
Kisah ini ini terjadi di tahun 2008, saat itu aku merupakan siswa baru disekolah itu. Aku bertabrakan secara tidak sengaja digerbang sekolah dengan seorang siswa laki laki karena aku terburu buru melihat gerbang sekolahku sudah mau ditutup. Aku terjatuh dan dia hanya melirikku yang terduduk ditanah lalu dia pergi memasuki gerbang tersebut tanpa menolongku. Aku berdiri dan mengejarnya lalu menarik rambutnya karena aku kesal. Dia menjerit karena kesakitan dan aku tidak melepaskan walaupun dia berteriak dengan kuat. Seorang guru datang dan melepaskan tanganku dengan paksa dari rambutnya. Aku dibawa diruang BP karena telah membuat kekacauan disekolah itu.
"Kamu bad girls juga yah." Ucap Bumi menyela pembicaraan Bulan.
"Mau dilanjutkan ceritanya atau tidak?" Sahut Bulan ketus.
__ADS_1
"Lanjutlah."
Aku dengannya sama-sama disidang dalam ruang BP dan dia terlihat sangat kesal denganku. Dia adalah salah satu pria terpopuler disekolahku dan sangat dingin kepada wanita. Baru aku, yang berani menjambaknya. Keesokan harinya, ada yang berbeda dengannya, masih pagi sekali dia sudah datang ke kelasku dengan sebungkus coklat dan dia berlutut dihadapanku untuk meminta maaf. Aku bingung mengapa dia tiba-tiba berubah menjadi baik kepadaku padahal kemarin dia menatapku dengan perasaan benci. Semua gadis histeris melihat sikapnya karena pria terpopuler bisa bertekuk lutut dihadapanku. Singkat cerita hari demi hari terus berlalu, aku dengannya semakin akrab dan setiap pagi dia selalu menjemputku dan mengantarkan aku pulang dari sekolah menggunakan motor gedenya. Aku mulai jatuh cinta dengannya secara diam-diam. Dia juga merupakan ketua osis disekolahku dan dia sangat pintar jadi wajar saja jika wanita banyak yang menyukainya dan iri kepadaku. Pada suatu waktu dia mengajakku kesebuah taman kota dan dia menyatakan cintanya kepadaku.
"Jadi jawabanmu apa?" Tanya Bumi masih penasaran.
__ADS_1
"Kamu tahu rasanya? Aku ingin berteriak ditaman tersebut dan mengatakan aku juga cinta kamu, tapi itu tidak mungkin karena aku menjaga imageku dihadapannya. Saat itu aku belum menerimanya dan mengantung pernyataan cintanya. Aku mengatakan kepadanya, 'Aku pikir-pikir dulu yah, nanti aku akan mengirimkan kamu pesan jika aku sudah menjawabnya' Jawabku seperti itu tetapi sesungguhnya hatiku sangat senang dan berpura-pura mengulur waktu untuk menerimanya agar aku tidak terkesan seperti cewek gampangan.
Tiga hari kemudian aku tidak mengirimi dia pesan dan dia kembali menghampiriku dikelasku. Dia kakak kelasku, dan dikelasku itulah baru aku menerima cintanya. Kami berpacaran selama setahun dan tiba waktunya hari kelulusannya dia memutuskan aku didepan orang banyak. Dia berdiri didepan banyak siswa lalu berbicara menggunakan microfon dan memutuskan aku secara sepihak. Dia mengatakan kalau dia tidak mencintaiku dan hanya ingin membalas dendam kepadaku karena dia merasa sakit hati karena telah menjambak rambutnya. Perasaanku sakit, air mataku terus mengalir, aku merasa sangat dipermalukan dan dibohongi selama ini. Aku berlari kedalam kelas dan dia masih tertawa bersama dengan teman-temannya. Sejak saat itu aku memutuskan untuk pindah sekolah dan tidak pernah mau tahu lagi tentang dirinya. Sejak saat itu aku tidak pernah pacaran lagi dan takut untuk memulai hubungan baru dengan seseorang. Setelah lama menjomblo barulah aku bertemu Reno tapi itupun dia belum menyukaiku nanti menjelang menikah denganmu baru dia mengatakan menyukaiku. Setelah aku mendapatkan cinta Reno kamu malah merusak kebahagiaanku bersama Reno. Saat aku tahu ternyata aku menikah dengan pacar orang dan situlah aku sangat kecewa dengan cinta karena dia tidak pernah berpihak denganku. Kisah cintaku penuh dengan derita, tak ada yang menyenangkan untuk dikenang apalagi dengan terpaksa aku harus mengingat kembali luka itu.
"Maafkan aku Bulan, aku pikir kamu masih mencintai mantan kekasihmu. Kalau boleh tahu namanya siapa?" Tanya Bumi lega dengan penjelasan Bulan.
__ADS_1
"Bara Aditia Pramudya."
"Apa? Tidak mungkin?" Bumi langsung bangun karena terkejut mendengar nama lelaki yang disebutkan Bulan.