Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Jebakan untuk Sarah


__ADS_3

Bulan masih menangis duduk dilantai. Bumi berjalan mendekatinya dan duduk disampingnya.


"Bulan, aku tidak tahu mau bicara apa lagi kepadamu, mungkin permohonan maafku sudah tidak bisa lagi kamu terima, aku memang banyak dosa dimasa lalu tapi aku sudah berjanji untuk memulainya denganmu dari awal. Aku tidak akan memaksamu tinggal denganku jika kamu tidak mau bersamaku lagi karena memang ini sudah sangat keterlaluan. Aku memang sudah terjerumus dengan masa lalu yang kelam, tapi izinkan aku menjadi seseorang yang baru dimasa depan. Bulan.. Tuhan saja mau memaafkan kesalahan orang lain, masa kita sebagai manusia tidak bisa memaafkan sesamanya? Mungkin kamu akan mengatakan jika kamu bukanlah Tuhan tapi aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi." Ucap Bumi penuh pengharapan. Matanya berkaca-kaca, perasaannya juga sangat takut jika Bulan meninggalkannya.


"Aku bisa memaafkanmu, Aku tidak akan pergi atau minta cerai karena aku ingin kita memulainya dari awal. Aku akan menjadi istri yang baik dan akan menjaga semua aib suamiku dan cukup hanya kita berdua yang tahu masalah ini. Tapi aku minta sesuatu kepadamu Bumi...." Bulan berusaha tegar, karena papanya lah dia bisa bertahan sampai saat ini. Kata-kata papanya masih terngiang ditelinganya untuk tetap menyelesaikan masalah bersama dan jangan ada yang pergi dari rumah jika terjadi masalah.


"Kamu mau meminta apa?" Sahut Bumi penuh ketakutan.


"Aku ingin pindah dari rumah ini dan melepaskan semua masa lalumu bersama Sarah. Aku ingin semuanya baru dan tidak ada barang-barang ini didalam rumah kita, aku tidak perlu rumah mewah aku hanya ingin punya rumah yang nyaman untuk tinggal." Bulan masih menunduk. Tangisannya sudah tidak terdengar lagi. Hatinya terasa lebih tenang karena dia telah mengikhlaskan semua yang terjadi.


"Hanya itu?" Bumi tidak percaya jika Bulan akan memaafkannya semuda itu dengan persyaratan yang mudah sekali dia kabulkan.

__ADS_1


"Hanya itu, aku hanya ingin hatiku tenang Bumi."


"Terima kasih atas kebaikanmu Bulan, tapi sebelum aku mewujudkan keinginanmu aku akan menyelesaikan masalahku dengan Sarah." Bumi terlihat mengepal tangannya.


"Kamu mau berbuat apa, Bumi. Jangan menemuinya lagi!!"


"Bukan aku yang menemuinya tapi ada seseorang yang akan menemuinya. Dan lihat saja ini bakal rame dimedia sosial."


Polisi dan beberapa wartawan sudah bersiap diluar apartemennya dan semua strategi ini adalah Bumi sudah persiapkan sejak semalam.


Tring.tring.. bel pintu apartemen Sarah berbunyi.

__ADS_1


"Bumi, Bumi.. aku yakin kamu tidak bisa menolakku. Aku yakin setelah ini terjadi kehidupanmu akan hancur. Hahaha." Sarah tertawa dan berjalan membuka pintu apartemennya.


"Ada apa ini?" Sarah tersentak kaget saat satuan polisi berdiri didepannya.


"Maaf nona Sarah. Ada laporan bahwa telah memakai obat-obat terlarang. Kami akan memeriksa apartemen anda!!"


"Tidak! Jangan masuk!!" Sarah berteriak tetapi polisi sudah memegang tangannya. Tak perlu waktu lama untuk polisi untuk mencari barang bukti tersebut, karena barang tersebut masih berserakan dilantai. Sarah baru saja habis menggunakan barang tersebut dan dia masih terlihat tak karuan.


Wartawan beberapa kali mengambil gambarnya saat dilakukan penangkapan. Setelah satu jam foto dan videonya telah beredar dimedia sosial dan orang tua Bumi juga ikut menyaksikan dari rumahnya. Sarah telah berada dikantor polisi dengan beberapa barang bukti yang polisi temukan diapartemennya. Penampilan Sarah sangatlah berubah tanpa make up wajahnya terlihat tua dan kusam. Bumi tersenyum puas menyaksikan acara live yang ditayangkn ditelevisi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2