
Mereka berdua tertidur sampai menjelang senja. Bulan membuka matanya. Terasa ada yang berat menindih tubuhnya ternyata itu adalah tangan Bumi. Bulan tersenyum dan menyingkirkan pelan tangan Bumi dari perutnya dan hendak bangun untuk turun kelantai bawah.
"Bulan jangan pergi, kamu pasti marah lagi denganku?" Seruan Bumi membuat Bulan sedikit tertawa karena Bumi masih menutup matanya.
"Pasti kamu sedang mengigau." Jawab Bulan.
"Aku sudah bangun sejak tadi cuma aku takut untuk membuka mataku karena kamu pasti akan marah kan?" Ucap Bumi dengan mata tertutup.
"Untuk apa aku marah? Ternyata kamarnya lumayan nyaman, aku lebih suka tidur disini. Maaf aku sudah mengangkat barang-barang kita kedalam kamar ini dan bi Ija juga bantuin aku tadi." Jawab Bulan.
"Kamu tidak marah karena melihat semuanya?"
"Lihat apa?" Tanya Bulan bingung.
"Foto yang tergantung didinding itu?"
"Foto apa? Itukan foto pernikahan kita, kenapa aku harus marah?"
Pasti mama yang membersihkan kamar ini. Syukurlah Bulan tak melihatnya. Aku sayang kamu ma, sumpah Bumi sangat sayang mama. Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Aku mau turun ke bawah sayang, mau bantuin bibi didapur." Ucap Bulan.
"Kamu disini saja, aku lagi ingin memelukmu." Sahut Bumi dan mengencangkan pelukannya.
"Baiklah." Bulan akhirnya tetap berada diposisinya berbaring disamping Bumi.
Bumi mulai menciumnya dan menjalarkan tangannya ke tubuh Bulan dengan lembut.
"Tunggu!" Ucap Bulan melepaskan ciuman dari Bumi.
"Ada apa?" Sahut Bumi.
"Kunci pintunya, takut mama tiba-tiba masuk." Seru Bulan.
"Terima kasih Bulan, aku sangat mencintaimu." Bumi mengecup kening Bulan dengan lembut.
"Aku juga sangat berterima kasih karena kamu mau merubah sifatmu dan mengikuti semua perkataanku termasuk menyuruhmu menjual rumah." Ucap Bulan.
"Apapun yang aku lakukan untuk bisa mempertahankan rumah tangga kita." Jawab Bumi.
__ADS_1
"Aku mau mandi, nggak enak sejak tadi aku berada didalam kamar dan nggak bantuin mama dan bibi didapur. Hari ini kata bi Ija mama mengundang keluargaku untuk makan malam bersama kita. Mama juga tadi menelpon aku katanya mereka mau datang bersama Tasya, aku juga sudah rindu dengannya." Ucap Bulan dengan senang saat mengetahui keluarganya akan datang.
"Bulan, tapi kamu nggak akan bilang sama orang tuamu tentang masalahku bersama Sarah kan? Aku takut mereka akan menyuruhmu untuk menceraikanku."
"Aku tidak akan mengatakan apapun masalah kita kepada siapapun, aku ingin kita menyelesaikannya bersama."
"Aku sangat beruntung mempunyai istri sepertimu." Ucap Bumi.
"Hemm, aku mau mandi." Bulan beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.
Selesai mandi Bulan langsung memakai bajunya dan menyisir rambutnya didepan cermin.
"Maaf. Aku menyuruh bi Ija membuang semua foto Sarah dan gadis seksi yang kamu pajang didinding kamarmu." Ucap Bulan pelan tanpa menoleh kebelakangnya melihat Bumi.
"Apa?? Jadi kamu yang membersihkan kamar ini? Itukan aku sudah sudah duga kamu pasti akan melihatnya. Maafkan aku Bulan." Bumi beranjak dari tempat tidurnya dan langsung memeluk Bulan dari belakang.
"Berhenti minta maaf, aku sudah memaafkanmu tanpa kamu ucapkan. Aku baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkan perasaanku karena aku percaya kamu telah berubah Bumi. Kamu hanya perlu menjaga kepercayaan ini dan jangan mengulanginya lagi karena aku membenci laki-laki yang berkhianat."
"I Love you Bulan, sungguh kamu wanita paling baik didunia ini."
__ADS_1
"Sana mandi, aku mau turun ke bawah untuk menemui mama." Sahut Bulan.
"Baiklah istriku." Bumi sangat senang karena ternyata Bulan tidak marah kepadanya.