Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Kekesalan Sarah


__ADS_3

Di kantornya, Bumi terus tersenyum memikirkan Bulan saat panik ketika dia akan menidurinya. Sekretarisnya Luna, juga ikut senyum senyum melihat kelakuan bosnya sejak tadi.


"Maaf pak hari ini kita meeting untuk pembebasan lahan dikota X, rencana kota untuk membangun hotel akan gagal karena ada beberapa pemilik lahan tidak memberikan tanahnya untuk dibeli oleh Golden Hotel."


"Pak Bumi? Pak?" Luna sedikit meninggikan suaranya karena Bumi masih terus melamun.


"Mengapa kamu berteriak? Kamu pikir aku tuli!! Atur saja jadwalku, nanti aku akan memimpin rapat."


"Ma..af pak, aku permisi." Luna mempercepat langkah kakinya keluar dari ruangan Bumi. Luna memegang kakinya karena gemetar dan membuat Bumi marah sampai berteriak kepadanya.


"Semoga saja dia tidak memecatku. Bodoh, bodoh, kenapa kamu berani meninggikan suaramu Luna? Tapi kenapa dengannya hari ini, mengapa dia sebahagia itu? Apa dia sudah jatuh cinta kepada istrinya? Tapi Sarah bagaimana? Ah... aku mempunyai gosip hangat hari ini. Semoga saja Sarah tidak jadi dengannya karena aku sudah muak dengan sifatnya yang seenaknya itu kepada semua karyawan disini. Dia masih berstatus pacar saja kelakuannya sudah melebihi nyonya besar. Bagaimana jika menjadi istri pak Bumi? Pasti dia lebih berkuasa lagi." Batin Luna.


Luna dengan cepat memasuki lift dan Sampai dilobi Luna tersenyum lebar dengan gosip yang dia sendiri belum tahu kebenarannya.


"Hai hai.. genks mau tahu gosip baru tentang pak Bumi?" Luna mengencangkan suaranya dan teman-temannya sudah berkumpul didekatnya.


"Ada berita hot apa pagi ini?" Ucap teman disampingnya.


"Sepertinya bos kita telah jatuh cinta kepada istrinya." Ucap Luna dengan wajahnya yang sok tahu.


"Apa... benarkah? Kami mendukungmu, istri pak bos. Aku lupa siapa nama istrinya."


"Bulan namanya." Ucap Luna kembali. Luna adalah sekretaris Bumi dan Lunalah yang suka mencari tahu kehidupan bosnya dan menyebarkan kepada teman-temannya. Karena Luna yang sering bersama dengan Bumi jika kemana-mana maka dia sangat mengetahui hubungan Sarah dengan Bumi sudah sejauh mana. Tapi Luna sangat membenci Sarah karena dia selalu mendapatkan masalah karena ulah wanita itu.


"Bukannya nama itu terdengar romantis? Bumi dan Bulan. Mereka terlihat sangat cocok, jika mereka saling mencintai maka wanita penyihir itu akan ditendang dari hidup bos kita." Ucap Luna semangat.


"Hahahahaha." Mereka semua tertawa bersama.


"Hei.. dia datang cepat kembali."

__ADS_1


"Siapa?" tanya teman Luna.


"Penyihir. Cepat bersikap normal."


"Selamat pagi nona Sarah, anda cantik hari ini dan setiap hari tetap cantik." Mereka semua menundukkan kepala kepada Sarah yang melewati mereka. Sarah hanya berjalan lurus tanpa menoleh kepada mereka dengan kaca mata hitam miliknya. Ia menggunakan pakaian seksi berwarna merah dengan sebelah sisi bajunya yang terbelah. Sarah memiliki tubuh yang indah dan tingginya setara dengan model internasional.


Sebenarnya mereka tidak mau menghormati Sarah tetapi Sarah meminta kepada Bumi bahwa semua karyawannya harus menghormatinya dan menundukkan kepala saat dia berada dikantor.


"Dasar penyihir, sebentar lagi kamu akan ditendang dari sini." Ucap Luna sinis.


"Boro-boro mau ditendang, paling paling dia pergi menyerahkan tubuhnya lagi kepada Bumi!" Ucap teman Luna yang berada disampingnya.


Sampai didalam ruangan Bumi, Sarah langsung membuka kaca matanya dan duduk dalam pangkuan Bumi.


"Kamu tidak merindukan aku?"


"Woooow hebat. Sekarang kamu bahkan berani mengusirku dari kantormu. Apa secepat ini wanita penggoda itu merebutmu dariku?" Sarah berdiri dan bertepuk tangan mendengar perkataan Bumi.


"Jangan sebut dia wanita penggoda, dia bukan sepertimu yang mau dipakai oleh banyak lelaki."


"Bumi! Beraninya kau!!" Sarah berteriak dengan kuat sambil menunjuk Bumi.


Bumi terlihat gerah seketika. Dia merasakan kegelisahan dengan kehadiran Sarah dikantornya.


"Maaf.. maksudku bukan seperti itu.".


"Cium aku sekarang." Sarah kembali duduk dipangkuan Bumi. Sarah sudah mendekatkan bibirnya dengan bibir Bumi dan mecium denga lembut bibir bumi. Bumi tak merespon hanya diam dan Sarah bisa merasakan perubahan sikap Bumi akhir-akhir ini.


"Bumi aku bilang cium aku, atau aku akan memperlihatkan kepada Bulan videomu saat itu. Apa dia masih mau bersamamu jika dia melihat suaminya begitu agresif menjelajahi tubuh pacarnya?"

__ADS_1


Bumi langsung mencium Sarah dengan lembut, hatinya kembali merasa bersalah kepada Bulan.


"Aku berhenti Sarah." Bumi melepaskan ciumannya dan menolak Sarah dengan pelan.


"Apa? Berhenti? Putus maksudmu? Itu tidak akan pernah terjadi! Ayo lakukan disini permainan ini."


"Sarah, kamu gila." Bumi berdiri dari tempat duduknya.


Sarah sudah melepaskan pakainnya dan dan membuangnya di lantai. Sarah berbaring di sofa menunggu Bumi mendatanginya.


"Cepat Bumi! Kamu membuat aku mengemis cintamu. Bumi, cepat lakukan sebelum aku mengamuk dikantormu ini."


Bumi masih berdiam ditempatnya berdiri sambil memalingkan wajanya dan tidak menatap Sarah.


Kreekkk,, pintu terbuka.


"Maaf pak Bumi ra..pat akan dimulai. Maafkan aku telah menganggu kalian." Luna tersentak saat melihat Sarah sedang berbaring tanpa menggunakan baju.


"Pergi dari sini!! Cepat pergi Luna!! Kalian mempermainkan aku." Sarah berteriak dengan langkah cepat Luna berlari keluar dari ruangan Bumi.


"Ahh... apa wanita itu sudah tidak punya rasa malu? Masih saja dia menggoda pak Bumi dengan memperlihatkan tubuhnya. Dasar memalukan!" Gumam Luna.


Bumi berjalan dan mengambil baju Sarah yang dia dilepaskan dilantai dan mendekati Sarah yang masih menunggunya di sofa.


"Aku yakin kamu pasti tidak mampu menolakku Bumi." Sarah tersenyum puas melihat Bumi mendekatinya.


"Sarah, pakai bajumu dan pergi dari sini. Aku akan rapat hari ini dan setelah itu aku akan menemui istriku karena malam ini kami akan mengadakan pertemuan keluarga. Maaf, aku tidak bisa mengantarmu karena aku mau pergi sekarang." Bumi memberikan baju ketangan Sarah dan pergi meninggalkan Sarah.


"Bumi!! Lihatlah pembalasanku nanti atas penghinaan ini." Sarah berteriak. Dia terlihat sangat emosi dan merasakan malu didepan Luna.

__ADS_1


__ADS_2