Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Aku Cinta Kamu


__ADS_3

Bumi tidur tanpa menggunakan baju membelakangi Bulan.


"Hei.. kamu marah padaku?" Seru Bulan seraya menusuk nusuk belakang Bumi mengunakan jari telunjuknya.


"Menurutmu aku marah atau tidak? Aku sudah bilang jangan mengangguku." Sahut Bumi tanpa menoleh.


"Yakin kamu tidak mau mendengarkan isi hatiku kepadamu?"


"Aku sudah tidak berselera, singkirkan tanganmu dari belakangku!!" Sahut Bumi dan menggeser tubuhnya.


Bulan juga menggeser tubuhnya dan kembali menulis sesuatu dipunggung Bumi sama seperti yang Bumi lakukan kepadanya waktu itu.


"Tunggu kamu menulis apa tadi?" Bumi membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Bulan.


"Menulis apa? Mungkin kamu berhalusinasi karena stress Sarah masuk penjara."


"Tidak, kamu menulis aku cinta kamu, iyakan? Iyakan kamu menulis itu? Katakan kalau kamu menulis itu Bulan, aku bisa merasakannya tadi." Tanya Bumi bersemangat.


"Jangan memaksaku, aku tidak menulis apa-apa dipunggungmu."


Dia pasti berbohong aku bisa merasakan gerakan tangannya tadi.


"Berhenti mengangguku!!" Ucap Bumi lalu kembali membalikkan badannya membelakangi Bulan.


Bulan terkekeh dibelakangnya dan menggeser lagi tubuhnya mendekati Bumi. Bulan mendekatkan wajahnya ketelinga Bumi dan berbisik "Aku cinta kamu."


"Oh my god? Apa yang kamu katakan Bulan? Tolong ulangi sekali lagi? Jangan bilang aku berhalusinasi lagi." Bumi begitu girang bahkan suaranya memenuhi ruangan tersebut.


"Aku cinta kamu." Bulan langsung menyembunyikan wajahnya didada Bumi karena malu.

__ADS_1


"Benarkan kamu cinta aku? Tebakanku pasti benar mana ada wanita yang berani menolak cintaku." Seru Bumi sambil berteriak.


"Aku batal mencintaimu." Ucap Bulan lalu bangun dari tempat tidur dan duduk diujung tempat tidur membelakangi Bumi.


"Kenapa batal?"


"Karena banyak wanita yang mencintaimu." Jawab Bulan.


Bumi langsung bangun mengikuti Bulan dan memeluknya dari belakang.


"Hanya kamu yang mencintaiku, dan sampai kapanpun hanya kamu yang berhak mencintaiku." Ucap Bumi tapi bibirnya mulai menyentuh belakang leher Bulan dengan lembut.


Bumi membalikkan badan Bulan hingga dua mata penuh kerinduan itu saling menyatu dalam pandangan yang dalam.


"Katakan sekali lagi dihadapanku Bulan. Katakan dengan lembut dan bisa membuatku melayang-layang karena cintamu."


"Aku mencintaimu Bumi, aku sangat mencintaimu." Seru Bulan dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mencintaimu, aku memilikimu seutuhnya dan sampai kapanpun rasa ini akan tetap sama." Seru Bumi dan menjatuhkan tubuh Bulan diatas tempat tidur.


Bumi mulai mencium bibir Bulan dengan lembut, napasnya mulai tak beraturan seperti biasanya. Dia menggenggam jari jemari Bulan dengan erat.


Tok..tok..tok.. Suara ketukan pintu


"Bumi, ada yang mengetuk pintu." Bulan melototkan matanya kepada Bumi.


"Kamu salah dengar." Bumi masih melanjutkan kegiatannya.


"Bumi buka pintunya, ini mama. Mama mau minta tolong antarkan mama belanja ke supermarket." Teriak mamanya dari luar kamarnya.

__ADS_1


"Bumi berhenti itu mama." Bulan menolak Bumi yang menindihnya.


"Aduh ma, nggak tahu situasi dan kondisi saja." Gumamnya kesal dan berjalan untuk membuka pintu.


"Iya ma, ada apa?" Tanya Bumi, wajahnya terlihat sangat kesal.


"Kenapa wajahmu melihat mama seperti itu? Kamu tidak suka mama menyuruhmu? Memangnya kamu lagi ngapain bersama Bulan?"


Pertanyaan mama memang konyol kaya nggak pernah lakuin sama papa. Mana mungkin laki-laki dan perempuan di dalam kamar yang saling mencintai hanya bermain catur?.


"Nggak kok ma, iya tunggu Bumi pakai baju dulu."


"Sekarang Bumi, nggak pake lama!! jangan membuat mama menunggumu."


"Iya ma, memangnya sopir mama kemana?" Bumi bertanya raut wajahnya masih sangat kesal dan mengacak-ngacak rambutnya.


"Lagi pulang kampung, katanya istrinya sakit. Cepat dong Bumi, kalau nolong orang tua harus ikhlas biar hidupmu juga senang di dunia."


"Baikalah, tunggu Bumi di mobil ma." Sahut Bumi dan menutup pintu kamarnya.


Bulan melihat wajah suaminya mengambil baju dari dalam kopornya dengan marah-marah.


"Ada apa? nggak jadi main nih?" Tanya Bulan padahal dia mendengar percakapan Bumi dan mamanya tadi.


"Mama gangguiin orang mau senang-senang, nggak tahu apa anaknya sudah nggak bisa tahan rindu kepada istrinya, katanya mau punya cucu tapi.."


"Sana pergi! kasian mama nungguin kamu." Jawab Bulan, tapi dalam hatinya sedikit lega karena Bumi tidak jadi bermain disiang bolong.


"Aku pergi, kita lanjutkan lagi setelah aku pulang antar mama." Ucap Bumi lalu mengecup kening Bulan dengan lembut.

__ADS_1


"Hemm." Jawab Bulan singkat.


__ADS_2