting bisa digunakan untuk berkomunikasi."


"Yang ini sepertinya bagus untukmu."


"Ren, itu sangat mahal, aku ingin yang biasa saja."


"Aku ingin yang ini, kan kamu bilang terserah aku saja."


"Ren, aku jadi nggak enak sama kamu."


"Jika kamu butuh sesuatu tinggal bilang kepadaku. Aku tahu Bumi tidak memperlakukan kamu dengan baik, andai aku berganti posisi dengannya akan ku buat kamu bahagia Bulan."


"Aku sudah bahagia bersamamu sekarang Ren." Jawab Bulan terharu.


"Tapi tetap saja kamu istrinya, aku belum bisa memilikimu seutuhnya."


"Kak, jadi yang mau beli yang mana?" Tanya seorang pelayan toko karena terlalu lama menunggu mereka berbicara.


"Yang ini saja."


"Oke." Jawab pelayan tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja, Bulan dan Reno kembali masuk kedalam mobil. Saat mereka keluar dari pusat perbelanjaan ternyata diluar sana langit sudah sangat gelap. Reno melaju dengan kecepatan sedang dijalanan yang masih sangat ramai.


"Jalan denganmu membuatku lupa waktu Bulan."


"Aku juga Ren, makasih ya untuk handphone barunya.


"Kamu suka kan?"


"Suka banget Ren." Jawab Bulan tersenyum.


Sampai di depan rumah Bulan turun dari mobil mewah Reno yang berwarna hitam tersebut. Bulan berdiri dipagar menunggu Reno pergi tetapi ternyata Reno juga turun dan berjalan ke arahnya.


"Kok kamu turun lagi?" Ucap Bulan heran.


"Aku ingin mengantarmu sampai didepan pintu."


"Itu bukan ide yang bagus Ren, pasti Bumi akan melihatmu."


"Bukannya Bumi sudah mengetahui hubungan kita, jadi untuk apa kita harus bersembunyi darinya."


"Memang sih, tapi kan..."


"Baiklah."


Saat tiba didepan pintu Reno langsung memeluk Bulan dan mencium kembali bibirnya dengan lembut. Bulan tidak menutup matanya kali ini dan terlihat menikmati ciuman dari Reno. Setelah beberapa menit berciuman, mereka melepaskannya bersama dan Reno mengusap bibir Bulan dengan tangannya.


"Aku pulang, sampai jumpa besok."


"Hati hati Reno, aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu." Reno melambaikan tangannya dan menggeser kembali pagar rumah Bumi hingga tertutup sempurna.


"Oh jadi begini kelakuan seorang istri yang mama banggakan itu? Kamu memang terlihat polos dari luar tapi ternyata kamu sama saja dengan wanita diluar sana yang menjual tubuhnya hanya demi sebuah handphone?" Ucap Bumi melihat Bulan menenteng sebuah handphone mahal ditangannya.


Prakkk.. Bulan melayangkan tamparan diwajah Bumi.

__ADS_1


"Jaga bicaramu Bumi!"


"Jaga bicaraku? Ini fakta. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahkan aku sempat memotretmu sedang berciuman dengan Reno tadi."


"Apa? Bumi, hapus itu sekarang!" Bulan terlihat panik saat Bumi mengetahui bahwa dia berciuman dengan Reno.


"Kira kira apa reaksi orang tuamu dan orang tuaku jika melihat foto ini yah?"


"Bumi! Jangan lakukan itu aku mohon." Bulan memohon dikaki Bumi sambil menangis.


"Sini kamu!" Bumi menarik tangannya kedalam masuk kedalam rumah. Bumi masih menariknya hingga masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar Bulan.


"Mau apa kamu Bumi!" Teriak Bulan.


Bumi langsung menyiram tubuh Bulan berkali-kali dari kepala dengan air dingin.


"Cepat berkumur dan sikat gigimu."


"Kamu kasar Bumi!"


"Aku bilang cepat Bulan sebelum aku bertambah marah kepadamu..!" Bulan hanya menangis dengan perlakuan Bumi kepadanya.


"Oh jadi kamu tidak mau menghilangkan bekas bibir Reno dari mulutmu? Baiklah, biar aku yang menghilangkannya." Bumi langsung membuka mulut bulan dengan paksa dan memasukkan air kedalam mulutnya. Bulan hampir saja tidak bernapas karenanya.


Setelah selesai dari kamar mandi, Bumi masih menyeretnya dan menjatuhkan tubuh Bulan ke atas tempat tidurnya.


"Bumi, kamu mau berbuat apa?" Bulan terlihat takut karena Bumi telah melepaskan bajunya dan dia melempar dengan kasar dilantai.


"Mau apa? Jangan pura pura tidak tahu." Bumi naik diatas tempat tidur dan merobek baju Bulan dengan kasar. Bumi menarik baju yang dia robek tadi hingga terlepas dari tubuhnya. Terlihatlah tubuh Bulan yang mulus dan putih tapi dia masih mengunakan bra.


Bumi langsung menindihnya dan menciumnya dengan paksa. Bulan beberapa kali memukul dadanya tapi dia masih saja terus mencium Bulan. Saat Bulan hanya pasrah dan tidak mampu lagi memukul badannya barulah dia melepaskan ciumannya.


Bumi melempar selimut tebal ditubuh Bulan dan bulan langsung meraihnya dengan cepat menutupi tubuhnya. Air matanya terus mengalir dan bibirnya terlihat berdarah karena perlakuan kasar Bumi.


"Jangan lakukan itu lagi dengan Reno! Jika aku mengetahui kamu masih melakukan itu dengan Reno aku tidak akan melepaskanmu untuk kedua kalinya. Kali ini kamu beruntung Bulan."

__ADS_1


Bulan memeluk lututnya dan menundukkan wajahnya diatas lutut. Bumi mengambil bajunya dan meninggalkan dia begitu saja didalam kamarnya.


Ayo donk dukung author dengan memberikan vote, agar novel ini bisa masuk ranking 😊🙏


__ADS_2