Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Cemburu


__ADS_3

Semua karyawan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh kantor mereka untuk merayakan acara selamatan bos mereka dalam menjalani bahtera rumah tangga. Bumi dan Bulan juga ikut makan bersama mereka ruangan pegawai. Selesai makan, Bumi dan Bulan masuk kedalam ruang pribadi Bumi dan karyawan lain masih menikmati hidangan yang di sediakan.


"Ini ruanganmu.. bagus? Apakah juga Sarah sering kamu ajak datang ketempat ini?" Seru Bulan saat duduk di sofa tanpa menoleh ke arah Bumi yang sedang duduk di meja kerjannya, tapi mata Bulan sibuk memperhatikan interior ruangan tersebut.


"Uhuk!! Oh itu." Bumi terkejut dengan pertanyaan Bulan.


"Tak perlu dijawab kalau tidak bisa menjawab." Sahut Bulan kembali dan dia pura pura sibuk dengan handphonenya. Entah mengapa hatinya merasa resah saat mengetahui Sarah bisa dengan mudah keluar masuk didalam kantor ini. Ada perasaan sakit yang ada didalam hatinya dan entah kapan rasa itu mulai tumbuh padahal kemarin-kemarin dia biasa saja saat mendengar nama Sarah disebutkan. Pikirannya semakin ingin mengetahui sudah sejauh mana hubungan Bumi kepada Sarah dan rasa penasaran itu seperti menganggu pikirannya.


"Kamu cemburu?" Ucap Bumi dan memandangnya dengan rasa penasaran karena ingin sekali Bumi mendengarkan Bulan mengatakan 'aku cemburu Bumi'.


"Nggaklah, hanya bertanya." Sahut Bulan tetapi wajahnya terlihat murung dan dia pura pura sibuk dengan handphonenya.


Bumi berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Bulan disofa. Bumi menarik handphone yang ada ditangannya dan menyimpan didalam saku celananya.


"Katakan kamu cemburu. Kamu tidak bisa membohongi perasaanmu. Raut wajahmu menunjukkan kamu cemburu Bulan." Seru Bumi sambil mengangkat dagu Bulan untuk menatap matanya.


"Aku tidak cemburu, itu masa lalumu. Untuk apa aku cemburu." Bulan meninggikan suaranya dadanya terlihat naik turun menarik nafasnya dengan cepat.


Bumi langsung mencium bibirnya dengan lembut, dan memeluk Bulan dengan erat.


"Kamu cemburu Bulan, kamu tidak bisa membohongiku." Ucap bumi membisikan kata itu ditelinganya


Bulan hanya diam dan tak menjawabnya.


"Iya aku cemburu. Aku cemburu karena dia telah mengambil semuanya darimu, dan aku hanya mendapatkan bekas darinya." Gumam Bulan seraya berusaha tetap tenang agar bumi tidak mencurigainya.


"Katakan kamu mencintaiku Bulan." Ucap Bumi kepada Bulan.

__ADS_1


Bulan mengelengkan kepalanya.


"Ayo Bulan katakan kamu mencintaiku!! Aku ingin mendengar kamu mengatakan itu." Seru Bumi dengan semangat.


"Mengapa kamu memaksaku, jika aku mencintaimu pasti aku katakan tanpa harus kamu paksa." Sahut Bulan dengan ketus.


"Oke baiklah."


Mengapa susah sekali untuk mendapatkan cintamu Bulan, bahkan walaupun untuk mengatakan kamu mencintaiku itu pun sangat susah. Berbeda waktu saat aku mendapatkan cinta Sarah, aku hanya satu kali mengedipkan mataku kepadanya dan malamnya kami langsung bercinta.


"Kamu tunggu disini!! Aku akan meeting dan jangan pergi sebelum aku kembali." Ucap Bumi dan mengecup kening Bulan dengan lembut.


"Aku pulang saja Bumi, aku mau istirahat sepertinya aku kurang enak badan." Sahut Bulan dengan wajah lesu.


"Baiklah, aku akan menyuruh sopir kantor untuk mengantarmu pulang."


Bumi bisa melihat jika Bulan sedang marah sekarang.


"Kamu kenapa? Jika kamu ingin aku mengantarmu pulang aku akan membatalkan meeting ini."


"Aku baik-baik saja. Bye aku pergi." Bulan berjalan lurus tanpa semangat.


"Aku tahu kamu cemburu Bulan, perasaanku sangat senang melihatmu seperti itu." Bumi memandangi kepergian Bulan dan dia sengaja tidak mengantarnya sampai ke lobi agar Bulan semakin marah dan berani mengatakan isi hatinya.


Bulan kedalam mobil dan duduk dibagian belakang. Sopir tersebut tersenyum kepadanya lalu mulai melaju meninggalkan kantor Bumi.


"Lihat dia bahkan aku pergi dia tidak mengantarku. Coba kalau Sarah yang pergi pasti dia akan menahannya dan mengantarnya sampai didepan rumah." Gumam Bulan didalam hati.

__ADS_1


"Pak maaf bertanya, nama bapak siapa?" Tanya Bulan kepada sopir tersebut.


"Pak Robi Non." Jawab pak Robi dengan sopan.


"Sudah berapa lama kerja dikantor Bumi?" Tanya Bulan kembali.


"Bapak lupa sudah berapa lama non, bapak bekerja saat tuan Handoko yang memegang kantor tersebut."


"Oh berarti bapak tahu dong pacar Bumi yang namanya Sarah?"


"Oh nona Sarah? Bapak nggak berani bicara, takut salah ucap. Pak Bumi tidak memberi izin untuk kepada semua karyawan untuk memberi informasi mengenai nona Sarah kepada non Bulan."


"Tapi kan Bumi nggak ada disini, jadi bolehkan bapak bicara sedikit tentang hubungan Sarah dan Bumi?"


"Maaf non. Bapak tidak berani karena bapak memegang prinsip kejujuran adalah hal yang terpenting dalam hidup. Bapak sangat menghormati pak Bumi dan keluarganya jadi bapak tidak berani mengatakannya walaupun mereka tidak ada disini." Jawab Pak Robi dengan hati hati.


"Oh, jadi maksud bapak aku bukan bagian dari keluarga Bumi?" Bulan langsung menyilangkan tangannya didada.


"Bukan begitu maksud bapak non, bapak minta maaf."


"Ya sudah ayo katakan aku kan sudah menjadi bagian dari keluarga ini." Bulan kembali memaksa pak Robi.


"Aduh bagaimana ya non, bapak takut jika pak Bumi marah kepada bapak."


"Rahasia anda aman ditanganku pak."


"Maaf non bapak tetap tidak bisa mengatakan kepada nona Bulan."

__ADS_1


Bulan langsung menyandarkan badannya dikursi mobil. Ia sedikit kecewa karena tidak mendapatkan informasi apapun dari pak Robi tentang hubungan Bumi dan Sarah


__ADS_2