Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Pertengkaran berlanjut


__ADS_3

Orang bilang lima tahun pernikahan itu sangatlah sulit, bukan hanya dari segi ekonomi tetapi banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari perbedaan karakter, perbedaan pendapat, masalah komunikasi dan ketidakjujuran dalam bentuk apapun walaupun itu maksudnya adalah kebaikan.


Bulan berusaha menutup matanya tetapi dadanya terasa sangat sakit mengetahui kebohongan yang dilakukan Bumi. Bulan berusaha bangun dari tidurnya untuk mencari sesuatu yang bisa menenangkan pikirannya. Saat dia berjalan menuju pintu, suara Bumi menghentikannya sejenak.


"Mau kemana? Kalau ada masalah dibicarakan baik-baik bukan malah pergi meninggalkan aku!" Kata Bumi.


"Mau dibicarakan seperti apa? Semua sudah terjadi. Kamu sama saja seperti dulu." Balas Bulan masih terlihat emosi.


"Kamu maunya apa? Aku kan sudah minta maaf! Jangan bersifat kekanak-kanakan begitu dong Bulan. Toh aku juga tidak bertemu dengannya." Jawab Bumi tanpa ada rasa bersalah.


"Apa? Memang kamu nggak bertemu dengannya tapi mengirimi dia uang itu bentuk dari rasa apa Bumi? Coba aku yang memperlakukan kamu seperti itu apa kamu marah atau tidak? Aku hanya melirik laki-laki lain saja kamu marah seperti apa."


"Jadi maumu apa?" Teriak Bumi dengan keras hingga suaranya memenuhi seisi ruangan.


"Kamu yang maunya apa?" Balas Bulan dengan teriakan.


"Hanya 30 juta kamu sudah marah sebesar itu? Bulan, aku memberikanmu 3 kali lipat setiap bulan melebihi yang aku berikan kepada Sarah tetapi kamu marah hanya karena uang 30 juta itu."


"Oh jadi kamu ngitung-ngitung pemberianmu sekarang?" Bulan berjalan ke arah lemarinya dan mengambil ATM didalam dompetnya.


"Nih aku kembalikan semua ATMmu, biar perlu beri semua isinya kepada wanita itu. Mungkin sekarang 30 juta dan mungkin saja kedepannya lebih dari itu yang dia minta kepadamu." Bulan memberikan kepada Bumi ATM dengan meletakkannya diatas tempat tidur.


"Ya sudah kalau kamu tidak membutuhkan ini lagi, padahal ini hanya masalah sepele tetapi kamu membesar-besarkan?" Ucap Bumi.


"Sepele katamu? Sumpah yah kamu nggak ada dewasanya sejak dulu sampai sekarang." Bulan pergi meninggalkan Bumi yang masih berdiri disamping tempat tidur.


Gleekk.. Bulan terdiam didepan pintu saat melihat mama Lina dan dua ARTnya berdiri didepan pintu. Bukan hanya Bulan yang terkejut tetapi Bumi lebih terkejut mendapati mamanya yang sejak tadi mendengarkan pertengkaran mereka.


"Mama?" Bulan masih tercengang melihat mertuanya.

__ADS_1


"Ada apa ribut-ribut hingga membuat seisi rumah menjadi panik" Ucap mama Lina.


"Anu ma, bukan apa-apa. Aku dan mas Bumi sedang.." Bulan berhenti bicara karena dia tidak tahu mau mengucapkan kata apa lagi.


Bumi masih terpaku ditempatnya berdiri, dia tidak berani mengeluarkan kata-kata dihadapan mamanya.


"Untuk siapa uang 30 juta itu Bumi?" Mama Lina berjalan mendekati Bumi didalam kamarnya.


"Untuk... temanku ma." Jawabnya takut.


"Temanmu siapa?" Tanya mama Lina.


"Teman lama ma.?


"Siapa namanya?" Tanya mama Lina lagi.


"Sarah ma."


"Ma? maafkan aku." Bumi memohon di kaki mamanya.


Mama Lina berjalan meninggalkannya dan menarik tangan Bulan kedalam kamarnya.


Didalam kamar Bulan menunduk, mama Lina masih terlihat emosi dengan sifat anaknya.


"Malam ini kamu tidur dikamar mama nak, biarkan dia meratapi kesalahannya. Kalau mama jadi kamu pasti mama sama kesalnya sepertimu." Ujar mama Lina.


"Iya ma, aku tidur disini saja malam ini." Bulan naik ditempat tidur dan menarik selimut menutupi badannya.


"Kamu yang sabar nak, maafkan mama membuatmu banyak menderita menikah dengan Bumi."

__ADS_1


"Bukan salah mama." Sahut Bulan.


"Tidurlah, kamu butuh istirahat." Ucap mama Lina.


Tak lama berselang suara ketukan pintu berulang kali dari luar kamar mama Lina.


"Ma buka pintunya, aku mau bicara dengan Bulan."


"Bicaralah dari luar Bulan mendengarnya dari sini." Jawab mama Lina dari dalam kamar.


"Ma aku mohon buka pintunya, aku mau minta maaf kepada Bulan."


"Minta maaf saja dari luar." Jawab mama Lina lagi


"Sayang, aku minta maaf. Kita tidur lagi dikamar." Bumi memohon.


Bulan tidak menyahut.


"Aku ingin tidur disini malam ini ma." Ucap Bulan


"Kalau itu keinginanmu mama tidak memaksamu untuk keluar."


"Terima kasih ma sudah mengerti dengan perasaanku." Balas Bulan.


"Tidurlah dikamarmu Bumi, Bulan ingin tidur disni!" Teriak mama Lina dari dalam kamarnya.


"Tapi ma,"


"Bumi biarkan istrimu istirahat!" Perintah mama Lina.

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Bumi dengan pasrah.


__ADS_2