Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Hadiah dari Luna


__ADS_3

Luna menghampiri Bulan yang sedang duduk bersama Dian. Sedikit menundukkan kepalanya kepada Bulan dan tersenyum sopan, kedua tangannya dia silangkan dibawah berdekatan dengan ujung baju yang ia kenakan. Seperti terlihat takut, Luna membawa kotak sedang ditangannya dan memberikan kepada Bulan.


"Pak Bumi menunggu anda dikamar. Katanya sudah waktunya anda menemaninya ditempat tidur. Maaf telah lancang berbicara, tapi dia menyuruh anda berganti pakaian dengan lingerie yang telah aku siapkan. Maaf sudah lancang membelikan kamu baju seksi seperti ini, tapi pak Bumi yang menyuruhku. Maaf sekali lagi nona Bulan." Luna menggigit bibir bawahnya karena Bulan melihat isi kotak tersebut dihadapannya. Bulan melebarkan matanya saat melihat baju yang akan dia kenakan diwaktu yang menjelang siang ini.


"Kamu yakin dengan apa yang kamu beli Luna? kamu tahukan ini daerah dingin! mana mungkin aku menggunakan pakaian seperti ini dengan cuaca dingin seperti ini." Bulan tercengang bahkan lingeria itu sempat terjatuh dari tangannya karena tidak percaya dengan baju yang akan ia kenakan. Luna memungutnya kembali dan memasukan baju tersebut kedalam kotak sedang.


"Maaf nona Bulan, aku tidak bisa menolak apapun yang diperintahkan pak Bumi!".


"Kamu sangat pandai memilih baju Luna, jangan-jangan kamu sering membelikan baju seperti ini untuk Sarah?"


"Ha? tidak." Luna melotot sempurna dengan ucapan Bulan.


"Baiklah aku pergi dulu, sini bajunya! maaf kalau membuatmu takut." Jawab Bulan dan berdiri dari tempat duduknya.


"Iya nona Bulan, selamat bersenang di siang hari dan semoga pak Bumi puas dengan pelayanan anda." Sahut Luna.


"Pelayanan? baru mendengarnya aku merasa geli Lun." Bulan tertawa dan pergi meninggalkan mereka.


"Andai aku yang mengunakan baju itu didepan pak Bumi, pasti aku akan menari-nari didepannya bagaikan ular cobra." Ucap Dian tanpa sadar.


"Bicara apa kamu?" Luna melihatnya dengan sinis.


"Eh.. maaf mba Luna, aku hanya bercanda." Dian menutup mulutnya dan berlari meninggalkan Luna.


Tok..tok..tok.. bulan mengetuk pintu kamar tempat mereka menginap beberapa hari ini.

__ADS_1


"Buka aja sayang aku tidak menguncinya." Sahut Bumi dari dalam kamar. Bulan membuka pintu dan terlihat Bumi sedang duduk bersandar ditempat tidur hanya mengunakan celana pendek tanpa baju. Bumi membentangkan kedua tangannya kesamping kiri dan kanan.


"Mas, ini apa?" Bulan berjalan dan duduk ditepi tempat tidur berdekatan dengan Bumi.


"Apa? mungkin hadiah dari Luna untukmu dan untukku." Bumi hanya tersenyum dan membelai rambut Bulan dengan lembut.


"Tapi Luna bilang kamu yang menyuruhnya untuk membelikan baju ini untuk aku kenakan."


"Pakailah, aku akan memarahinya karena berani membohongi istriku yang cantik ini."


"Mas, tapikan?"


"Aku akan mebantumu memakainya." Tanpa basah basi Bumi melepaskan Pakaian yang bulan kenakan dan memakaikan lingeria berwarna putih tersebut. Bulan tak bisa menolak dan hanya diam. Bumi tersenyum manis kepadanya ada sesuatu yang membuatnya senang disiang hari ini.


"Kamu seksi, nanti aku akan berterima kasih kepada Luna karena memberikan hadiah ini kepadamu. Apa perlu aku menaikan gajinya?"


Bumi mengangkat tubuhnya dan menjatuhkan pelan diatas tempat tidur. Bumi tersenyum puas saat Bulan terlihat malu-malu dihadapannya. Bumi mulai melakukan permainannya disiang hari itu.


"Mas." katanya pelan.


"Iya sayang." Jawab bumi pelan.


"Semoga aku akan selalu melayanimu dengan baik."


"Itu yang aku inginkan sayang."

__ADS_1


"Mas."


"Iya sayang."


"Ternyata kamu sangat Tampan."


"Baru sadar?"


"Iya mas, mas?" Panggil Bulan sekali lagi.


"Ada apa sayang?"


"Aku mencintaimu mas."


"Aku juga mencintaimu sayang."


"Mas?"


"Iya sayang.."


"Aku ingin kamu berada disisiku sampai ajal memisahkan kita."


"Aku juga sayang."


"Mas?"

__ADS_1


"Stop memanggilku Bulan, aku tidak fokus dengan permainan kita."


"Hehehe." Bulan hanya tertawa.


__ADS_2