
Bulan meneteskan air matanya bukan karena dia takut melayani Bumi tapi karena dia merasa telah mengkhianati Reno. Dia pun sama sekali belum punya perasaan kepada Bumi. Bumi menatapnya dan menyeka air matanya dengan pelan lalu mencium bibirnya dengan lembut, selembut mungkin Bumi melakukannya dan Bulan menutup matanya masih terlihat cairan bening keluar diujung matanya. Bumi kini berpindah dibagian lehernya menikmati setiap senti leher Bulan dan memberikan bekas cinta dileher putih bulan. Setelah puas di bagian leher, Bumi membuka baju Bulan secara perlahan dan mulai bermain dengan kedua bukit kembarnya. Bulan menggigit bibirnya menahan setiap permainan yang dilakukan oleh Bumi. Dan setelah beberapa menit dia bermain dibagian atas kini Bumi mulai memasuki area sensitif Bulan. Bulan merintih menahan sakit saat sesuatu yang dia rasa menyakitkan di area sensitifnya. Bumi terus 'bermain', nafasnya tak beraturan sampai dia telah puas dengan permainannya. Setelah selesai Bumi menjatuhkan badannya disamping Bulan dan memeluk Bulan dengan erat tanpa sehelai kain.
"Bulan, terima kasih atas semuanya. Aku sangat mencintaimu." Bumi mencium kening Bulan dengan lembut dan kembali berbaring disampingnya.
Bulan membalikkan badannya menahan semua malu yang dia rasakan dihadapan Bumi. Hatinya kembali terasa sakit karena paksaan dari orang tuanya dia harus rela melayani Bumi.
"Aku tidak mencintaimu, apa kamu sudah puas mendapatkan keinginanmu? Kamu puas Bumi!!" Ucap Bulan terisak dalam tangisnya dan dia sama sekali tidak merasakan kenikmatan dalam hubungan mereka saat ini.
"Akan ku buat kamu mencintaiku dan melepaskan Reno." Ucap Bumi pelan. Ia masih memeluknya dan menciumi belakang Bulan dengan lembut.
Bumi bangun dan mengangkat tubuh Bulan masuk kedalam kamar mandi dan mereka berdua berendam didalam bathtub. Bulan masih menunduk menutup dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya didadanya. Seakan tidak ada habisnya air mata itu jatuh dari kedua matanya. Bumi membersihkan badan Bulan dengan lembut dan dia bisa melihat bekas merah yang telah dibuatnya tadi. Setelah selesai memandikan Bulan, Bumi kembali mengangkat Bulan menuju tempat tidur setelah mengeringkan badannya dengan handuk.
__ADS_1
Bulan masih duduk menundukkan kepalanya dipinggir tempat tidur tanpa bersuara sekalipun. Bumi mulai memasang baju tidur untuknya dan Bulan bagaikan orang yang tidak mempunyai semangat hidup lagi. Setelah memasang baju tidur, Bumi berjongkok didepannya sambil memegang tangannya.
"Bulan inilah kenyataan dalam pernikahan, kamu tidak bisa menghindari ini. Berhentilah menangis karena aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapanpun. Aku mencabut semua kata kata untuk memberimu gaji setiap bulan kepadamu, aku akan memberikan semua kartu ATMku untukmu dan akan mengikuti semua perintahmu. Bulan, berhenti untuk menyesali pernikahan ini karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu." Ucap Bumi tegas.
"Aku mau tidur, lakukan sesuka hatimu mulai sekarang, karena aku sudah terlanjur hancur dan aku sudah tidak berguna lagi." ucap Bulan datar.
"Aku sudah memutuskan Sarah dan sekarang giliranmu untuk memutuskan Reno. Berhenti bekerja dikantor Reno karena aku bisa memberikan semua apapun yang kamu minta."
"Aku memang egois jika milikku diganggu oleh orang lain. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin kamu berhubungan lagi dengannya. Kalau kamu tidak mau memutuskan dia aku akan bertemu dengannya untuk memutuskan hubungan kalian. Bulan, aku tidak bermain-main dengan ucapanku, aku bisa menumpahkan darahku untuk memperjuangkan cintaku. Jika kamu ingin melihatku melakukan hal itu, coba saja untuk bertemu dengan Reno. Akan kupastikan Reno hancur ditanganku. Dengarkan ucapanku Bulan! Kamu milikku sekarang!!" Bumi terlihat emosi dan wajahnya terlihat memerah.
Bulan tidak memandangnya dan juga ada rasa ketakutan dihati Bulan jika Bumi benar-benar melakukan itu kepada Reno.
__ADS_1
"Biarkan aku bertemu dengannya sekali saja Bumi, aku akan menjelaskan baik-baik kepadanya."
"Aku mau ikut bersamamu." Ucap Bumi.
"Bumi berikan kebebasan untukku kali ini saja, setelah itu aku bersamamu."
"Baiklah." Ucap Bumi.
"Tapi tunggu.. kamu tidak akan kabur dengannya kan? Aku tidak akan membiarkanmu pergi."
"Aku janji tidak akan pergi, kalau aku mau sejak dulu aku lari dari rumah ini."
__ADS_1
Bumi berbaring disampingnya dan kembali memeluk Bulan. Bulan rasanya ingin menendang Bumi dari sampingnya, perasaannya masih terasa sakit apalagi Bumi menyuruhnya untuk memutuskan Reno.