Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Sandiwara di depan papa


__ADS_3

Sementara Bumi sudah tertidur pulas diatas tempat tidur, Bulan masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian. Saat dikamar mandi Bulan bahkan berkumur beberapa kali dan menyikat giginya berkali-kali karena masih kesal mendapatkan ciuman paksa dari Bumi. Bulan membuang sikat gigi didalam keranjang sampah setelah dia pakai.


"Laki-laki brengsek, lihat saja pembalasanku!"


Bulan bukanlah gadis yang berasal dari keluarga kaya raya seperti orang tua Bumi. Orang tuanya hanya mempunyai usaha kecil-kecilan yakni toko Roti dan agen Travel. Kamar yang Bulan miliki juga tidak sebesar kamar Bumi bahkan Bulan hanya mempunyai satu mobil keluarga dan mobil tersebut kadang dipakai orang tua Bulan saat bekerja. Bulan dan Tasya selalu menggunakan angkutan umum jika bepergian kemana-mana. Walaupun hidup keluarga mereka sangat sederhana tetapi mereka sangat harmonis.


Setelah berganti pakaian Bulan kembali lagi duduk disofa sambil melihat dengan kesal ke arah Bumi yang sedang tertidur pulas.


"Ini kamarku, kenapa jadi dia yang berkuasa didalam sini. Besok malam aku harus lebih cepat berada ditempat tidur agar dia tidur disofa." Bulan berbicara sendiri kemudian menjatuhkan tubuhnya disofa.


///////////


Pagi harinya, Bumi sudah hampir setengah jam menunggu Bulan bangun tetapi dia belum bangun juga. Akhirnya Bumi membangunkan paksa Bulan yang tertidur disofa. Bumi duduk disamping Bulan yang sedang tertidur.


"Ternyata dia cantik juga saat tertidur." Ucap Bumi memandang wajah Bulan.


"Bulan bangun, Bulan aku lapar..!" Ucap Bumi menggoyang tubuh Bulan.


"Hmmm ada apa? Aku masih ngantuk."


"Aku lapar Bulan, ambilkan aku makanan didapur."


"Pergi ambil sendiri... kamu pikir aku pembantumu?"


"Hei istri macam apa kamu ini...! Suami lapar tapi tidak diperhatikan...! Mama ternyata salah memilihkan aku istri. Andai mamaku tahu kelakuan istriku malas seperti ini pasti dia akan menyesal punya menantu seperti kamu."


"Aku masih ngantuk, minta aja dengan mamaku makanan didapur.


"Bulan, aku masih canggung dengan keluargamu, aku baru disini."

__ADS_1


"Ia..ia..ia tunggu Bumi..!" Bulan berdiri dan masuk kedalam kamar untuk membasuh mukanya.


Bulan dan Bumi berjalan keluar bersama-sama dari kamar menuju meja makan. Semua keluarganya tersenyum penuh makna saat mereka keluar bersama dari dalam kamar dan Bumi juga terlihat malu hanya menunduk berjalan mengikuti Bulan menuju meja makan.


"Cie cie pengantin baru pasti lelah karena semalaman begadang." Ucap Tasya meledek kakaknya.


"Tahu apa kamu anak kecil, sana geser! Kakak mau lewat." Ucap Bulan menggeser Tasya dari hadapannya.


Sesampainya dimeja makan keluarganya sudah selesai makan dan hanya mereka berdua yang duduk dimeja tersebut.


"Cepat makan..! Aku akan menunggumu disini."


"Bulan...! Apa ini yang papa ajarkan kepada kamu? Mana rasa hormatmu kepada suamimu? Ingat, kamu istrinya, walaupun pernikahan ini terasa berat untukmu kamu tetap melayani suamimu dengan baik bukan berkata kasar seperti itu." Ucap papa Bagas dengan nada tinggi kepada Bulan.


"Maafkan aku pa, Bulan mengaku salah."


"Jangan minta maaf kepada papa, minta maaflah kepada suamimu."


"Iya pak nanti aku minta maaf kepadanya."


"Bukan nanti... Bulan, tapi sekarang...!"


"Ia pa."


"Sekarang Bulan... Papa mau mendengarkan permintaan maafmu."


"Bumi aku minta maaf, aku akan menjadi istri yang baik untukmu dan mengurus semua keperluanmu." Bulan menghadap kepada Bumi dan Bumi ingin sekali tertawa melihat wajah Bulan yang sedang berakting sedih dan disatu sisi dia menahan amarahnya kepada Bumi.


"Iya istriku... aku maafkan kamu, mmuacchhh." Bumi mencium pipi Bulan dengan spontan.

__ADS_1


Sialan kamu Bumi, masih saja kamu mengambil kesempatan disaat seperti ini.


"Begitu donk, itu baru anak papa yang baik, papa tinggal dulu nak. Papa mau mengantar tantemu ke bandara. Ia mau pulang kekampung."


"Oh iya pa, Bulan juga belum mengucapkan terimakasih karena tante Rara sudah datang ke acara pesta pernikahan Bulan."


"Nanti papa sampaikan, kamu layani saja suamimu dengan baik. Eh, mama dan Tasya juga ikut bersama papa dan tinggal kalian berdua didalam rumah ini."


"Iya pa. Hati-hati."


"Bumi.. papa tinggal yah, jangan sungkan-sungkan dirumah ini anggap saja ini rumahmu."


"Iya pa." Ucap Buni sambil menundukkan kepalanya kepada papa Bagas.


Setelah papanya pergi Bulan langsung mencubit perut Bumi dengan kuat.


"Enak kamu yah mengambil kesempatan untuk menciumku. Rasakan ini..!"


"Awwww Bulan lepaskan cubitanmu! Aku sedang akting tadi agar papa percaya bahwa kita saling mencintai."


"Bodoh..! Pokoknya jangan pernah menciumku lagi."


"Oke, oke, tapi lepaskan.. sakit tahu!"


"Janji?"


"Oke aku janji Bulan."


"Begitu dong."

__ADS_1


"Awww kamu ini perempuan atau apa sih." Bumi masih meringis menahan perutnya yang terasa sakit.


__ADS_2