
"Saya terima nikahnya Bulan Mayasari binti Bagas Setiawan dengan seperangkat perhiasan berlian dibayar tunai." Ucap Bumi dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana saksi? Sah?" Ucap penghulu tersebut.
"Sah...sah." Semua orang berbahagia dan tersenyum.
Bulan dan bumi duduk berhadapan dan beberapa orang mengambil gambar mereka berdua untuk di abadikan. Bulan dan Bumi saling menatap. Entah apa yang mereka rasakan saat ini tapi kalau dilihat dari raut wajah, mereka sangat gugup. Bulan memegang tangan Bumi lalu menciumnya dan fotografer sudah bersiap mengambil gambar mereka. Setelah Bulan mencium tangannya Bumi langsung mencium kening Bulan dengan lembut. Orang tua mereka akhirnya bisa bernafas lega melihat kedua anak mereka telah dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang suci.
Bumi dan Bulan langsung naik diatas pelaminan yang telah disediakan. Terlihat Valen sedang duduk dengan beberapa teman kantornya tersenyum bahagia kepadanya. Mata Bulan memutar 360 derajat mencari sosok yang dia rindukan saat ini yaitu Reno. Sedangkan Bumi terlihat santai bahkan beberapa kali dia kedapatan sedang mencuri pandang kepada Bulan.
"Kamu terlihat gelisah, ada apa?" Tanya Bumi pelan."
"Bukan urusanmu, nggak usah sok baik deh. Kemarin kamu mengatakan aku jelek dan sekarang kamu berpura-pura baik dihadapan semua orang." Jawab Bulan ketus tapi suara mereka sangat pelan hingga orang tidak mengetahui jika mereka sedang berbicara.
"Aku bicara baik-baik..eh kamu menjawab dengan kasar, oke kalau kamu mau aku kasar juga nggak apa-apa." Jawab Bumi pelan.
__ADS_1
"Jangan mencuri pandang kepadaku, aku melihatmu sejak tadi. Kenapa? Kamu baru sadar bahwa aku lebih cantik dari Sarah? Bahkan kamu tadi tidak berkedip melihatku berjalan saat akad nikah akan dilangsungkan."
Apa? Kurang ajar nih Bulan. Ternyata dia memperhatikan aku tadi.
"Hei..! Sarah itu tidak sebanding denganmu bahkan kamu sangat jauh dari kesempurnaan. Karena kamu Sarah jadi menanggung malu dibully oleh temannya karena pacarnya menikah dengan orang lain."
"Bodoh amat, mau dia dibully, disiksa, dihujat dan terserah mau di apakan sama orang, aku nggak peduli sama kalian." Ucap Bulan cuek bahkan terlihat bibirnya tersenyum mendengar Sarah mendapatkan hujatan.
"Lihat saja Bulan... akan ku buat hidupmu menderita bersamaku."
Mereka berdua kembali terdiam. Dan hingga setelah acara santap bersama Reno tak kunjung datang ke acara pernikahannya.
"Mana mungkin Reno mau datang ke acara pernikahanku." Ucap Bulan pelan setelah tidak mendapatkan sosok Reno sejak tadi.
"Reno? maksudmu Reno Sebastian? Kamu mengenalnya?" Ucap Bumi terlihat kaget mendengar ucapan Bulan.
__ADS_1
Bulan hanya melihat ke arah Bumi dengan singkat sambil tersenyum dan kembali menatap para tamu.
"Benar-benar nih Bulan." Ucap Bumi.
Semua tamu undangan telah berdiri karena acara jabat tangan telah dimulai. Mereka mengantri panjang untuk bisa berjabat tangan kepada kedua mempelai. Bumi dan Bulan juga berdiri menyambut mereka dengan tersenyum dan ucapan terima kasih karena telah datang menghadiri acara pernikahan mereka. Kini giliran Valen dan teman kantor Bulan yang berjabat tangan dengannya.
"Selamat menempuh hidup baru Bulan, semoga lenggeng sampai ajal memisahkan."
"Terima kasih telah datang." Jawab Bulan tersenyum kepada rekan kantornya.
"Len, Reno nggak datang?" Bisik Bulan pelan.
"Kata Reno, dia akan datang saat acara resepsi kalian dihotel. Dia sekarang lagi rapat penting dikantor dan menyuruh beberapa karyawan datang kepestamu."
"Oke. oke." Bulan langsung tersenyum bahagia mendengar kedatangan Reno. Hatinya begitu rindu karena sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan Reno.
__ADS_1
Bumi masih penasaran dengan nama Reno yang dimaksud oleh Bulan. Dan Bumi terlihat menguping pembicaraan Bulan dan Valen secara diam-diam.