
Bumi menghela nafasnya setelah mendengar Bulan bersuara. Bumi masih duduk disamping Sarah dan tidak berani mendekati Bulan karena Sarah menggenggam erat tangannya pertanda dia tetap berada diposisinya.
"Badanmu panas Bulan, kita pergi kerumah sakit saja." Ucap Reno masih terus menggenggam jari jemari Bulan. Diujung mata Bulan terdapat lebam karena bekas pukulan dari Bumi.
"Aku baik baik saja, aku hanya butuh istrahat. Aku hanya ingin berada dikamarku."
"Aku akan mengantarmu kekamarmu!" Ucap Bumi sambil melepaskan tangannya dari tangan Sarah dan berjalan mendekati Bulan.
"Jangan menyentuhku Bumi!"
"Bulan aku minta maaf." Ucap Bumi pelan dan membuang semua egonya dihadapan Bulan. Bumi berjongkok dan memegang tangannya.
"Aku bilang jangan, ya jangan Bumi!! Sana menjauh! Aku sangat membencimu!!! Pergi dari hadapanku sekarang!!!" Teriak Bulan dengan keras kepada Bumi.
Bumi kembali duduk disamping Sarah yang terlihat marah.
"Aku mau pulang!! Aku benci melihat sikapmu yang sok perhatian kepadanya. Ingat kataku, jangan pernah berani memberikan hatimu kepadanya karena aku tidak pernah main-main dengan ancamanku!" Gertak Sarah dengan segala amarahnya. Bumi tak menahannya dan tidak memandang kepergiannya.
"Reno aku sarankan kamu pergi dari sini! Bulan butuh istirahat dan kamu tidak berhak untuk dirinya karena aku adalah suaminya. Sedangkan kamu, apa aku harus menyebutkan statusmu sebagai apa disini dalam hubungan kami!"
__ADS_1
"Bulan membutuhkan aku, Bumi!" Reno menunduk menatap mata sendu Bulan penuh kesakitan yang disimpannya.
"Ini Rumahku! aku berhak untuk mengatur siapa saja yang boleh datang kerumah ini dan aku juga berhak mengusir siapa saja dari rumah ini! Kamu mau pergi atau aku akan memaksamu!"
"Oke, aku pergi. Tapi awas jika kamu menyakiti Bulan lagi! Aku tidak segan untuk merebutnya dengan paksa darimu."
Bumi mendekat berbisik ketelinga Reno.
"Itu tidak akan pernah terjadi, jika Bulan mengetahui kamu sangat brengsek apa kamu yakin dia masih mau bersamamu? Oh atau aku memberi tahunya sekarang? Aku memegang kartumu Ren, jadi jangan pernah mengancamku." Ujar Bumi tegas terlihat senyuman simpul keluar dari bibirnya.
Bulan tak mampu lagi berbicara untuk menjadi penengah diatara kedua laki-laki sedang beradu mulut didepannya. Kepala Bulan masih terasa sakit dan tubuhnya juga masih terasa lemas.
"Bulan, aku pulang, kamu istirahat saja untuk beberapa minggu ini tidak perlu masuk kantor. Jika kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungiku." Reno menundukkan kepalanya hendak mencium Bulan tetapi dengan cepat Bumi mencium bibir Bulan dihadapan Reno.
Bulan hanya pasrah karena untuk menolak tubuh Bumi dia sudah tidak mampu. Reno memalingkan wajahnya berusaha tidak melihat apa yang terjadi didepannya.
"Aku pergi." Reno melangkah tanpa berpaling dan berjalan lurus keluar dari dalam rumah. Bulan meneteskan air mata, ingin rasanya dia mengejar Reno dan pergi bersamanya.
"Aku akan mengangkatmu masuk kedalam kamar. Jangan membantahku lagi jika kamu ingin kejadian semalam tidak terjadi lagi."
__ADS_1
Hatimu terbuat dari apa Bumi, belum sembuh lukaku semalam kini kamu meninggalkan luka baru diwajahku.
"Jangan menatapku seperti itu, aku tergoda dengan bibirmu manismu ini." Bumi menyentuh bibir Bulan dengan lembut.
Bulan hanya bisa diam dengan perlakuan Bumi. Ingin sekali dia menampar laki-laki yang ada didepannya ini tapi dia tidak mampu menggerakan semua tenaganya saat ini.
Bumi mengangkat tubuhnya dari sofa menuju kamarnya. Dia membaringkan Bulan diatas tempat tidur.
"Apa ini sakit? Aku minta maaf." Ucap Bumi memegang wajah Bulan yang sudah terlihat lebam.
Bulan memalingkan wajahnya menatap sudut ruangan dengan tatapan kosong. Hatinya meronta rasanya ingin memukul Bumi dengan sekuat tenaganya saat ini.
"Kamu mau aku buatkan bubur?" Tanya Bumi lagi.
Bulan masih tak menjawab dan membiarkan Bumi menatapnya dengan penuh pertanyaan.
"Baiklah jika kamu tidak mau berbicara denganku. Aku akan pergi untuk mengambil semua barang-barang untuk dipindahkan ke kamar ini karena mulai sebentar malam kita akan tidur bersama."
Bulan menatapnya dengan tajam penuh kebencian.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mau tidur bersamamu!!" Bulan berteriak, matanya melotot sempurna dadanya naik turun mengatur nafasnya yang cepat seketika.