Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Misteri tentang Bara


__ADS_3

"Kenapa? Kamu tahu dia?" Bulan kembali penasaran dengan lelaki yang pernah hadir dalam masa lalunya itu. Saat berpacaran dengan Bara, Bulan tidak pernah tahu Bara itu tinggal di mana dan anak siapa. Dia tidak pernah menanyakan itu kepada Bara karena yang dia tahu bahwa dia mencintai Bara dan mengorek-ngorek kehidupan pribadi orang bukanlah urusannya.


Tok..tok..tok... Terdengar suara ketukan pintu. Bumi berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka pintu.


"Maaf tuan Bumi, mama tuan Bumi menyuruh anda dan nona Bulan untuk kembali lagi ke lantai bawah untuk menemui keluarga."


"Baik bi, aku akan turun."


"Bulan.. mama memanggil kita untuk menemui keluarga dilantai bawah."


"Iya." Sahut Bulan.


Mereka berdua kembali lagi kelantai bawah. Ternyata mama dan papa Bulan sudah mau pulang.


"Maaf ma, Bulan ninggalin mama tadi."


"Enggak apa-apa sayang, mama mengerti. Bumi takut kan jauh-jauh darimu." Mamanya tersenyum kepadanya.


"Bukan itu ma."


"Sudahlah, kan mama juga pernah muda. Papamu juga dulu seperti itu jika mama jauh-jauh darinya. Akhirnya kalian sudah saling mencintai dan tak mau dipisahkan."


"Mama jangan salah paham."


"Mama mau pamit pulang, nanti kabari mama jika diperutmu sudah ada calon cucu mama."


"Mama." Jawab Bulan malu.


"Kak.. sini..!" Tasya memanggil Bulan agak menjauh dari keluarga yang lain.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Kak minta duit dong, kakak kan sudah jadi istri orang kaya sekarang jadi janganlah pelit-pelit dengan adikmu satu-satunya ini."


"Duit melulu dalam otakmu, iya tunggu disini." Bulan berbicara dengan Bumi dan Bumi kembali lagi kelantai atas untuk mengambilkan uang untuk Tasya.


Dengan cepat Bumi berjalan menuruni tangga dan memberikan Bulan uang lalu Bulan memberikannya uang kepada Tasya sebanyak 500ribu.


"Jangan boros-boros, rajin belajar yah dan jangan pacaran dulu." Ucap Bulan seraya memegang kepala adiknya itu.


"Iya kakakku sayang, aku merindukanmu kembali lagi kerumah kita, tapi mustahil kakak mau kembali karena kakak sudah jadi milik kak Bumi." Tasya memeluk kakaknya.


"Kakak juga merindukanmu Tas."


Bulan dan keluarga Bumi mengantarkan keluarganya hingga ke garasi mobil. Bulan melambaikan tangannya saat melihat orang tuanya pergi. Perasaannya sedih tapi tak sesedih saat pertama kali dia berpisah dari orang tuanya dahulu. Bumi melingkarkan tangannya dan menyandarkan kepala Bulan dibahunya karena melihat ekspresi Bulan yang berubah sendu.


"Benarkah?" Jawab Bulan dengan sangat.


"Iya." Jawab Bumi berusaha menghilangkan kesedihan istrinya.


Setelah pintu gerbang rumahnya tertutup kembali barulah mereka masuk kembali kedalam rumah.


"Ma, pa, Bumi mau masuk kamar bersama Bulan. Malam ini Bumi mau cepat tidur karena besok mau masuk kantor lagi." Ucap Bumi kepada orang tuanya.


"Iya nak, jangan lupa cepat berikan mama cucu." Mama Lina kembali meledek. Bulan terlihat malu-malu dan hanya Bumi yang terlihat bersemangat.


"Setiap waktu Bumi akan berusaha ma." Jawab Bumi dan Bulan mencubitnya dari belakang.


"Awwww sakit."

__ADS_1


"Kamu nggak tahu malu." Kata Bulan setengah berbisik kepada Bumi.


"Oke ma, pa, Bumi tinggal." Bumi dan Bulan berjalan saling bergandengan tangan menuju kamar mereka.


Bumi langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk guling.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku, mengapa kamu mengenal Bara?"


"Katanya sudah nggak cinta tapi kenapa ingin mencari tahu lagi."


"Iya emang aku nggak cinta, tapi apa salahnya kau bertanya."


"Aku malas menceritakannya." Jawab Bumi.


"Ya udah kamu bakalan nggak dapat jatah sebulan."


"Hei mana bisa seperti itu. Besok saja aku ceritakan, aku sangat lelah."


"Bumi, kok kamu gitu? Aku sudah menceritakan masa laluku jadi kamu juga harus menceritakan tentang Bara kepadaku."


"Kenapa? Kamu masih cinta dengannya?"


"Bukan cinta hanya penasaran dengan keluarga Bara dan bagaimana kamu bisa mengenalnya."


Bumi menutup matanya dan memeluk bantal guling.


"Bumi!" Teriak Bulan karena kesal.


"Bulan, aku tidak sanggup menceritakan ini kepadamu." Gumamnya didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2