
Perjalanan terasa panjang bagi Bumi. Bukan karena jauh tapi karena dia sudah tidak sabar bertemu Bulan untuk melepaskan rindunya. Setelah mobilnya sampai didepan rumahnya, seperti biasa Bumi selalu membunyikan klakson mobilnya dan satpam rumahnya membuka gerbang dengan selalu menundukkan kepalanya kepada majikannya.
"Ma, maaf aku nggak bantuin mengangkat barang masuk kedalam rumah, aku buru-buru mau bertemu Bulan." Bumi langsung berlari keluar dari mobil tanpa menunggu mamanya menjawabnya.
"Dasar anak itu!" Sahut mamanya menggelengkan kepalanya.
"Bi, tolong bantuin angkat ke dapur belanjaan ini, mama panggil bi Ija untuk membantumu."
"Iya nyonya nanti aku angkat, nyonya istirahat saja." Sahut bi Anti.
"Terima kasih Bi." Ucap mama Lina lalu masuk kedalam rumahnya.
Dirumah Bumi terdapat dua asisten rumah tangga yaitu bi Anti dan bi Ija, satu orang tukang kebun bernama pak Salam, sopir papa Handoko bernama pak Jamal dan sopir mama Lina yang sedang pulang kampung bernama pak Usman. Dirumahnya hanya mempunyai satu satpam bernama pak Uje.
__ADS_1
Bumi berlari memasuki kamar dan saat dia membuka pintu ternyata pintu kamarnya tidak dikunci. Bumi melihat ke dalam kamarnya, barang-barang Bulan tidak ada lagi didalam kamar dan Bulan juga tidak berada disitu. Bumi panik dan berteriak-teriak memanggil bi Ija didalam rumahnya.
"Bi Ija? bi Ija?" panggil Bumi dengan berteriak.
Tak ada sahutan dari Bi Ija.
"Bumi, kamu pikir ini dihutan? Kenapa berteriak seperti itu?" Ucap mama Lina dengan ketus kepada anaknya.
"Bulan hilang ma, jangan-jangan Bulan kabur ma." Bumi sangat panik dan mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Bulan.
"Baru juga ditinggal sudah seperti orang mau mati, tanya sana sama bi Ija karena dia ada dirumah bersama bi Ija tadi."
"Tadikan Bumi sudah panggil bi Ija, mama malah marah Bumi." Sahut Bumi masih cemas.
__ADS_1
"Mama nggak pernah ajar kamu nggak sopan kepada orang walaupun mereka hanya ART disini Bumi, jika butuh sesuatu bukannya berteriak tapi hampiri orangnya lalu bertanya baik-baik. Kamu udah besar tapi masa mama harus ajar lagi caranya sopan kepada orang" Sahut mama Lina.
"Iya ma maaf, bi Ija mana?"
"Lagi digarasi membantu bi Anti mengangkat belanjaan mama."
Bumi langsung berlari ke garasi mencari ni Ija.
"Bi, Bulan kabur ya? Dia bilang apa tadi? Apa dia bilang akan pergi kemana? Atau ada seseorang yang datang menjemputnya?" Tanya Bumi tergesa-gesa dan belum mengatur nafasnya dengan baik.
"Non Bulan ada dikamar tuan Bumi tadi, katanya tadi.." Jawab bi Ija tapi belum selesai dia berbicara Bumi langsung kembali berlari masuk kedalam rumah dan naik kelantai dua menuju kamarnya saat dia masih tinggal dirumah orang tuanya.
Krekkk. Bumi membuka pintu dengan kasar.
__ADS_1
Dia melihat kamarnya yang dulunya berantakan dengan tempelan beberapa wanita seksi dan beberapa foto Sarah yang menempel di dindingnya telah tiada lagi tergantung di dinding. Fotonya bersama Sarah yang berada dimeja kamarnya juga tidak terlihat lagi. Bulan berada ditempat tidur sedang terlentang menutup matanya. Bumi mendekatinya dan memegang dadanya yang mulai terasa tenang karena melihat Bulan sedang tertidur pulas. Bumi lalu berbaring disampingnya sambil memeluknya.
"Harusnya aku menyuruh bibi untuk membersihkan kamarku terlebih dahulu sebelum kita datang ke rumah ini agar kamu tak melihat ini, Bulan. Tahu tidak, betapa takutnya aku saat melihatmu tidak berada dikamar tamu. Aku takut kamu pulang ke rumah orang tuamu." Ucap Bumi dan menutup matanya tanpa membangunkan Bulan yang sedang tertidur disampingnya.