
Malam harinya Alula tidur didalam box bayi dikamar mereka. Bumi memperhatikan wajah anaknya dengan penuh kebahagiaan.
"Sayang jika kamu ingin tidur silahkan, aku akan menjadi papa yang selalu siaga jika Alula rewel pada malam hari." Ucap Bumi mengelus kepala Bulan dengan lembut.
"Terima kasih mas, kamu suami paling pengertian." Bulan menciumi pipi suaminya dengan lembut.
Sekitar pukul 22.00 Bulan menutup matanya dan membelakangi Bumi yang sedang menjaga Alula. Bulan telah terhanyut dalam mimpinya, didalam mimpinya dia seperti mendengar suara tangisan bayi dengan keras. Bulan terkaget karena suara bayi tersebut semakin menjerit dengan keras, saat dia bangun ternyata suara bayi tersebut semakin nyata. Dia melihat Bumi sedang terlelap disamping Alula tanpa terganggu sedikitpun dengan suara tangisan Alula.
"Alula? astaga ternyata kamu yang menangis nak. Apaan sih mas Bumi katanya mau jadi papa siaga anak nangis saja dia nggak bangun-bangun." Bulan melihat kesal ke arah Bumi yang sedang tidur dengan nyenyaknya.
Bulan melihat ke arah jam didinding sudah pukul 01.00 pagi. Bulan mengambil alula dari box bayi dan memberikanya Asi. Alula membuka matanya dengan lebar dan terlihat senyumannya begitu manis saat melihat Bulan menatapnya. Suara tangisannya terhenti seketika saat dia berada didalam dekapan mamanya.
"Alula kamu bangunnya kok jam segini nak? lihat wajahmu mirip banget sama papa. Papa katanya mau jagaiin kamu malam ini tapi lihat dia malah tidur nyenyak dibalik selimut." Ucap Bulan kepada Alula yang sedang menyusui. Alula hanya menatap Bulan tetapi mulutnya sibuk mengisi kekosongan perutnya malam ini.
Sudah pukul 04.00 pagi Alula belum tertidur juga. Bulan terlihat kelelahan dan beberapa kali dia menguap menahan kantuknya. Bulan sudah melakukan banyak cara untuk menidurkan Alula tetapi semuanya gagal. Karena Bulan merasakan matanya tidak bisa berkompromi lagi dia menidurkan Alula disampingnya. Saat Alula berbaring disampingnya barula Alula menutup matanya. Bulan menghela nafasnya dengan panjang karena melihat Alula bisa tertidur.
"Malam yang panjang bersamamu Alula sayang, ternyata tak muda menjadi seorang ibu nak." Bulan menutup matanya sambil memeluk Alula yang berada disampingnya. Bulan memberi pembatas bantal guling antara Alula dan Bumi. Dia takut Bumi akan menindih anakya karena tidak sadar saat tertidur.
Pagi hari, terlihat matahari menerangi jendela kaca kamar mereka. Bumi membuka matanya, dia melihat didalam Box bayi ternyata Alula tidak ada didalam sana.
__ADS_1
"Alula hilang?" Bumi langsung melompat dari tempat tidur. Matanya kembali tertuju di tempat tidur saat tatapan mata penuh kesucian sedang memandangnya dengan senyuman indah pada pagi hari.
"Alula? kok kamu ada ditempat tidur nak? pasti papa tidak sadar mengangkatmu disini ya nak, lihat tuh mama kamu tidur nyenyak sejak semalam nggak bangun-bangun. Untung saja dia tidak menindihmu nak, papa hebat kan sampai lupa kalau papa bangun semalam." Bumi bangga dengan dirinya, dia merasa menjaga Alula semalaman. Bumi menggendong Alula keluar kamar untuk berjemur dan membiarkan Bulan tertidur didalam kamar.
Saat diluar kamar mama Lina sudah menyambut Alula, mama Lina mengambil alih Alula dari tangan Bumi dan menggendongnya untuk berjemur dihalaman rumah mereka. Bumi kembali lagi masuk kedalam kamar dan berbaring disamping Bulan. Bumi melingkarkan tangannya ditubuh Bulan dan menyentuh pipi Bulan dengan menusuk-nusuknya agar istrinya terbangun.
"Mas apaan sih, aku masih ngantuk!" Bulan menyingkirkan tangan Bumi dari pelukannya.
"Sayang semalaman kamu tidur nyenyak bahkan Alula berada disampingmu saja kamu tidak tahu. Aku semalam bangun untuk mengangkat Alula kesampingmu tapi aku juga tidak begitu ingat apakah aku mengangkat Alula semalam?" Ucap Bumi bertanya-tanya.
"Alula mana?" Tanya Bulan terkaget.
"Mama membawanya berjemur sayang, kok kamu bisa tidur sampai lupa ada anak sayang" Ucap Bumi.
"Jadi yang jaga Alula semalam itu kamu? bukan aku? Astaga sayang kamu nggak bangunin aku?"
"Kasian kamu kecapean mas." Sahut Bulan sambil menutup matanya.
"Kamu memang istri yang terbaik, aku mencintaimu sayang." Bumi mengecup kepala Bulan dengan begitu lama.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu mas." Jawab Bulan.
Suara ketukan pintu terdengar, Bumi berjalan ke arah pintu. Baby sitter baru Alula sedang menggendong Alula yang sudah wangi karena selesai mandi.
"Anak papa sudah harum dan cantik." Bumi berjalan ke arah tempat tidur dan menepatkan Alula ditengah-tengah mereka.
"Eh hampir lupa bahwa kita juga mencintai Alula." Bumi dan Bulan menyahut bersama lalu tersenyum bahagia.
-----TAMAT-----
Just info doank kalau sih Franda belum mau punya anak karena ingin melanjutkan kuliahnya. Bara tidak mempermasalahkan itu karena baginya menghargai keputusan Franda adalah suatu kewajibannya sebagai suami.
Reno dan Bumi akan berencana menjodohkan si Aldo dan Alula, eiitss semoga aja si Aldo nggak play boy seperti papa Reno yah.
Maafkan jika karya ini tidak sesempurna karya-karya author yang pernah kalian baca. Aku masih pemula jadi maafkan segala kekeliruan, ada tata bahasa yang tidak sopan dan ada bahasa yang kalian tidak mengerti dalam karya ini. 🙏🙏
Salam sayang dari author Vani, jangan lupa bahagia. bahagia itu perlu apalagi kalau bahagia tanpa memikirkan mantan hehehe 😘😘😘
Baca juga Karyaku yang Baru judulnya
__ADS_1
"cinta pengganti'
"Love my enemy"