Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Kelahiran Aldo Sebastian


__ADS_3

Hai..hai..Happy reading guys selamat menunaikan ibadah puasa 🙏🙏


Saat Bulan duduk didalam kamar, suara pesan di WA nya terdengar. Bulan membuka pesan tersebut dan ternyata pesan dari Reno.


"Bulan, Valen sudah lahiran pukul 02 pagi tadi. Anak kami laki-laki nanti aku tunggu kedatangan kalian untuk melihat baby boyku." Isi pesan dari Reno.


"Benaran Ren? Aku senang mendengarnya. Aku pasti akan menemui kalian." Balas Bulan.


"Valen melahirkan dirumah sakit Medica." Reno kembali mengirim pesan.


"Oke Ren, OTW kita." Balas Bulan dalam pesannya dengan caption bahagia.


Betapa bahagianya Bulan mendengar lahirnya anak dari Valen dan Reno. Bulan langsung menelfon Bumi untuk memberitahu kabar bahagia ini. Bumi yang masih berada dikantor juga ikut bahagia mendengarnya. Bumi memutuskan untuk pulang cepat dan menjemput Bulan untuk menjenguk Valen dirumah sakit. Setelah menjemput Bulan dirumah mereka menuju rumah sakit tak lupa mereka singgah membelikan kado untuk anak Reno dan Valen.


Setibanya dirumah sakit Bulan yang begitu semangat menarik tangan Bumi dengan langkah cepat seakan dia lupa sedang hamil besar.


"Sayang hati-hati, kasian dedenya didalam perut."


"Hehehe lupa mas kalau sedang hamil." Sahut Bulan tersenyum malu.


Reno telah memberi tahu kepada mereka ruangan rawat Valen dirumah sakit tersebut. Karena girangnya Bulan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Reno sedang duduk sambil memperhatikan bayinya didalam box bayi. Didampingi mama dan papanya Reno terlihat sangat bahagia. Valen tertidur dan tidak mengetahui kehadiran Bulan dan Bumi.

__ADS_1


"Ssttt nggak usah dibangunkan Valennya." Seru Bulan kepada Reno saat dia melihat kedatangan Bulan dan mau membangunkan Valen. Bulan sambil berjalan pelan agar Valen tidak terbangun.


"Selamat Ren, wajahnya mirip kamu banget." Bumi menjabat tangan Reno.


"Mirip opa dong." Kata papa Reno bercanda.


"Hehehe." Bumi hanya tertawa.


"Namanya Aldo Sebastian, ganteng yah mirip aku." Reno terlihat bangga dengan anak laki-lakinya.


Tidak begitu lama mereka berada disana karena Bumi akan balik lagi kekantornya. Valen belum juga terbangun, mungkin karena lelah habis bersalin hingga mereka pulang dia belum juga terbangun.


Didalam mobil, Bulan melihat beberapa foto anak Valen yang dia abadikan diponselnya.


"Jadi maksud kamu Reno ganteng?" Bumi melotot.


"Apaan sih mas, Aldo bukannya Reno! Tapi emang papanya Aldo itu ganteng hehehe." Bulan tertawa kecil.


"Hapus foto Aldo dari galeri ponselmu? Aku lihat-lihat jika melihat Aldo kamu jadi kepikiran Reno!"


"Itukan mulai lagi marah-marahnya, padahal udah janji loh mau lembut-lembut sama aku. Emosimu tidak stabil mas sama kaya cintamu kepadaku." Bulan cemberut.

__ADS_1


"Hehehe maaf, tapi cintaku kepadamu tetap stabil kok sayang. Kalau lagi nggak mengemudi mas cium nih lama-lama." Ucap Bumi.


"Gitu dong, aku kan tambah sayang sama mas." Balas Bulan dengan senyuman manisnya.


Sampainya dihalaman rumah mereka, Bumi tidak turun lagi dari mobil karena harus balik lagi kekantor. Bumi mencium kening tak lupa mencium perut Bulan yang membuncit. Bulan menyalami tangan suaminya dan menunggu kepergian suaminya dari tempatnya turun tadi.


"Aku mencintaimu mas, Hati-hati dijalan.." Ucapnya sambil melambaikan tangannya dan satu tangannya lagi mengelus perutnya.


Bulan masih berdiri sampai gerbang rumahnya tertutup sempurna.


Belum sampai dikantor, suara deringan telfon terus berbunyi. Bumi berhenti pinggir jalan untuk menerima telfon. Saat dia melihat kelayar ponselnya ternyata panggilan dari istrinya. Bumi langsung menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Iya sayang ada apa?" Suara Bumi dari balik telfon.


"Ini bibi tuan, anu nona Bulan kepeleset di kamar mandi terus keluar darah." Ucap Bibi. Tapi sepertinya Bulan langsung mengambil alih telfon dari tangan bibi.


"Mas aku nggak apa-apa kok, bibinya aja terlalu cemas. Kamu nggak usah balik nanti aku diantar sopir dan bibi kerumah sakit."


"Aku pulang sekarang sayang, bagaimana aku mau kerja dengan tenang kalau kamu sakit disana. Suruh sopir antar kamu kerumah sakit nanti kita bertemu disana."


"Tapi mas aku baik-baik saja." Bulan berusaha baik-baik saja agar suaminya tidak panik tetapi sebenarnya perutnya sangat sakit.

__ADS_1


"Mas balik sekarang." Bumi langsung putar arah dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit tempat Bulan memeriksakan kesehatannya.


__ADS_2