Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Malam yang panjang


__ADS_3

Malam yang panjang untuk Bara dan Franda. Franda nampak kaku berdiri didepan cermin menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin. Sebenarnya bukan dirinya yang sedang dia perhatikan tetapi ada sepasang mata yang sejak tadi terus menatapnya didepan cermin. Bara duduk sambil memandang Franda dengan tatapan dalam yang bisa membuat Franda menjadi salah tingkah didepannya. Bara masih lengkap dengan tuxedonya dan Franda masih lengkap dengan gaun putih nan mewah membalut tubuhnya.


"Bang, aku mau ganti pakaian." Franda berbicara sangat pelan.


"Lalu apa dek? Ganti saja pakaianmu abang akan memalingkan wajah ketembok." Bara bertanya berpura-pura tidak tahu jika Franda ingin menyuruhnya pergi dari kamar itu.


"Aku akan mengganti pakaianku dikamar mandi, tapi boleh minta tolong buka kan resleting bagian belakangaku karena tanganku tak sampai untuk menjangkaunya." Ucap Franda. Sebenarnya dia tidak mau menyuruh Bara melakukan itu


"Dengan senang hati dek." Bara langsung berdiri dan menghampiri Franda didepan cermin. Bara dengan pelan membuka resleting bagian belakang dan meniup leher Franda dengan satu kali hembusan nafasnya dan membuat Franda terkaget seketika.

__ADS_1


"Stop bang, aku bisa melanjutkannya sendiri." Franda langsung berbalik menghadap Bara menyembunyikan bagian belakangnya.


"Oke, aku mau mandi!" Bara langsung melepaskan kancing bajunya dihadapan Franda. Franda melotot sempurna dan kembali berbalik menempelkan wajahnya dicermin. Bara tersenyum melihat tingkah laku Franda yang polos.


Bara berjalan masuk kekamar mandi, Franda yang merasakan bahwa kehadiran Bara telah tiada barulah dia membuka matanya dengan melihat sekelilingnya dan memastikan bahwa Bara benar-benar hilang dari hadapannya. Franda dengan cepat mengganti pakaiannya tetapi matanya tidak luput dari pintu kamar mandi untuk melihat kehadiran Bara secara tiba-tiba.


Setelah berganti pakaian Franda duduk ditempat tidur dengan perasaan campur aduk dan dia merasa tegang seketika. Kreekk... pintu kamar mandi terbuka dia melihat Bara keluar menggunakan handuk, rambutnya basah dan percikan air bisa terlihat saat dia mengibaskan rambutnya menggunakan kedua tangannya. Franda yang tadi mau menutup wajahnya berhenti saat matanya mulai turun menatap bagian dada Bara dengan ditumbuhi rambut halus. Seakan ada yang mendorong tubuhnya berjalan mendekati Bara dan kemauan itu tidak bisa dia lawan. Franda kini berdiri dihadapan Bara tangannya seketika langsung menyentuh otot-otot perut Bara dengan lembut. Matanya masih melotot melihat tubuh kekar Bara yang dia sembunyikan dibalik bajunya selama ini.


"Apa? Maaf bang?" Franda langsung menunduk malu lalu mundur beberapa langkah dari hadapan Bara.

__ADS_1


Bara tersenyum dengan tingkah konyol istrinya. Bara mengikuti langkah kaki Franda yang berjalan mundur menghindarinya. Saat Franda telah bersandar didinding, Bara juga terhenti dihadapannya.


Deg, jantung Franda bertambah berdebar kencang.


"Dek Franda belum mandi?" Bara mengelus kepala Franda dengan satu tangannya.


"Tidak, aku mau tidur." Franda langsung cepat berlari menuju tempat tidur. Bara tak berhenti sampai disitu, dia kembali berjalan mengikuti Franda menuju tempat tidur dan berbaring disampingnya.


"Aku.. maaf bukan maksudku untuk menyentuh tubuh abang tadi." Franda seakan mengutuk dirinya dengan tingkah bodohnya tadi.

__ADS_1


Bara menarik tangannya dan meletakkan kembali didadanya. Franda tidak punya daya untuk menarik tangannya sendiri, sepertinya tangannya menyukai tubuh suaminya itu. Bara langsung mendekati wajahnya untuk menyatuhkan bibir mereka. Franda memberi respon positif tidak ada kata penolakan karena dia tidak mampu melihat pesona Bara sejak tadi. Akhirnya malam yang indah untuk Bara dan Franda terjadi juga tanpa ada paksaan satu sama lain dan semuanya mengalir begitu saja.


Bara Aditia Pramudya, hanya wanita bodoh yang tidak terpesona olehnya. Ketampanan dan tubuhnya yang atletis membuat siapa saja terpesona termasuk Bulan sekalipun. Kisah Bulan dan Bara berakhir dan hanya kenangan masa lalu yang masih tertinggal diantara mereka. Kini Bara telah menemukan cintanya Franda Amelia dengan peranakan seperti orang Belanda dengan rambut yang kecokelatan dan mata birunya membuat Bara jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama.


__ADS_2