Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Pertengkaran


__ADS_3

Didalam kamar sekitar pukul 21.00 Bulan berbaring sambil menonton televisi dikamarnya bersama Bumi. Bulan berbaring dilengan suaminya dengan posisi terlentang.


"Mas?" Panggil Bulan sambil menoleh ke arah Bumi yang sedang menyaksikan acara televisi.


"Mas Bara terlihat serasi ketika bersama Franda." Ucapnya dengan mempermainkan tangannya diatas dada Bumi.


"Kamu cemburu?"


"Apaan sih mas? aku kan bilang mereka serasi."


"Kan cuma nanya cemburu atau tidak?"


"Malas jawab, kebiasaan nih kalau aku membicarakan laki-laki lain selalu mencurigaiku."


"Ya siapa tahu aja kamu masih cemburu melihat kakakku bersama wanita lain."


"Malas ah, aku mau tidur! Sahut Bulan menyingkirkan lengan Bumi dari kepalanya.


"Kalau marah tandanya cemburu loh."


"Mas!" Balas Bulan kesal.

__ADS_1


"Hehehe, mas sayang sama kamu. Sayang minggu depan mas berangkat keluar negeri yah?" Sambil melingkarkan tangannya ke perut Bulan yang membelakanginya.


"Pergi lagi mas? mas kamu kok ninggalin aku terus?" Bulan semakin kesal.


"Mau gimana lagi sayang, ini masalah pekerjaan."


"Mas, aku merasa kamu semakin hari semakin tidak memperhatikanku. Aku mau ikut!" Jawabnya dengan ketus.


"Kamu sedang hamil sayang, kali ini cuma tiga hari perginya. Nanti kalau kamu bosan dirumah kamu boleh menginap dirumah mamamu sampai aku pulang dari jepang." Ujar Bumi berusaha membujuk Bulan.


"Terserah!" Jawabnya dengan kasar lalu menutup matanya.


Bulan tidak menyahut, dan Bumi ikut menutup matanya karena Bulan juga menutup matanya.


Mas Bumi jangan-jangan selingkuh, masa tiap minggu aku ditinggal. Batin Bulan.


"Mas, kamu tahu kan kalau Sarah tidak dipenjara? aku melihat dimedia kalau dia akan direhabilitasi dan akan rawat jalan. Aku curiga kamu nggak keluar kota tetapi sibuk mengurus Sarah." Bulan barsuara merasa khawatir.


"Bulan jangan memulai pertengkaran." Bumi membentak.


"Itukan kamu tidak menjawab kalau kamu tahu dia sedang direhabilitasi? jangan-jangan kamu menemuinya selama ini mas?" Ucap Bulan menahan tangisannya.

__ADS_1


"Sayang aku kerja bukan menemuinya! sudahlah aku tidur disofa saja!"


"Itukan kamu menghindariku kalau aku membahas Sarah!"


Bumi pergi meninggalkan Bulan menuju balkon kamarnya. Bumi mengambil rokok dari saku bajunya yang tergantung, Bumi bukan perokok berat tetapi kadang-kadang jika dia merasa stres dia menghilangkannya dengan mengisap beberapa batang rokok. Belum selesai dia menghabiskan rokoknya dia mematikannya lalu kembali lagi ketempat tidur menemui Bulan.


"Sayang oke aku mau jujur, aku tidak menemuinya dia hanya meminjam uang kepadaku sebesar 30 juta tetapi aku menyuruh Luna yang mengurus semuanya. Aku tidak pernah bertemu dengannya sampai sekarang." Bumi mengucapkan dengan pelan menyadari kesalahannya bahwa dia telah berbuat sesuatu tanpa sepengetahuan istrinya.


Bulan tidak menjawab hanya terdengar suara tangisan dari balik bantal yang menutupi wajahnya.


Itukan aku bilang juga apa? kamu berbohong kepadaku mas, mana mungkin kamu tidak mengetahui kalau Sarah sedang kesulitan keuangan karena kehilangan banyak job. Bulan membatin.


"Aku hanya mau niat bantu sayang tidak lebih dari itu, kamu percayakan sama aku? aku tidak akan selingkuh karena aku sudah punya kamu dan Alula." Bumi memeluknya tetapi Bulan menepis tangan Bumi dengan kasar dari tubuhnya.


"Harusnya kamu bertanya kepadaku mas sebelum melakukan sesuatu, aku tahu itu uang kamu, kamu yang bekerja dan aku hanya pengangguran tetapi kamu juga harus menghargaiku sebagai istri dan meminta pendapatku. Bukannya aku cemburu tetapi aku merasa tidak dihargai sebagai istri karena kamu bertindak tanpa sepengetahuanku. Aku juga nggak jahat-jahat amat mas, kalau dia lagi susah nggak mungkinkan aku tidak membantunya."


"Aku salah, aku minta maaf sayang."


"Sudahlah aku terlanjur sakit hati dengan sikapmu mas!" Ucap Bulan sambil menangis.


Bumi berbaring disampingnya menyadari kesalahannya yang tidak terbuka masalah Sarah. Sebenarnya Bumi ingin jujur tetapi karena dia takut Bulan akan marah kepadanya, ternyata semakin hari dia semakin merasa bersalah kepada Bulan karena telah menyembunyikan rahasia ini dari istrinya. Beberapa hari lalu saat diluar kota dia sudah memikirkan cara untuk berbicara dengan Bulan tentang masalah Sarah yang meminjam uang dengannya tetapi dia masih sangat takut untuk mengatakannya.

__ADS_1


__ADS_2